0

Pentingnya Vitamin dan Mineral Bagi Tubuh dan Kesehatan (0)

Wahid Priyono, S.Pd. February 13, 2021

Berbicara tentang vitamin dan mineral, cukup banyaklah pembahasan terkait hal ini perlu kita ketahui. vitamin dan mineral ini dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit (zat gizi mikro), namun peranannya sangatlah penting guna mengatur regulasi dan aktivitas tubuh/metabolisme, dan kepentingan tubuh lainnya. Vitamin dan mineral disintesis di dalam tubuh dalam bentuk senyawa biokimia.

Vitamin bukanlah sumber energi tetapi vitamin melakukan fungsi regulator atau pengatur. Vitamin bekerjasama dengan enzim dalam beberapa reaksi kimia tertentu. Vitamin juga penting bagi pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, dan reproduksi. Vitamin harus ada dalam tubuh manusia walaupun hanya dalam jumlah kecil karena mempunyai fungsi yang khas dan khusus dan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Akibat kekurangan vitamin seseorang dapat menderita defisiensi atau avitaminosis. Pada umumnya seseorang menderita avitaminosis karena cara pengolahan makanan yang dapat mengurangi atau merusak vitamin itu sendiri bahkan bisa menyebabkan keracunan vitamin akibat hipervitaminosis.

Beberapa mineral yang berwujud garam atau unsur merupakan komponen vital bagi tubuh. Mineral juga penting untuk pembentukan hormon/endokrin, tulang, gigi, dan darah. Mineral juga membantu regulasi fungsi tubuh seperti pertumbuhan dan metabolisme. Kekurangan mineral mengakibatkan defisiensi sama halnya seperti avitaminosis.

Berikut ini akan dijabarkan secara terpadu terkait dengan vitamin dan mineral ditinjau dari aspek fungsi, sumber-sumber untuk memperoleh zat gizi ini, akibat defisiensi, serta takaran/kebutuhan perhari yang perlu ditunjang.

Mineral sangat diperlukan oleh tubuh dan digunakan oleh tubuh dalam rangka untuk:

  • Mempengaruhi semua proses perombakan dan pembentukkan zat-zat sintetik dalam tubuh, misalnya sintetik asam amino, perombakkan asam lemak dan gliserol, perombakkan karbohidrat dan protein, dan sebagainya;
  • Membentuk fosfatid, yaitu bagian penting dari plasma darah;
  • Pembelahan inti sel dan memindahkan sifat-sifat keturunan (genetis);
  • Membentuk matriks tulang (bersama-sama dengan mineral kapur (Ca));
  • Membantu dalam pengerutan otot, serta membantu dalam proses perubahan ADP menjadi energi (ATP).
  • Bersama fosfor akan membentuk matriks tulang. Pembentukan ini juga dipengaruhi oleh Vitamin D2;
  • Membantu dalam proses penggumpalan dan pembekuan darah saat terjadi luka;
  • Mempengaruhi penerimaan rangsang pada otot dan syaraf
  • Kerusakan gigi, yaitu karies dentis;
  • Pertumbuhan tulang menjadi tidak sempurna (proses osifikasi terganggu); termasuk dapat menyebabkan osteomalacia dan osteoporosis;
  • Menimbulkan rachitis yaitu tulang-tulang tetap lunak, sehingga mudah berubah bentuknya;
  • Bila terjadi luka, darah sukar sekali membeku;
  • Kekejangan pada otot-otot tubuh

Sumber Referensi Bacaan:

  • Ichsan, M, dkk. 1993. Ilmu Kesehatan dan Gizi. Jakarta. Universitas Terbuka Depdikbud.
  • Ichsan, M, dkk. 1993. Imu Kesehatan dan Gizi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan direktorat Jenderal pendidikan Dasar dan Menengah.
  • J, Sutrisno S. 1995. Masyarakat Yang Sehat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  • Karmana, O. dan Anwar A. 1988. Biologi. Bandung: Ganeca Exact Bandung.
  • Karyadi, Darwin dan Muhilal. 1990. Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar