11

Pentingnya sarapan (+4)

Bu Etna @gurutematik November 14, 2013

Selamat pagi Guraru. Sejauh manakah pentingnya sarapan? Apakah sarapan itu benar-benar harus dilakukan? Kalau tidak, apa konsekuensinya? Banyak diantara kita yang tidak terbiasa sarapan. Jika kita tidak sarapan, metabolisme tubuh dan pembakaran lemak menurun. Apa Bahayanya? Nafsu makan siang meningkat. Apabila kita tetap bertahan tidak menambah jatah makan siang, disela-sela waktu makan kemungkinan besar kita mencari camilan, karena masih terasa lapar; atau tidak lapar, namun ingin makanan kecil.

Camilan dapat meningkatkan berat badan kita, karena jumlah kalorinya besar. Mengapa jumlah kalori besar? Camilan adalah makanan kecil, ringan, berbeda dengan makanan utama. Apa alasannya sehingga jumlah kalori camilan lebih besar dibanding makanan utama? Kandungan karbohidrat dan lemak suatu camilan umumnya besar. Karbohidrat mudah dicerna, sehingga merupakan penghasil kalori tercepat. Lemak sulit dicernak, namun per gram lemak memiliki jumlah kalori yang lebih tinggi dibanding karbohidrat.

Sebagian orang yang tidak mau sarapan, ternyata karena sering merasa mual. Cobalah 1-2 jam setelah bangun pagi baru sarapan. Jika tetap tidak sempat, bawalah sarapan itu ke sekolah atau ke tempat bekerja. Sebagian orang yang tidak sarapan, ada yang bangunnya kesiangan, karena tidurnya terlalu malam. Ya, cobalah mengurangi kegiatan malam yang mengasyikkan, seperti nonton TV atau internet.

Untuk menu makanan sehat, hindari sarapan yang berminyak/berlemak. Jauhi gorengan. Jangan sarapan nasi goreng. Mengapa demikian? Kandungan utama makanan tersebut adalah karbohidrat dan lemak/minyak. Keduanya merupakan penghasil kalor. Lemak/ minyak sulit dicernak, sehingga pagi hari pencernaan memerlukan kalor untuk mencernak lemak yang mengakibatkan kita cepat merasa capek atau mudah mengantuk.

Ayolah mulai hari ini kita giatkan untuk makan sarapan, siapa saja, muda maupun tua. Menurut penelitian, anak yang selalu sarapan pagi prestasinya lebih baik dibanding anak yang tidak mau sarapan. Komposisi yang tepat saat sarapan sangat berpengaruh pada kelancaran metabolisme, sehingga kelancaran proses belajar mereka juga meningkat. Semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Dianjurkan sarapan pagi mengandung banyak serat dan protein, sedangkan vitamin dan mineral secukupnya. Karbohidrat dan lemak/minyak sebaiknya dalam jumlah relatif sedikit saja. Nah jika kita selalu sarapan, Insya Allah siang hari kita tidak ingin makan yang berlebihan, karena kita belum merasa lapar, atau kita tidak ingin kenyang. Dikatakan bahwa secara psikologis, kita sudah merasakan adanya keseimbangan dalam diri kita, secara otomatis kita telah memahami kebutuhan tubuh kita.

Demikianlah sharing saya hari ini Guraru, semoga bermanfaat. Selamat beraktivitas, salam sehat selalu.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (11)

  1. Saya juga sempat baca masalah ini beberapa hari lalu di sebuah majalah. Ternyata Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain. Masih banyak yg nggak sarapan.

    Sama seperti yg bu Etna tulis, sarapan menurut penelitian mempengaruhi kecerdasan. 12% anak yg sarapan nilai matematikanya bagus.

    Oleh karena itu, ayo guraruers .. sebelum ngajar sarapan dulu yuk..

  2. Benar pak Arif, silakan teliti anak didiknya dan anjurkan untuk sarapan. Saya setiap tahun ajaran baru selalu melakukannya. Ternyata banyak sekali anak yang tidak sarapan pagi, sedang makanan dan minuman yang dibeli sering banyak bahan tambahannya yang mengganggu kesehatan. Terima kasih responnya pak, salam sehat selalu.

  3. Terimakasih bunda atas sharingnya. Menurut saya sarapan pagi itu sangat penting sekali dimana pada pagi hari itu kan perut kosong sehingga membutuhkan asupan makanan untuk sebagai energi dalam melakukan aktivitas. Dengan sarapan pagi maka tubuh akan siap untuk melakukan aktivitas dan lebih fokus. Saya berikan “Vote” bu. Salam perjuangan.

  4. Terima kasih pak Sukani atas respon dan vote-nya. Benar, namun rekan-rekan guru di sekolah sering mengatakan tidak biasa sarapan, begitu juga anak didik banyak yang begitu, tolong sosialisasikan pak, terutama anak didik. Kalau dia sudah menyadari, alhamdulillah. Bagaimana mereka bisa belajar dengan baik. Saya selalu di tahub awal pelajaran memperhatikan hal itu. Insya Allah Guraru demikian pula. Salam sehat selalu pak.

  5. Dari kecil saya dan keluarga dibiasakan sarapan nasi dkk oleh orang tua saya, alasannya karena minimnya ekonomi agar hemat jajan, kebiasaan sarapan pagi itu saya terapkan kepad semua anak saya dan kalau ditanya alasannya saya hanya bisa bilang:” supaya kuat dan sehat”. sekarang saya tahu alasan ilmiahnya dari artikel Bunda Etna. Terima kasih

  6. Hehehe pak Subhan bisa saja nih, OKlah pak, alhamdulillah saya senang sekali dapat sharing di sini. Sarapan tak boleh kebanyakan nasi ya pak, yg penting protein, susu, telur, tempe, tahu, atau lainnya bisa divariasi. Mineral vitamin secukupnya, tetapi harus ada untuk membantu pencernaan pak. Bisa sayur atau buah. Misal orak arik wortel, oseng-oseng, pecel, ya yg cocok untuk sarapan. Nanti akan saya tuliskan artikelnya ttg makanan sehat, alami, bergizi, murah, sesuai untuk sgl umur. Terima kasih responnya, Insya Allah bermanfaat ya pak, salam untuk keluarga.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar