2

Pentingnya Penekanan Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Kurikulum Biologi (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 17, 2020

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan perkembangan dan pembangunan bangsa dan negara. kemajuan suatu bangsa bergantung pada bagaimana bangsa tersebut mengenali, menghargai dan memanfaatkan sumber daya manusia dalam hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakat terutama kepada pesrta didik.

Tujuan sistem pendidikan nasional berfungsi memberikan arah pada semua kegiatan pendidikan dalam satu-satuan pendidikan yang ada. Tujuan pendidikan nasional tersebut, merupakan tujuan umum yang hendak dicapai oleh semua satuan pendidikan nasional tersebut, merupakan tujuan umum yang hendak dicapai oleh semua satuan pendidikannya, meskipun setiap satuan pendidikan tersebut mempunyai tujuan sendiri-sendiri, namun semua itu tidak terlepas dari tujuan pendidikan nasional yang ada.

Pendidikan biologi merupakan bagian dari pendidikan sains dan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah yang diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yang ada. Biologi merupakan wahana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan sikap serta bertanggung jawab kepada lingkungan. Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami alam dan makhluk hidup secara sistematis sehingga pembelajaran biologi bukan hanya penguasaan kumpulan-kumpulan fakta tetapi juga proses penemuan. Selain itu, Biologi merupakan salah satu pendidikan dan langkah awal bagi seorang anak mengenal dan memahami konsep-konsep tentang alam untuk membangun keahlian dan kemampuan berpikirnya agar dapat berperan aktif menerapkan ilmunya dalam dunia teknologi.

Dari penjelasan di atas disebutkan, Biologi merupakan bagian dari sains, sehingga memerlukan penekanan pembelajaran yang memberikan pengalaman secara langsung, atau siswa ditekankan untuk aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Pada dasarnya pelajaran sains berupaya membekali siswa dengan berbagai kemampuan tentang cara mengetahui dan cara mengerjakan yang dapat membantu siswa untuk memahami alam sekitar. Atas dasar pemikiran tersebut maka pendekatan pembelajaran yang perlu dikembangkan perlu penekanan pada kegiatan belajar siswa aktif. Salah satu upaya untuk mencapai peningkatan mutu dalam pendidikan sains atau biologi adalah dengan mengacu pada kurikulum biologi yang menitikberatkan pada keterampilan-keterampilan proses sains dan sikap ilmiah.

Pembelajaran sains (biologi) sebagai bagian dari pendidikan, umumnya memiliki peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas yaitu manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, logis dan berinisiatif dalam menanggapi isu di masyarakat yang diakibatkan oleh dampak perkembangan sains. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut termasuk ilmu biologi membawa dampak pemilihan materi, metode dan media pembelajaran serta sistem pembelajaran yang tepat agar dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik serta dapat bersaing dalam menanggapi perkembangan sains tersebut.  

Dewasa ini pembelajaran sains masih didominasi dengan penggunaan metode ceramah dan kegiatan lebih berpusat pada guru. Efektifitas peserta didik dapat dikatakan mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang dianggap penting. Guru menjelaskan sains hanya sebatas produk dan sedikit proses. Salah satu penyebab yang menjadikan alasan adalah padatnya materi yang harus dibahas dan diselesaikan berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Permasalahan lain dalam sains (biologi) adalah bahan ajar yang diberikan di sekolah masih terasa lepas dengan permasalahan pokok yang timbul di masyarakat. Dalam fakta yang ada seharusnya biologi merupakan wahana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai. Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami tentang alam secara sistematis, sehingga biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi merupakan suatu proses penemuan.

Pendidikan biologi diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya sehingga dapat bermanfaat di dalam kehidupan bermasyarakat. Pada dasarnya pelajaran biologi berupaya untuk membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan tentang cara mengetahui dan cara mengerjakan yang dapat membantu peserta didik untuk memahami alam sekitar secara mendalam yang sangat ditentukan oleh kemampuan dan kreatifitas peserta didik dalam menguasai keterampilan proses sains dan sikap ilmiah. Peserta didik yang keterampilan proses sains dan sikap ilmiahnya bagus maka prestasi akademiknya juga bagus. Hal ini senada dengan pendapat Carin dan Sund dalam Astuti (2004), yang menyatakan bahwa sains atas tiga komponen utama yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah dan produk ilmiah. Oleh karena itu untuk mencapai produk pembelajaran biologi yang optimal dalam kurikulum biologi hendaknya ditekankan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah.

DAFTAR PUSTAKA

  • Arifin, M. 2005. Pengembangkan Prilaku Melalui Pembelajaran Inkuri bagi Calon Guru. Bandung : UPI.
  • Dakhir, H. 2004. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta : Rineka Cipta.
  • Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara.
  • Rustaman, N.Y. 2003. Kemampuan Dasar Berkerja Ilmiah dalam sains. Bandung : UPI.
  • Soehendro, Bambang. 2006. Panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan    pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Jakarta : Badan Standar nasional Pendidikan.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar