0

Penjaminan Mutu Pendidikan di Sekolah #2 (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 27, 2021

Implementasi penjaminan mutu pendidikan disekolah memerlukan komitmen anggota atau komponen yang ada di sekolah untuk menghadapi beberapa masalah. Masalah-masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan PMP di sekolah , seperti yang dirasakan oleh sekolah kami ada lah yang pertama ada ISO, SNP dan Visi Misi sekolah yang tertuang dalam KTSP. Konsep Iso yang pernah dimiliki oleh sekolah pada saat melaksanakan program RSBI memerlukan pelurusan dalam rangka memenuhi mutu sekolah. SNP masih sebatas kosnep dan belum sepenuhnya diterapkan dan dituangkan dalam wujud program yang utuh dan terpadu. Visi, misi, dan program yang dirumuskan serta dimiliki oleh sekolah seringkali bersifat abstrak dan kurang berkorelasi dengan kegiatan peningkatan dan penjaminan mutu program dan/atau satuan pendidikan.

Sistem penjaminan mutu pendidikan ada dua yaitu sistem penjaminan mutu Internal ( SPMI) dan Sistem penjaminan mutu eksternal (SPME). Dua sistem ini bersinergi untuk terpenuhi penjaminan mutu pendidikan. SPMI ini adalah intern sekolah yang secara organisasi dibentuk oleh sekolah dan diharapkan anggota Tim atau yang dikenal TPMPS ( tim penjaminan mutu pendidikan sekolah) . Sedangan SPME adalah dibentuk dibirokrasi yang berkaitan dengan sekolah tersebut, dimana organisasinya dikenal dengan TPMPD. Secara organis untuk struktur TPMPS adalah sebagai berikut :

Dalam TPMPS terdiri dari Pengembang sekolah yaitu pengembang 8 SNP dan Auditor Internal. Pengembang 8 SNP memiliki koordinator setiap standarnya agar memudahkan dan mengoptimalkan kinerja Tim, tetapi bagaimana dengan sekolah yang sedikit SDM nya, tentu hal ini menyesuaikan karena dalam 8 SNP dapat dikategorikan menjadi 2 kategori besar yaitu SNP bidang Managerial dan SNP bidang akademik. SNP Bidang managerial ini meliputi Standar Pembiayaan, Standar PTK, Standar Sarpras,Standar Pengelolaan. Standar bidang akademik meliputi Standar Isi, Standar Penilaian, Standar Proses dan SKL. Kemudian Auditor diupayakan dari guru yang memiliki komitmen yang tinggi dan integritas yang kuat. Dalam Tim ini dibekalai dengan tupoksi yang yang jelas yang dilampirkan dalam surat penunjukkan atau Surat Keputusan TPMPS. kinerja TPMPS juga bersinergi dalam penuyusunan KTSP dan RKAS sekolah.

SPMI sebagai sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan memiliki struktur kerja dan siklus sebagai berikut :

Dalam siklus yang titik awal adalah evaluasi diri sekolah tersebut sebagai wujud siklus pemetaan mutu. Dengan menggunakan Raport PMP sekolah melakukan pemetaan kekuatan, masalah, kelemahan, tantangannya untuk mengatasi permasalahan yang menjadi inti masalah atau akar masalah .

Metode dan teknik pencarian akar masalah dapat menggunakan pohon konsep atau pohon masalah yang dengan FGD atau diskusi berupa workshop dengan mendatang narasumber dalam upaya pembimbingan untuk menemukan akar masalah. Terkadang suatu komunitas memerlukan katalisator dari luar sekolah untuk menemukan suatu permasalahan untuk membongkar kebekuan dan ego anggota komunitas. Perencanaan mutu dituangkan dalam Rencana Program sekolah dan disinergikan dengan RKAS sekolah. Dalam penyusuanan rencana pengembangan sekolah diupayakan dirumuskan secara bersama-sama.

Setelah dirumuskan program pemenuhan mutu maka pada tahap implementasi ini memerlukan komitmen bersama, untuk mendukung komitmen bersama sekolah menuliskan pohon harapan yang dipampang di tempat yang mudah dilihat agar selalu ingat tentang komitmen bersama dalam mengembangkan sekolah.

Kegiatan selama pelaksanaan selalu diadakan monitoring dan berujung pada evaluasi. Dalam melaksanakan monitoring ini bagian dari Auditor yang berperan mencari data pemenuhan program mutu sebagai dasar dalam evaluasi. Ketiaka semua komponen berjalan dengan lancar sesuai tupoksinya maka pemenuhan mutu akan terjamin . Inilah yang disebut Sistem Penjaminan Mutu Internal.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar