2

Pengertian “Konseling” yang Perlu Guru Ketahui (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 15, 2020

Konseling sebagai terjemahan dari counseling merupakan bagian dari bimbingan, baik sebagai layanan maupun sebagai teknik. Layanan Konseling adalah jantung hati layanan Bimbingan secara keseluruha, jadi konseling merupakan inti dari alat yang paling penting dalam bimbingan. Secara Etimologi berasal dari bahasa Latin consilium artinya dengan atau bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami. Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari sellan yang berarti menyerahkan atau menyampaikan.

Berikut ini pengertian konseling menurut beberapa ahli :

  1. Erman Amti dan Prayitno {2004 : 105}

Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

  • Winkel {2005 : 34}

Serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli atau klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.

  • Pepinsky 7 Pepinsky ,dalan Shertzer & Stone  {1974}
  • Interaksi yang terjadi antara dua orang individu ,masing-masing disebut konselor dan klien.
  • Interaksi yang terjadi dalam suasana yang professional.
  • Interaksi yang dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudah kan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.
  • Smith dalam Shertzer dan Stone  {1974}

Suatu proses dimana konselor membantu konseli membuat interprestasi-interprestasi tetang fakta-fakta yang berhubungan dengn pilihan,rencana,atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat.

  • Division of Conseling Psychologi

Konseling merupakan suatu proses untuk memebantu individu mengatasi hambatan-hambatan ataupun masalah-masalah mengenai perkembangn dirinya, dan untuk mencapai perkembangan yang optimal mengenai kemampuan pribadi yang dimilikinya, dimana proses tersebuat dapat terjadi setiap waktu dan dimanapun kita berada.

  • Mc. Daniel  {1956}

Suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kapadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan lingkungan sehingga individu tersebut dapat berguna bagi orang lain dan lingkungannya.

  • Berdnard & Fullmer  {1969}

Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan,motivasi,dan potensi-potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketige hal tersebut.

  • Natawidjaja {1987 : 32}

Konseling merupakan suatu jenis layanan ynang merupakan bagian terpadu dari bimbingan. Koseling dapat diartikan sebagai hubungan timbale balik antara dua individu, dimanayang seseorang (yaitu konselor) berusaha membantu yang lain (yaitu klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan denga masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yang akan datang.

  • Moh. Surya {1988 : 38}

Konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada konseli supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang. Dalam pembentukan konsep yang sewajarnya mngenai : Dirinya sendiri, orang lain, pendapat orang lain tentang dirinya, tujuan-tujuan yang hendak dicapai, dan kepercayaan.

  1. Prayitno {1983 : 3}

Konseling adalah pertemuan empat mata antara klien dan konselor yang berisi usaha yang selaras, unik, dan human (manusiawi), yang dilakukan dalam suasana keahlian yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku.

Berdasarkan pengertian-pengertian konseling menurut para ahli di atas maka  saya dapat manyimpulkan bahwasannya konseling dapat diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu siswa dimana kegiatan ini dilakukan secara tatap muka langsung dengan siswa yang bersangkuta dengan tujuan agar siswa tersebut dapat memperoleh konsep diri, kepercayaan diri dalam mengambil suatu tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus  yang sedang dihadapi siswa tersebut serta dapat memperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkin pada masa yang akan datang. Dengan demikian masalah yang dihadapi oleh siswa dapat diselesaikan oleh dirinya sendiri dengan pengambilan keputusan yang tepat sehingga dapat membuat dirinya menjadi lebih baik dan mandiri.

Daftar Pustaka:

  • Depdiknas. 2002. Paduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling BerbasisKompetensi SMP, Madrasah, Tsanawiyah dan Sederajat. Jakarta:Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
  • Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Umun.1994.Kurikulum SLTP: Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.Jakarta: Depdikbud.
  • Prayitno. 1997. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling diSekolah Buku II Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SLTP). Jakarta: Penebar Aksara.
  • Sukardi, Deawa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : PT Rineke Cipta.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar