5

Pengertian Gerak Refleks Menurut Para Ahli (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 7, 2020

Refleks sebagai integarasi sinaps memiliki bagian-bagian penting diantaranya yaitu serabut saraf sensorik-saraf spinal akar dorsalis-interneuron-saraf akar ventralis-serabut motorik. Antar satu serabut dengan serabut lainya sudah tentu memilki hubungan integrasi yang disebut sinaps.

Dalam integrasi antar ujung-ujung saraf dalam sinaps tersebut ada tiga hal yang dimunculkan, yaitu diantaranya:


(1).  Summasi Terdiri dari sum-sum temporal yang berupa pengulangan impuls untuk dapat menimbullkan respon dan summasi spasial, yaitu dua atau lebih saraf eferen yang memberikan stimulus pada waktu yang sama untuk dapat memberikan respon.
(2).  Fasilitas Merupakan suatu proses penambahan eksitasi pada hubungan sinaps yang tidak memperlihatkan adanya summasi respon elektrik . Pada kondisi ini potensial pada portsinapsis akan meningkat.
(3).  Inhibitor Adalah proses penghambatan respon pada organ efektor (otot, kelenjar). Jika dilihat dari mekanismenya jalan rangsang, stimulus memiliki bentuk sinaps inhibitor (menghambat) dan sinaps eksitator (mempercepat). Misalnya stimulus dengan sinaps inhibitor adalah saat relaksasi sebagai respon dari adanya stimulus, sedangkan contoh sinaps eksitator adalah saat otot kontraksi respon adanya stimulus . Bentuk kedua respon pada anggota badan yang sama disebut dengan hambatan resiprikal. Contohnya adalah pada saat tempurung lutut dipukul dengan keras menggunakan garputala  (Widiastuti, 2002).

  • Pengertian Gerak Refleks Menurut Frandson

Refleks adalah suatu respon organ efektor (otot maupun kelenjar) yang bersifat otomatis atau tanpa sadar terhadap suatu stimulus tertentu. Respon tersebut melibatkan suatu rantai yang terdiri atas sekurang-kurangnya dua neuron, membentuk suatu busur refleks (reflex arc).

Dua neuron yang penting dalam suatu busur refleks adalah neuron eferen, sensoris atau reseptor, serta neuron eferen, motoris atau efektor. Umumnya satu atau lebih neuron penghubung (interneuron) terletak diantara neuron reseptor dan neuron efektor.


Meskipun refleks melibatkan berbagai bagian otak dan sistem syaraf otonom, namun ada refleks yang paling sederhana adalah refleks spinal. Suatu refleks spinal yang khas adalah refleks rentang (stretch reflex) yang digambarkan dengan pemukulan ligamentum patela (suatu tendon) sehingga menyebabkan otot lutut terentang (refleks ini disebut juga knce jerk),( Frandson, 1992).

  • Pengertian Gerak Refleks Menurut Soegiri

Refleks yang ada pada waktu lahir dan lazim bagi manusia disebut refleks turunan. Refleks lain yang diperoleh karena pengalaman disebut refleks bersyarat. Kebutuhan anatomis minimum untuk perilaku refleks adalah neuron sensori dengan reseptor untuk menerima rangsangan, yang dihubungkan oleh sinaps ke neuron motorik yang dilekatkan pada suatu otot atau efektor lain, seperti refleks regang ekstensor. Jenis lung-refleks yang paling sederhana ini disebut monosinaptik, karena hanya terdapat satu sinaps antara neurun sensorik dan neuron motorik. 


Lung-refleks yang lebih lazim mempunyai satu atau lebih interneuron antara neuron motorik dan neuron sensorik. Satu contoh khas di mana rangsangan pada reseptor meyebabkan kontraksi sebuah otot adalah refleks lutut. Jika tendon lutut dipukul dengan garputala, dan karena itu teregang, maka reseptor dalam tendon tersebut dirangsang; suatu implus menjalar melewati lung refleks ke sum-sum tulang belakang lalu kembali lagi; maka otot yaang terpaut pada tendon tersebut berkontraksi yang mengakibatkan menjulurnya kaki secara tiba-tiba, (Soegiri, 1984).

Daftar Pustaka:

  • Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Yogyakarta: Gadja Mada University.
  • Soegiri, Nawangsari. 1984. Zoologi Umum jilid 1. Bogor: Institut Pertanian Bogor. 
  • Widiastuti,L.E.2002. Bahan Ajar Fisiologi Hewan 1. Bandarlampung: Universitas Lampung.

Tagged with:

Comments (5)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar