3

Pengertian dan Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 7, 2020

Pengertian Gizi

Kata gizi berasal dari bahasa arab yaitu ”Ghizah” yang berarti bahan makanan/sumber makanan/sari pati makanan. Secara bahasa ” Food” yang disadur dari konsep bahasa inggris yang berarti makanan. Jadi secara umum kata ”Gizi” mengandung maksud bahwa di dalam sumber bahan makanan terdapat zat-zat/sari pati penting yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menjalankan fungsi hidupnya. Termasuk disini berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan sel, jaringan, serta organ yang ada pada tubuh. Gizi merupakan sebuah proses dimana makanan dikonsumsi, diserap dan dimanfaatkan oleh organisme seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Bagi manusia salah satu tujuan utama gizi adalah penyedia energi. Adanya energi membuat kita mampu untuk melakukan berbagai aktivitas fisik dan menjalankan berbagai proses di dalam tubuh.

Sejarah Dan Perkembangan Ilmu Gizi

Sebenarnya istilah ”Gizi” sudah tenar sejak berabad-abad tahun lamanya. Dan ilmu tentang gizi itu sendiri pertama kali di cetuskan pada tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Kemudian disusul lagi dengan berbagai riset dan penelitian oleh beberapa ahli gizi sehingga ditemukan berbagai macam penemuan penting seperti:

  • Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.
  • Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
  • Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
  • Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.

Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu :

  • Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh (menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).
  • Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas kerja.

Kebutuhan gizi yang baik merupakan tujuan utama seseorang dalam memenuhi standar kesehatan tubuhnya. Gizi-gizi inilah yang akan dibutuhkan beberapa sel-sel, jaringan-jaringan yang ada pada organ tubuh pada manusia untuk menunjang aktivitas kerjanya.

Daftar Pustaka:

Achadi, E. L. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Depok: Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia   Pustaka Utama.

Belsey, M.A, dkk. 1994. Pemaduan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dengan Pemeliharaan Kesehatan Dasar. Jakarta: Binarupa Aksara.

Buckle K.A ,dkk. 1985. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Comments (3)

  1. Ilmu baruuu lagi, trimakasih 😉

    Sulit sekali rasanya meraih nilai gizi yang baik ketika pikiran tidak tenang. Semoga meski gizi kurang bagus untuk dirasakan, namun masih ada kenikmatan hidup yang sehat agar bisa beraktifitas rutin seperti biasa..

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar