2

Pengertian “Bimbingan” Yang Harus Dimainkan Guru Kepada Siswa (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 15, 2020

Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance, sedangkan Konseling merupakan terjemahan dari Counceling yang merupakan bagian dari bimbingan.

  • Prngertian Bimbingan
  • Sertzer & Stone  {1966 : 3}

Mengemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan).

  • Erman Amti dan Prayitno {2004 : 99}

Mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

  • Winkel  {2005 : 27}

Mendefenisikan bimbingan sebagai :

  • Suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri.
  • Suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya.
  • Sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup.
  • Suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan.
  • Djumhur dan Moh. Surya {1975 : 15}

Berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan.

  • Rochman Natawidjaya  {1987 : 31}

Bimbinngan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian batuan kepada individu, yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat serta kehidupan pada umumnya. Dengan demikian dia akan dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberikan sumbangan yang berarti kepada hehidupan masyarakat pada umumnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk social.

  • Prayitno {1983 : 2 & 1987 : 35}

Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seseorang (individu) atau sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri. Kemandirian ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri yaitu : Mengenal diri sendiri dan lingkungannya, menerima diri sendiri dan lingkungannya secara positif dan dinamis, mengambil keputusan, mengarahkan diri, dan mewujudkan diri.

Berdasarkan pengertian para ahli di atas maka saya dapat menarik kesimpulan bahwasannya bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan yang dapat berupa saran, nasehat, ataupun jalan keluar untuk pemecahan suatu masalah yang sedang dihadapi oleh siswa dalam hal ini dilakukan oleh guru BP ataupun guru bidang studi terhadap  seorang atau beberapa siswa yang dilakukan secara terus menerus, berkelanjutan dan sistematis. Hal ini dimaksudkan agar siswa atau sekelompok siswa tersebut dapat memperbaiki diri, menjadi pribadi yang mandiri dan dapat merencanakan masa depan  dengan sebaik-baiknya.

Kemandirian yang menjadi Tujuan usaha bimbingan ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi yang mandiri, yaituΒ  siswa dapat dan mampu memahami, mengenali serta mengetahui tentang dirinya sendiri dan lingkungannya sebagaimana adanya dikehidupan nyata. Siswa dapat menerima diri sendiri dan lingkungannya secara positif dan dinamis. Siswa dapat mengambil keputusan secara mandiri dengan berbegai pertimbangan baik buruk keputusan yang diambil tersebut. Siswa dapat dan mampu mengarahkan dirinya sendiri menuju kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Siswa mampu mewujudkan suatu pribadi yang mandiri dan tidak selalu bergantung kepada orang lain.

Daftar Pustaka:

  • Depdiknas. 2002. Paduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling BerbasisKompetensi SMP, Madrasah, Tsanawiyah dan Sederajat. Jakarta:Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
  • Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Umun.1994.Kurikulum SLTP: Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.Jakarta: Depdikbud.
  • Prayitno. 1997. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling diSekolah Buku II Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SLTP). Jakarta: Penebar Aksara.
  • Sukardi, Deawa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : PT Rineke Cipta.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar