9

Pengaruh polusi udara terhadap kesehatan (+5)

Bu Etna @gurutematik November 19, 2013

Selamat pagi rekan Guraru. Minggu yang lalu kami beberapa rekan Guraru sempat berdiskusi tentang hidup sehat secara umum. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hidup sehat adalah keadaan lingkungan sekitar kita. Lingkungan hidup yang kotor akan menimbulkan pencemaran (polusi), baik udara, air, maupun tanah, dan polusi ini merupakan salah satu penyebab hidup yang tak sehat. Kali ini saya akan membahas tentang pengaruh polusi udara terhadap kesehatan.

Polusi udara sangat memerlukan perhatian kita. Bagaimana kita dapat hidup sehat, jika udara sekitar penuh dengan gas berbahaya/beracun, debu halus, bahkan virus yang berkeliaran dalam jumlah yang terus menerus bertambah, karena udara kotor menjadi media reproduksi virus yang tak terkendali.

Sejauh mana pengaruh polusi udara terhadap kesehatan kita? Makin kotor udara di sekitar kita, makin banyak polutan yang berada di udara, makin bervariasi jenis polutan, makin tidak sehat orang-orang yang berada di sekitar daerah itu. Oleh sebab itu, ayolah bangsaku jangan kotori udara kita.

Polutan udara itu dari mana asalnya? Apakah dari kegiatan rumah tangga, sekolah, perkantoran, atau dari pasar? Apakah dari home industri atau dari industri kimia yang besar? Tentulah polutan itu dapat berasal dari mana saja, dari lingkungan yang dibiarkan kotor atau yang sengaja dikotori.

Dari mana polutan itu berasal, perlu diketahui agar upaya pembersihan udara dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Udara yang sudah terlanjur kotor dan polutannya sulit dihilangkan, maka harus ada upaya lain untuk membersihkan udara. Tentulah upaya ini memerlukan waktu dan dana yang lebih banyak. Sementara itu, virus dan sebagainya yang berada di udara, menyatu dengan oksigen dan secara otomatis/spontan akan masuk ke tubuh kita melalui pernafasan, kulit, atau makanan dan minuman yang terkontaminasi, bahkan air untuk mandi dan sejenisnya.

Penyakit apa saja yang mungkin terjadi sebagai akibat dari polusi udara? Sangat banyak dan sangat bervariasi, dari ringan hingga berat, bahkan mematikan. Sebagai contoh, batuk, pilek, bermacam-macam flu, sakit mata, kulit, perut, berbagai radang dalam organ tubuh, hingga kanker kulit, paru-paru, dan masih banyak lagi.

Apakah kita tega terhadap kesehatan kita sendiri dengan membiarkan lingkungan tetap kotor, bahkan sadar atau tidak, ikut mengotori lingkungan tersebut. Sungguh sayang, hingga saat ini masyarakat masih saja kurang/tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan hidup. Marilah Guraru, kita ikut memikirkan kesehatan masyarakat melalui upaya untuk membersihkan udara. Minimal di keluarga kita, ligkungan terdekat, dan lingkungan sekolah. Kita gerakkan secara rutin, peduli lingkungan hidup dengan mengadakan Go Green dan Go Clean. Lingkungan hijau dan bersih merupakan lingkungan yang sehat, jauh dari polusi.

Salah satu hal yang amat penting harus diperhatikan adalah masalah sampah. Sampah ya sampah apa saja telah menjadi masalah pelik hampir di seluruh pelosok di Indonesia. Sampah yang dibuang begitu saja di tanah, akan mengalami pembusukan yang menghasilkan gas beracun. Pembakaran sampah juga akan menambah kadar racun dioksin di udara. Oleh sebab itu di sekolah, lingkungan rumah, atau tempat lainnya, peduli lingkungan harus terus dilaksanakan. Sampah harus dipilah, tempat sampah disediakan di tempat-tempat tertentu, disiplin pembuangan sampah disosialisasikan hingga siapapun menjadi terbiasa.

Pemikiran tentang mengurangi jumlah sampah amat diperlukan. Mungkin melalui pengurangan penggunaan plastik, kaleng, kertas, atau lainnya. Sampah organik yang menumpuk dapat dirubah menjadi pupuk kompos, sampah plastik harus diserahkan pada petugas pembuangan sampah untuk didaur ulang, karena tak boleh dibakar, sampah lain perlu dipikirkan pemanfaatannya.

Penanaman sejuta pohon sangat perlu digalakkan untuk melaksanakan penghijauan. Penghijauan amat penting untuk mengurangi gas CO2 sebagai penyebab pemanasan global dan menambah gas oksigen yang diperlukan oleh makhluk hidup. Udara panas menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan hidup, makin banyaknya gas beracun di udara, makin ganasnya perkembang biakan virus. Sungguh ngeri memikirkannya. Demikian sharing saya pagi ini, Insya Allah bermanfaat bagi kesehatan kita, bangsa Indonesia, amin YRA. Salam perjuangan.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (9)

  1. Aduh bapak jangan beli jajanan pinggir jalan yg terbuka itu, minyak dalam keadaan panas menyerap virus dan gas beracun paling hebat, mereka terlarut menyatu dan enjoy di situ. Plz do not do any more, hehehe. Terima kasih responnya, Insya Allah bermanfaat.

  2. Guraru, saya prihatin sekali melihat lingkungan sekitar terkotori oleh perbuatan manusia yang mungkin lupa saat mengotorinya atau lupa bahwa dampak negatifnya akan mengenai dia dan keluarganya pula. Musim hujan, kadang terik matahari juga membakar kulit, dampak erupsi vulkanik masih tersisa di udara, wabah penyakit terus menyebar seperti merasa amat gembira, rumah sakit makin padat, petugas apotik kuwalahan, perokok aktif berada di mana-mana, bahkan di kendaraan umum. Yah … tak tahu lagi mau bicara apa. Yg benar menjadi salah, Yg jujur malahan dilebur. Seram ya?? Hehehe. Mari Guraru kita bersihkan apapun agar terbebas dari polusi. Kita contohkan saja, Insya Allah kesadaran akan merambat dengan cepat. Salam sehat.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar