4

PENGALAMANKU BERSAMA SCAMMER (0)

Dyna Rukmi Harjanti Soeharto February 10, 2021

Beberapa waktu yang lalu saya membaca tentang scammer di sebuah grup kepenulisan di facebook. Scammer sendiri artinya adalah penipu. Baik di dunia nyata maupun dunia maya. Yang diceritakan oleh penulis di grup itu adalah para scammer cinta. Jadi dia menjerat korbannya dengan modal rayuan maut yang ujungnya minta ditransfer uang dengan dalih pelaku mengirimi korban hadiah yang tertahan di bandara dan harus membayar pajak dalam jumlah besar. Korban yang telah terjebak dalam pesona penipu ini dengan sukarela akan mengirimkan uangnya. Dia baru sadar telah tertipu setelah pelaku tidak lagi bisa dihubungi.

Saya baru sadar bahwa beberapa tahun yang lalu saya hampir menjadi mangsa dari scammer ini. Saat itu ada sebuah akun facebook dari Inggris yang meminta pertemanan. Sebelum saya terima saya cek dulu isi postingan dari orang ini. Setelah merasa aman baru saya terima.

Agak lama setelah berteman, dia inbox saya menanyakan beberapa pertanyaan pribadi. Satu hal yang sebenarnya sudah lucu dan tidak masuk akal waktu itu tapi saya abaikan dan tetap berprasangka baik, adalah saat dia bercerita bahwa dia tinggal di Baker Street 221B. Yang suka novel Sherlock Holmes pasti paham bahwa alamat itu adalah tempat tinggal detektif legendaris tersebut. Saat itu saya jawab dengan bercanda bahwa saya ingin melihat tempat tinggal detektif favorit saya itu, eh dia jawab ngawur. Sudah begitu saya belum ngeh bahwa dia penipu, saya lupa kalau pernah baca bahwa tempat itu sekarang menjadi Museum Sherlock Holmes, jadi jelas tidak mungkin kalau dia tinggal di situ.

Setelah beberapa kali berinteraksi lewat inbox, dia mengatakan ingin mengunjungi Indonesia, ingin bertemu dengan saya. Dia minta untuk menelpon untuk mengabarkan tentang kedatangannya ke Indonesia. Wah, saya mulai merasakan aroma tidak sedap. Saya paling tidak suka digombali, apalagi saya sudah berkeluarga dan mempunyai anak 2 waktu itu. Jika sekedar ngobrol ringan tentang masing-masing negara sih buat saya tidak masalah, tapi kalau sudah merayu saya risih dan sangat tidak suka. Saya mulai membatasi interaksi saya dengan akun ini. Inbox terakhir kalau tidak salah rayuan dengan kata-kata jorok. Tidak saya balas dan tanggapi. Mungkin bosan dan merasa tidak berhasil, akhirnya dia memblokir saya. Alhamdulillah, saya bersyukur Allah membimbing saya agar tidak terjebak dalam rayuan maut Sherlock Holmes gadungan itu. Mungkin scammer itu tidak tahu bahwa saya mengoleksi setiap buku Sherlock Holmes, jadi dia pakai alamat yang saya hafal di luar kepala itu sebagai alamatnya. Jika alamatnya saja sudah tidak benar, apalagi lainnya. Inilah cara Allah menunjukkan kepada saya tentang kedok si scammer.

Semoga dengan banyaknya kisah tentang scammer, orang-orang lebih waspada dan berhati-hati setiap berinteraksi dengan orang lain yang baru dikenalnya, khususnya di dunia maya, sehingga tidak akan ada lagi korban berjatuhan.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar