1

Pengalaman Unik Guru Pada Saat Proses Belajar Mengajar Sebelum dan Selama New Normal (0)

Wulan Dara Auli October 6, 2020

Assalamualaikum, perkenalkan nama saya adalah Wulan Dara Auli, S.Pd . Dirumah saya dipanggil Fatimah. Umur saya 32 tahun.  Saya adalah guru honor di salah satu sekolah swasta di kota Palembang. Saya mengajar di SMP MANDIRI dari tahun 2013. Saya mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris. Saya juga mengajar ekstrakulikuler English Club. Sebelum saya menceritakan pengalaman unik sebelum dan selama New Normal. Saya akan berbagi pengalaman bahwa saya adalah Pejuang Gagal Ginjal Kronis dan sudah menjalani cuci darah 15 tahun. Gagal Ginjal Kronis tidak menghalangi saya untuk menggapai keinginan saya untuk mengajar.

Belajar dirumah merupakan kegiatan New Normal dalam menjalani masa pandemi virus korona. Namun, kegitan belajar mengajar dirumah memiliki banyak kendala baik bagi siswa dan guru salah satu nya dalam bidang teknologi dan ekonomi.

Kami menjalani kegiatan belajar dirumah sejak 16 Maret 2020. Saat itu, saya tidak membayangkan bahwa pandemi ini akan berlangsung sangat lama. Saat itu, kegiatan belajar melalui platform yang sangat sederhana yaitu WhatsAp. Saya mengirimkan video mengajar. Dan siswa saya pun menonton video tersebut dari rumah. Mereka mengirim tugas dan pertanyaan melalui whatsapp. Namun, kegiatan belajar melalui whatsap pun mengalami beberapa kesulitan yaitu alat dan data internet. Sehingga tidak semua siswa mengikuti pelajaran.Kemudian, belajar dirumah diperpanjang lagi. Siswa dianjurkan untuk menyaksikan tayangan TVRI sesuai instruksi sekolah melalui program TVRI bertajuk “Belajar dari Rumah”. Siswa menonton penjelasan suatu topik pelajaran. Tayangan TVRI menarik untuk mengisi kegitan belajar dirumah.

 Sumatera Selatan, kota Palembang termasuk dalam zona Merah saat itu,  maka untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona dan mencegah penyebaran cluster virus di lingkungan sekolah maka proses kegiatan belajar mengajar dirumah diperpanjang. Guru ditantang untuk berinovasi  membuat proses belajar mengajar yang kreatif tetapi tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi siswa. Berbeda dengan sekolah swasta lain di kota besar. Siswa yang saya ajar itu rata-rata berasal dari keluarga ekonomi ke bawah. Hanya beberapa siswa yang memiliki handphone dan mampu membeli paket intermet. Pilihan untuk mengajar melalui platform zoom atau google classroom itu sangat tidak cocok untuk keadaaan siswa saya. Maka sekolah kami menetapkan sistem mengajar melalui patform google sites dan google formulir. Libur tahun ajaran baru saya isi dengan mempersiapkan proses belajar mengajar NEW NORMAL untuk tahun ajaran baru di bulan Juli. Kesulitan yang saya alami dalam merancang materi mengajar adalah keterbatasan alat berupa laptop. Saya memiliki laptop yang usianya sudah 12 tahun. Tetapi keterbatasan tidak mengalangi saya untuk berinovasi. Ini adalah pengalaman pertama membuat google sites, google formulir dan youtube belajar (Youtube saya Wulan Dara Auli). Saya pun merasa senang dan terus berinovasi merancang proses belajar mengajar yang menarik dan mudah dimengerti.  Saya membuat ruang belajar di google sites dan latihan soal berupa pertanyan melalui google formulir. Digoogle Sites,   saya beri nama English Site. Emglish sites adalah alat pedomam siswa untuk memahami materi seperti buku belajar siswa.  Karena di English sites berisi materi berupa documen yang bisa siswa salin atau download. Di  English sites juga saya siapkan video saya mengajar melalui Youtube . Dengan adanya video belajar di youtube diharapkan siswa bersemangat untuk belajar meskipun belajar dirumah. Saya pun mencoba untuk membuat video Youtube dan video tersebut harus singkat tetapi jelas sehingga tidak menguras data intenet siswa saya. Pengalaman pertama membuat video youtube dan mengedit video. Dan ini merupakan pengalaman menarik dan menatang. Selain itu, di English sites pun saya lengkapi dengan latihan soal berupa pertanyaan baik itu pilihan ganda dan uraian. Siswa pun dapat langsung mengetahui hasil latihan soalnya saat kegiatan daring berlangsung.

Tahun ajaran baru pun dimulai sejak bulan Juli, siswa pun dibuat group whatsap per kelas. Dan guru membagikan link belajar melalui google sites. Menjalani proses belajar mengajar NEW NORMAL mengalami kendala dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa. Berbeda dengan metode tatap muka. Metode tatap muka membuat siswa lebih fokus dan mudah memahami pelajarannyan. Karenanya, proses belajar-mengajar yang dijalankannya selama tiga bulan belakangan tidak maksimal karena hanya bisa memberikan dua mata pelajaran per hari. Meski pelajaran disampaikan dengan bantuan teknologi, kadang ada masalah teknis seperti gangguan sinyal, atau gangguan lain seperti situasi rumah yang tidak ideal untuk mencerna pelajaran.Namun saya merasa tantangan terbesarnya saat ini adalah bagaimana menjaga semangat murid-muridnya dalam kondisi yang tidak ideal ini.

Untuk menjaga kondisi siswa agar terus bersemangat, saya pun selalu berkomunikasi dengan mereka melalui whatsapp dan membantu mereka mengatasi kesulitan belajar dan memahami materi pelajaran.

Pengalaman unik dalam proses kegiatan belajar mengajar dimasa new normal ini siswa dan guru lebih fleksibel. Siswa bisa belajar sambil rebahan, makan ataupun minum. Kadangkal, siswa saya pun tidak mandi. Setiap akhir kegiatan belajar mengajar siswa saya wajib mengirimkan emoticon ke whatsap saya. Emoticon ini sebagai  refleksi siswa terhadap kegiatan belajar mengajar di era new normal ini. Jika mereka mengerti dan senang  dengan materi pelajaran saat itu maka mereka mengirimkan emoticon tersenyum dan bila siswa tidak mengerti pelajaran saat itu maka mereka harus mengirimkan emoticon sedih. Ini adalah satu cara saya untuk menjalani komunikasi dan mengatasi permasalah dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa pun dapat memberikan saran atau kritik jika materi belajar atau video yang saya berikan teralalu cepat dan sulit dimengerti. Sering kali, dikarenakan sering menerima banyak respon whatsap membuat handphone saya pun menjadi error. Tetapi inilah kegiatan belajar mengajar di era new normal. Kita harus  menerima keadaan sulit ini dan beradaptasi dengan cepat  maka keadaan sulit pun tidak  menjadi halangan. Kadang kala, beberapa siswa menayakan hal-hal seperti : “Miss, Kapan bisa sekolah tatap muka?” Atau “Miss, aku bosan belajar seperti ini. “Miss, kami rindu sekolah” belum lagi pertanyaan yang bernada marah “Miss, kami bayaran terus kok kami sekolah seperti ini?” Sebagai seorang guru saya wajib menjelaskan terus keadaan sulit ini. Mengapa mereka harus belajar dirumah dan menyarankan apa yang harus mereka lakukakan agar mereka tidak bosan dirumah dengan berolahraga.

Selain mempersiapakan kelas virtual atau daring seperti mempersiapkan google sites, google formulir dan video di youtube. Saya juga menyiapakan materi yang akan dikirm untuk beberapa siswa yang mengikuti kelas luring. Siswa-siswa yang mengikuti kelas luring adalah siswa yang tidak mampu secara ekonomi. Materi luring itu berupa print out materi yang sudah saya persiapkan dan rancang dengan menarik serta dilengkapi dengan latihan soal. Kemudian, walikelas akan mendatangi rumah siswa dan mengirimkan materi tersebut. Dan orang tua akan mengirimkan kembali hasil dari latihan soal ke sekolah. Kelemahan dari kelas luring bagi beberapa siswa yang mengikuti adalah mereka hanya membaca materi, melihat gambar tidak mendengarkan penjelasan berupa video dari saya.

Pandemi virus korona ini adalah ruang memperbaiki kompetensi guru. Sebelum pandemi, saya dan guru lainnya mengajar tatap muka dan hanya menggunakan fasilitas sederhana seperti LCD. Sedangkan di masa pandemi ini kami ditantang untuk tidak gagap teknologi. Membuat sites atau membuat soal melalui google formulir, serta membuat video belajar di youtube. Dibalik sebuah musibah berupa  pandemi virus korona ada sebuah hikmah salah satunya adalah Pandemi ini menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi para guru terutama saya  untuk dapat melakukan proses-proses pembelajaran secara fleksibel, kreatif dan inovatif.

Selain  itu dalam proses belajar mengajar di masa new normal bukan hanya tantangan untuk siswa dan guru saja. Tetapi, peran orang tua membimbing dan menemani proses belajar dirumah sangatlah penting.

Saya  menyadari belajar dari rumah sebagai sebuah ‘new normal’ yang harus dilakukan, setidaknya selama beberapa bulan ke depan. Inti dari kegiatan belajar mengajar di masa new normal ini adalah kita tidak terlalu menuntut siswa, tugas yang diberikan lebih sederhana. Dan hal yang paling penting adalah penguatan karakter siswa untuk lebih memahami keadaan, tetap displin dan bertanggung jawab.

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat sore Ibu Fatimah 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi ibu pada Guraru Writing Competition 2020.

    Kami sungguh mengapresiasi pengalaman Ibu dimana Ibu menyiapkan secara khusus materi luring dalam bentukjprint out materi dan rancangan menarik dilengkapi dengan latihan soal dan mengirimkan materi n dengan mendatangi rumah para siswa. Dari #sharing ibu kali ini kami dan rekan guru lainnya bisa belajar banyak dan semoga bisa menambah motivasi rekan guru lainnya!

    Sehat selalu Ibu Fatimah! semoga beruntung di kompetisi Guraru kali ini 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar