2

Pengalaman Mengikuti Tes CPNS 2018 – Part 3 (0)

AfanZulkarnain January 21, 2021

Tulisan ke-38 Tahun 2021

Penulis : Moch Afan Zulkarnain

Alhamdulillah, aku dinyatakan lolos ke tahap SKB. Aku berada di peringkat 69 dari 85 formasi guru matematika yang dibutuhkan. Sementara peserta SKB ada 147 orang. Peringkatku agak sedikit menakutkan karena hanya selisih 16 peringkat dari posisi terbawah. Maka aku harus memaksimalkan SKB agar setidaknya aku bisa mempertahankan posisi 69 tersebut. Namun pemilik sertifikat pendidik menjadi ancamanku saat itu, aku takut peringkat terbawah ada yang memiliki sertifikat pendidik sehingga mereka bisa menggeser posisiku yang belum bersertifikat pendidik.

Tapi, ya sudahlah. Aku tetap easy going. Jalani saja. Kalaupun gagal pun tidak apa.

Tes dilaksanakan dalam empat hari di Asrama Haji Sukolilo pada Bulan Desember 2018. Beruntung waktu itu sudah liburan semester satu, jadi aku tak perlu meminta izin ke sekolah. Namun tetap aku harus meminta izin ke manajemen radio tempat aku siaran. Aku beralasan ada kegiatan pelatihan di Surabaya selama lima hari. Aku kembali berbohong hehe…

Aku bernagkat ke lokasi bersama tiga rekan yang juga berasal dari Banyuwangi. Kami menyewa sebuah kamar di asrama tersebut dan menginap bersama.

Tahapan pertama adalah psikotes. Jadi kami tiba di lokasi pukul 5 pagi, sementara tes diadakan pukul 7 tepat. Jujur , aku mengantuk sekali saat mengikuti tes tersebut. Sempat tertidur beberapa menit, lalu terbangun karena ada peserta di sebelah memanggilku untuk meminjam pensil 2b. Alhamdulillah setelah terbangun , badan dan pikiranku kembali segar. Aku pun menyelesaikan semua tes psikologi hingga waktu yang ditentukan selesai. Untuk soal psikotes sama seperti tes psikologi pada umumnya.

Tahapan berikutnya adalah wawancara. Setiap peserta memiliki jadwal wawancara tersendiri. Aku kebagian pada hari ketiga SKB. Ada dua penguji yang duduh di hadapanku. Mereka memintaku untuk mempraktekkan tata cara sholat hingga mengaji. Tak lupa mereka juga menanyakan berbagai pertanyaan. Alhamdulillah aku menjawab dengan baik. Tahukah kalian, nilai wawancaraku sangat tinggi, kawan dibanding nilai psikotes maupun tes potensi kerja.

Tahapan terakhir adalah tes potensi kerja. Kami diminta mengajar. Adanya perangkat pembelajaran seperti RPP dan media pelajaran dapat menambah point penilaian. Untungnya aku membawa komik matematika yang sering aku gunakan untuk mengajar di sekolahku yang dulu.

Selain diminta praktek mengajar kami juga dites kemampuan menggunakan komputer. Kami diminta mengoperasikan microsoft word, excel dan power point. Awalnya aku berpikir akan memiliki kendala pada excel, namun ternyata aku memiliki kendala pada sesuatu yang aku anggap mudah, microsoft word. Entahlah mircrosoft word pada laptopku mengalami trouble sehingga tak bisa mengeksekusi dengan baik, meskipun aku menyelesaikan tugas yang diberikan.

Jujur, aku merasa insecure karena hal itu. Aku mulai berpikir, sepertinya aku bakal gagal. Di perjalanan ke Banyuwangi aku merasa bahwa perjuanganku hanya sampai di sini. Aku hibur hatiku, mungkin Allah akan memberikan rencana indah untukku.

Begitulah waktu berlalu. Aku sudah melupakan tes SKB. Aku kembali ke rutinitas sebagai penyiar radio maupun guru di sebuah SMP swasta.

Sekitar pertengahan Januari 2019, seorang teman tiba-tiba mengirimku sebuah pesan pada pagi hari usai aku memberi bimbingan belajar persiapan ujian nasonal. Ia mengucapkan selamat untukku sembari membagikan beberapa lembar pdf. Aku download, aku buka dan baca. Pengumuman kelulusan tes CPNS, dan alhamdulillah namaku tertera di sana. Bukan peringkat 69, melainkan 24.

Aku langsung menjerit kegirangan, dan meluncur menuju masjid dekat sekolah. Aku sujud syukur di sana. lama sekali. Air matapun mengaliri pipi hingga membasahi lantai masjid. Aku sangat bersyukur.

Saat itulah aku baru menyadari bahwa seluruh cpns akan disebar penempatannya. Ada banyak kemungkinan aku akan ditempatkan di luar kota.

Jujur aku merasa takut. Aku takut harus meninggalkan sekolahku secepatnya. Padahal aku memiliki tanggung jawab untuk membimbing anak-anak kelas 9 persiapan UN matematika. Maka dari itu, setelah proses pemberkasan, aku selalu berdo’a agar SK CPNS turun setelah UN Matematika terselenggara.

Hari itu juga aku menyampaikan kabar itu kepada Bapak Kepala Sekolah. Beliau memberiku ucapan selamat. Beliau sangat baik. Bahkan beliau mengatakan, “sampai SK turun Pak Afan tetap disini saja. Jangan berhenti.”

Aku juga menyampaikan ke pada manajemen radio. Aku katakan sejujurnya bahwa aku lolos seleksi dan ada kemungkinan ditempatkan di luar kota. Mereka merasa kehilangan, demikian juga aku. Alhamdulillah, bosku sangat baik. Beliau menyampaikan hal yang sama dengan Kepala Sekolahku, “sampai sk turun Mas Revan tetap di sini saja. Jangan berhenti.”

Begitulah aku masih menjalani profesiku sebagai gur dan penyiar hingga kabar itu datang. Akhir Mei 2019, SK CPNS turun. Kami menerima SK di Kanwil Surabaya. Dan benar adanya. Saat aku buka map berisi SK, aku ditempatkan di luar kota. Jombang, sebuah kota yang tak pernah aku datangi sebelumnya.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar