0

Pengalaman Mengikuti Tes CPNS 2018 – Part 1 (0)

AfanZulkarnain January 20, 2021

Tulisan ke-34 Tahun 2021

Penulis : Moch Afan Zulkarnain

(Memberi Bimbingan Matematika Seorang Pegawai Honorer untuk Ikut Tes CPNS)

Juni 2018. Seorang Ibu menghubungiku. Ia mengaku mendapatkan nomerku dari seorang kenalan. To the point ia mengutarakan maksudnya. Ia ingin aku memberikan les matematika untuk putranya yang akan mengikuti seleksi cpns. Putranya telah bekerja sebagai honorer di salah satu institusi milik pemerintah. Tahun ini adalah kesekian kalinya ia mengikuti tes cpns. Selalu berakhir kegagalan.

Dengan jujur aku mengatakan kepada beliau, bahwa aku belum pernah mengikuti tes cpns sama sekali. Aku tak punya pengalaman. Aku merasa, aku tak layak membimbing orang yang mau mengikuti tes cpns sedangkan aku sendir tak pernah mengikuti tes tersebut sama sekali. Namun Ibu itu bersikeras. Intinya beliau minta aku mengajari cara menyelsaikan soal matematika saja.

Aku pun menyanggupi. Kami berunding jadwal dan “tanda terima kasih.”

Sehari setelah mendapatkan telpon tersebut, aku langsung ke salah satu toko buku di banyuwangi. Aku berburu buku tes cpns. Dua buku aku beli dan aku pelajari. Alhamdulillah dalam sehari saja, aku sudah mengerti tipe-tipe soal matematikanya.

Sesuai jadwal, aku pun melakukan tugasku, membimbing seorang pegawai honorer institusi pemerintahan yang usianya hanya terpaut dua tahun denganku. Aku ingat betul, ia selalu menanyakan hal ini, “Masnya ndak tertarik untuk ikut tes juga?”

Aku hanya menggeleng perlahan. Aku belum memiliki keinginan untuk itu.

Sayangnya, kami hanya belajar selama tiga kali pertemuan. Pekerjaan yang membuatnya tak bisa melanjutkan. Ia sering lembur sampai malam. Beberapa kali ia meminta untuk berganti jadwal, tapi tak bisa karena terbentur dengan jadwalku siaran.

Entah, apakah dia diterima atau tidak. Aku tidak tahu.

Awalnya aku berpikir bahwa buku soal-soal tes CPNS itu tak berguna lagi. Namun di lain waktu, buku itu sangat bermanfaat sekali.

(Ajakan Rekan Guru Mengikuti Tes CPNS)

Informasi mengenai kebutuhan formasi CPNS 2018 menjadi trending topic di sekolah tempatku mengajar waktu itu. Salah satu rekan guru sangat menggebu-gebu. Ia juga mengajakku. Mumpung ada kesempatan dan aku masih muda, begitu katanya.

Saat itu aku masih asyik menggeluti dua pekerjaan. Guru dan Penyiar. Aku berpikir aku tak bisa meninggalkan dunia radio. Radio telah menghidupiku bertahun-tahun. Aku belum siap apabila nanti akan berhenti dari situ.

“Pilih saja formasi di Banyuwangi.” begitu kata temanku.

Namun sayangnya, saat itu tak ada kebutuhan formasi guru matematika di wilayah pemkab Banyuwangi. Kalau mau mendaftar, bisa, tapi di luar kota. Aku tak bisa. Dunia radio sangat berat aku tinggalkan. Terlebih ada orang tua yang harus aku jaga.

Aku menghela napas panjang dan mulai berpikir bahwa memang bukan rezekiku saat itu.

Aku tipikel orang yang easy going. Tidak ada kesempatan untukku ikut tes cpns, ya udah gak apa-apa. Tidak masalah. Mungkin Allah akan memberikan aku kesempatan untuk lebih belajar lagi bagaimana manjadi guru yang baik di sekolahku.

Aku sudah meluapakan tes CPNS.

Selang dua minggu, seorang rekan kuliah menghubungiku. Ada formasi guru matematika di empat madrasah aliyah negeri di Banyuwangi, begitu katanya. Formasi di bawah Kementerian Agama. Ia mengajakku untuk mendaftar. Ia sama sepertiku, tak mau mengikuti tes cpns di luar kota dan merasa kecewa karena saat itu tak ada formasi guru matematika di kota kami.

Aku tak terlalu meresponnya, aku masih berat di dunia radio. Namun untuk membuatnya senang aku pun mengiyakan.

Esoknya aku mengabari informasi mengenai formasi guru matematika tersebut kepada sesama rekan guru di sekolahku. Setelah membaca beberapa lembar pdf yang aku bagikan kepadanya, ia pun memutuskan untuk mengikuti tes CPNS Kementerian Agama formasi guru Bahasa Inggris. Demikian pula dengan rekanku yang lain yang ternyata sudah tahu informasi hal itu. Ia mendaftar sebagai guru Agama Katolik. Kami bertiga, pulang sekolah, mendaftar bersama-sama secara online. Ini adalah swa foto yang dipersyaratkan awal seleksi administrasi. Tangan kanan memgang KTP dan tangan kiri memgang kartu aktivasi akun sscn.

Sampai menunggu pengumuman hasil seleksi administrasi, aku giat belajar. Tentu, aku belajar dengan memanfaatkan buku soal-soal yang awalnya aku beli untuk membimbing seorang pegawai honorer yang akan mengikuti tes cpns. Ternyata buku itu berguna juga.

Alhamdulillah, kami bertiga lolos seleksi administrasi. Namun sayang, jadwal tes SKD kami berbeda-beda.

Oya, aku sama sekali tak memberi tahu keluargaku bahwa aku mengikuti tes ini. Hanya rekan-rekan di sekolah yang tahu. Aku baru menyampaikan hal itu pada ibuku dua hari sebelum berangkat tes SKD di Surabaya. Sementara manajemen radioku juga belum aku beri tahu. Saat mengikuti tes SKD, aku hanya izin dua hari dengan alasan ada pelatihan sekolah di Surabaya.

Alasanku untuk tak terlalu berkoar-koar adalah mengikuti tes seperti ini bagaikan mencari jarum di tengah jerami. Sulit sekali. Banyak peluang gagalnya dibanding peluang berhasilnya. Maka langkah tepat adalah tidak terlalu banyak mengabarkan keikutsertaan. Apabila gagal maka aku tidak terlalu malu. Nanti saja kalau benar-benar dinyatakan lolos, baru aku beri tahu.

(bersambung)

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar