0

Penegakan SKB Butuh Komitmen Bersama (0)

oloan February 28, 2021

Intoleransi cenderung berkembang sebagai kebiasaan dan sering kali tidak tertulis di sekolah. Realitas ini menjadi tantangan penegakan Surat Keputusan Bersama Mendikbud, Mendagri, dan Menag. Kita harus menyambut baik dan bersikap positif atas sikap Pemerintah terutama dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyerahkan keputusan memakai atau tidak memakai seragam dengan atribut agama tertentu kepada setiap individu di sekolah negeri.

Pengawasan terhadap penegakan kebijakan ini sangat penting, sehingga nantinya ditengah-tengah masyarakat atau dalam dunia pendidikan, Surat Keputusan Bersama tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang ditetapkan 3 Februari 2021.

SKB ini ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. SKB Tiga Menteri ini menegaskan Pemda dan sekolah negeri tidak boleh mewajibkan ataupu melarang pemakaian seragam dan atribut agama tertentu di sekolah. Keputusan memakai ataupun tidak memakai seragam dengan atribut agama tertentu diserahkan kepada setiap individu, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.

Komisioner Komisi Perlindugan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Kamis (4/2/2021), di Jakarta, mengatakan, SKB Tiga Menteri itu menjadi jawaban sekaligus menghentikan berbagai polemik tentang pakaian seragam dengan atribut keagamaan tertentu di sekolah negeri.

Ketentuan warga sekolah negeri berhak memilih pakaian seragam dan atribut dengan atau tanpa kekhususan agama merupakan perwujudan Hak Asasi Manusia (HAM). Penyelenggaraan pendidikan sudah seharusnya berdasarkan nilai demokrasi, berkeadilan, non-diskriminatif, dan menjunjung tinggi HAM. KPAI mendorong pemerintah pusat menyosialisasikan SKB Tiga Menteri ke sekolah-sekolah. Pemahaman tentang perlunya menyemai semangat keberagaman juga mesti disampaikan ke tengah-tengah siswa dan guru.

Kepala Bidang Kajian Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Agus Setiawan mengatakan, hal terpenting setelah dikeluarkannya SKB Tiga Menteri adalah pengawasan pemerintah pusat terhadap pelaksanaan SKB tersebut di daerah.

“Sebab, intoleransi telah menjadi budaya, namun menjadi bahaya laten di sejumlah ekosistem pendidikan. Ini lebih berbahaya dan mesti diwaspadai,” ujar Agus.

Memang benar, sekolah melalui para guru harus menghadirkan ruang perjumpaan perbedaan kepada siswa. Tujuannya adalah menepis prasangka negatif terhadap perbedaan. Sebagai ruang publik, sekolah seharusnya menyajikan keberagaman sebagai fakta sosial bangsa Indonesia. Ini berarti sekolah mesti memberikan ruang perjumpaan dan menghadirkan perbedaan kepada siswa sejak dini serta menghargai perbedaan itu.
Selain itu, pendidikan juga merupakan rekayasa sosial untuk melahirkan manusia-manusia Indonesia yang berkarakter nasionalis, religius, beradab, dan mampu toleransi terhadap perbedaan di lingkungan sekolah.

“SKB Tiga Menteri baru dikeluarkan ketika kasus muncul. Artinya, implementasi sekolah yang menyajikan keberagaman selama ini tidak terjadi. Jangan-jangan jika ada kasus intoleran lagi, pemerintah buat aturan baru lagi,” tuturnya.

Menhan memandang ketentuan dalam SKB Tiga Menteri mesti dipahami guru sehingga mampu menjelaskan kepada siswa. Ada kemungkinan kebijakan SKB Tiga Menteri memunculkan guncangan kultural terhadap praktik berseragam di sekolah.

Sebab, selama ini tidak sedikit masyarakah memahami konsep saleh melalui atribut keagamaan yang dipakai sehari-hari. Di sekolah, pemahaman terhadap konsep itu juga berkembang. Oleh karena itu kita berharap adanya kesadaran dari kita untuk memanfaatkan sekolah sebagai ruang perjumpaan keberagaman yang perlu dibangun. Dan guru adalah aset penting dari perwujudan keberagaman itu.

Salam..

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar