2

Pendidikan HAM Untuk Indonesia Lebih Baik (0)

oloan December 10, 2020

Materi HAM atau Hak Asasi Manusia telah ada sejak kita belajar di SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Kemajuan suatu bangsa sehingga mampu bersaing dengan bangsa lainnya ditentukan oleh beberapa faktor.

(1) Sebagian dari kemajuan itu (45%) ditentukan oleh kemampuan bangsa untuk melakukan inovasi dan kreativitas, (2) sebagian (25%) ditentukan oleh kemampuan membangun networking (jaringan), (3) kemampuan menguasai teknologi (20%), dan (4) hanya sebagian kecil (10%) ditentukan oleh sumber daya alam (natural resources).

Untuk tingkat SD, bahwa pemberian materi HAM harus disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Materi HAM diajarkan sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak SD sehingga mudah dipahami oleh anak. Secara fisik, anak usia SD masih memasuki tahap perkembangan yang sangat pesat. Berbagai otot dan tulang mengalami penguatan sehingga anak cenderung aktif dalam melakukan kegiatan fisik seperti bergerak, berlari, dan tidak pernah diam di tempat. Kebutuhan untuk melakukan aktivitas fisik anak SD perlu dipenuhi agar anak berkembang dengan baik.

Untuk tingkat SMP/MTs terdapat materi pengertian HAM dan landasan hukum penegakan HAM di perundang-undangan nasional, analisis kasus pelanggaran HAM, serta lembaga terkait perlindungan HAM. Adapun untuk SMA/MA/SMK materinya terdiri atas pengertian HAM, upaya pemerintah dan peran masyarakat dalam menegakkan HAM, juga instrumen atau dasar hukum yang mengatur HAM.

Dokumen deklarasi HAM telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 500 bahasa, hingga kini. Setelah 71 tahun dokumen ini diadopsi, Deklarasi HAM masih menjadi dasar ketika menemukan hal ataupun tantangan baru dalam pemenuhan hak-hak asasi manusia. PBB mengangkat sebuah tema untuk Hari HAM Sedunia setiap tahunnya.

Tahun ini, tema Hari HAM Sedunia terkait dengan pandemi Covid-19 dan berfokus pada kebutuhan untuk membangun kembali dengan lebih baik dengan memastikan hak asasi manusia adalah inti dari upaya pemulihan.

PBB berupaya mencapai tujuan global bersama dengan menciptakan peluang yang sama untuk semua, mengatasi kegagalan yang diekspos dan dieksploitasi oleh Covid-19, dan menerapkan standar hak asasi manusia untuk mengatasi ketidaksetaraan, pengucilan, dan diskriminasi yang mengakar, sistematis, dan antargenerasi. Tanggal 10 Desember adalah kesempatan untuk menegaskan kembali pentingnya hak asasi manusia dalam membangun kembali dunia yang kita inginkan, kebutuhan akan solidaritas global, serta keterkaitan kita dan kemanusiaan bersama.

Di bawah seruan umum HAM PBB untuk bertindak “Berdiri untuk Hak Asasi Manusia”, PBB bertujuan untuk melibatkan masyarakat umum, mitra dan keluarga PBB untuk mendukung tindakan transformatif dan menunjukkan contoh praktis dan inspiratif yang dapat berkontribusi untuk memulihkan lebih baik dan membina lebih banyak masyarakat yang tangguh dan adil. Krisis Covid-19 diperparah dengan kemiskinan yang semakin dalam, meningkatnya ketidaksetaraan, diskriminasi struktural dan mengakar, serta kesenjangan lain dalam perlindungan hak asasi manusia.

Krisis Covid-19 diperparah dengan kemiskinan yang semakin dalam, meningkatnya ketidaksetaraan, diskriminasi struktural dan mengakar, serta kesenjangan lain dalam perlindungan hak asasi manusia. Untuk pulih dari krisis, kita juga harus mengatasi pandemi ketimpangan.

Untuk itu, kita perlu memajukan dan melindungi hak ekonomi, sosial, dan budaya dengan menerapkan Pendidikan HAM sejak dini di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan.

Kita harus mampu mendorong partisipasi dan solidaritas: Dari individu hingga pemerintah, dari masyarakat sipil dan komunitas akar rumput hingga sektor swasta, setiap orang memiliki peran dalam membangun dunia pasca-Covid yang lebih baik untuk generasi sekarang dan masa depan.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar