2

Pembelajaran Tatap Muka 2022, Apa yang Harus Diperhatikan? (0)

Pengelola Guraru January 27, 2022
Pembelajaran Tatap Muka 2022, Apa yang Harus Diperhatikan?

Pada webinar “Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2022” (2/1/2022), Jumeri, S.TP., M.Si., selaku Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud Ristek menegaskan bahwa mulai Januari 2022, semua satuan pendidikan pada wilayah PPKM level 1, 2 dan 3 wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. 

Pada webinar yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kemendikbud Ristek dan Kementerian Kesehatan ini, Jumeri juga mengatakan Pemda tidak boleh melarang PTM terbatas bagi wilayah yang memenuhi kriteria dan tidak boleh menambahkan kriteria yang lebih berat.

Pasalnya, dalam peraturan PTM terbatas tahun 2022, orang tua/wali peserta didik dapat memilih PTM terbatas atau PJJ bagi anaknya sampai semester satu tahun ajaran 2021/2022 berakhir. Namun, ketika memasuki semester dua tahun ajaran atau tahun akademik 2021/2022 (Januari 2022) semua sekolah wajib mengikuti PTM terbatas.

Dengan adanya berbagai perubahan yang harus dipatuhi oleh stakeholder sekolah, guru juga perlu mempersiapkan diri untuk menjalani pembelajaran tatap muka 2022 serta update informasi mengenai aturan PTM 2021/2022 yang baru selama pandemi masih berlangsung.

Hal yang Harus Diperhatikan Stakeholder Sekolah Saat PTM

Mengutip website Menpan, menurut riset yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terhadap 3.391 siswa SD dari tujuh kabupaten/kota di empat provinsi, pada bulan Januari 2020 dan April 2021 menunjukkan bahwa pandemi menimbulkan kehilangan pembelajaran (learning loss) yang signifikan.

Atas dasar tersebutlah pendidikan di Indonesia harus kembali pulih dengan cara melakukan pembelajaran tatap muka disaat masa pandemi yang dinilai sudah terkendali seperti saat ini. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan pihak sekolah untuk mendukung berjalannya PTM yang efektif? Simak beberapa hal yang perlu diketahui dan dijalani stakeholder sekolah sesuai dengan SKB 4 Menteri 2022 di bawah ini.

Baca juga: Tips Pembelajaran Selama Tatap Muka yang Interaktif

1. Vaksinasi Tenaga Pendidikan dan Peserta Didik

Meskipun bukan syarat mengikuti PTM terbatas, orang tua/wali diimbau mendorong anaknya yang sudah memenuhi syarat untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Tak terkecuali para pendidik, sebab bagi tenaga pendidik yang menolak vaksinasi tanpa alasan jelas padahal memenuhi syarat menerima vaksin, akan diberikan sanksi administratif seperti yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020. 

Namun bagi tenaga pengajar yang tak dapat melakukan vaksinasi karena riwayat penyakit dan mempunyai surat pernyataan dari dokter, dapat mengajar secara online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Nah, wajibnya vaksinasi ini selaras dengan SKB 4 Menteri mengenai Pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 diatur dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia di atas 50 persen dan peserta didik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di tingkat kabupaten/kota, pembelajaran tatap muka dilaksanakan:

(1) Setiap hari;

(2) Jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas ruang kelas; dan

(3) Lama belajar paling banyak 6 (enam) jam pelajaran per hari.

  1. Satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 50 persen sampai dengan 80 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia sebanyak 40 persen sampai dengan 50 persen dan peserta didik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di tingkat kabupaten/kota, pembelajaran tatap muka dilaksanakan:

(1) Setiap hari secara bergantian;

(2) Jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas; dan

(3) lama belajar paling banyak 6 (enam) jam pelajaran per hari.

  1. Satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di bawah 50 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia di bawah 40 persen di tingkat kabupaten/kota, pembelajaran tatap muka dilaksanakan:

(1) Setiap hari secara bergantian;

(2) Jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas; dan

(3) Lama belajar paling banyak 4 (empat) jam pelajaran per hari.

Baca juga: Cara Membuat Video Pembelajaran Tatap Muka dengan PowerPoint

2. Selama PTM Berlangsung, Kesehatan Paling Utama

Mengingat kondisi imun setiap orang berbeda, pihak sekolah wajib memberi kelonggaran kepada tenaga pengajar dan murid untuk tetap melaksanakan PJJ jika terkena flu dan batuk. 

Sebab, pada SKB 4 menteri berisi aturan bahwa syarat kondisi medis warga satuan pendidikan yang mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas adalah: 

  • Tidak terkonfirmasi COVID-19 maupun tidak menjadi kontak erat COVID-19;
  • Sehat dan jika mengidap penyakit penyerta (komorbid) harus dalam kondisi terkontrol; dan 
  • Tidak memiliki gejala COVID-19, termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan.

3. Syarat Sekolah Menghentikan PTM

Sekolah wajib menghentikan sementara penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas dan dialihkan menjadi PJJ selama 14 (empat belas) hari, apabila:

  • Terjadi klaster penularan COVID- 19 di satuan pendidikan;
  • Hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 5 persen atau lebih; dan/atau
  • Warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi hitam (kasus konfirmasi dan kontak erat COVID-19) pada aplikasi Peduli Lindungi sebanyak 5% atau lebih;

Selain itu, pihak sekolah dapat  menghentikan sementara penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas pada rombongan belajar yang terdapat kasus COVID-19 dan dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh selama 5 (lima) hari apabila:

  • Terbukti bukan merupakan klaster penularan COVID-19 di satuan pendidikan; atau
  • Hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi COVID- 19 di bawah 5 persen.

Apabila kondisi sudah terkendali dan PTM dapat dilaksanakan kembali, pihak sekolah wajib memastikan bahwa: 

  • Penerapan protokol kesehatan dan daftar periksa siap untuk dilaksanakan oleh satuan pendidikan bersangkutan; dan 
  • Warga satuan pendidikan yang terkonfirmasi dan kontak erat COVID- 19 sudah tertangani.

Baca juga: Memahami Pendidikan Karakter & Cara Menerapkannya

4. Pihak Sekolah Wajib Membentuk Satuan Tugas Penanganan COVID-19

Dalam SKB  menteri, tertulis bahwa pihak sekolah diimbau untuk membentuk satuan tugas penanganan COVID-19 dengan komposisi sebagai berikut:

a). Tim pembelajaran, psikososial, dan tata ruang;

b). Tim kesehatan, kebersihan, dan keamanan; dan

c). Tim pelatihan dan humas;

Satuan tugas penanganan COVID- 19 beranggotakan: 

a). Pendidik;

b). Tenaga kependidikan 

c). Orang tua/wali peserta didik; dan

d). Masyarakat sekitar satuan pendidikan.

Apabila satuan pendidikan memiliki kendala keterbatasan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan, maka fungsi satuan tugas penanganan COVID- 19 dilaksanakan oleh kepala satuan pendidikan. Para anggota yang bertugas menangani COVID-19 di lingkungan sekolah wajib membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Satuan Pendidikan (RKAS) terkait pendanaan kegiatan sosialisasi, peningkatan kapasitas, dan pengadaan sarana prasarana sanitasi, kebersihan, dan kesehatan satuan pendidikan.

Baca juga: 7 Ide Aktivitas Belajar yang Menyenangkan Setelah Liburan 

5. Strategi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas

Apabila PTM terbatas sudah mendapatkan izin dari orang tua atau wali peserta didik, guru dapat menerapkan empat metode pembelajaran, yaitu:

  • Praktik: Menerapkan pemahaman dalam bentuk yang konkret alias tindakan nyata untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
  • Diskusi: Mencari solusi atau jawaban terhadap suatu pertanyaan yang diberikan dalam kelompok untuk mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik.
  • Refleksi: Mengenali, menandai dan menilai upaya dan capaian belajar yang telah dicapai untuk menentukan langkah perbaikan dan pengembangan selanjutnya. 
  • Umpan Balik: Memberikan umpan balik terhadap hasil pengerjaan tugas peserta didik dengan tujuan peserta didik mengetahui bagian mana yang sudah dikerjakan.

Itulah beberapa hal yang perlu pihak sekolah ketahui dan patuhi untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka 2022 selama pandemi masih berlangsung sesuai dengan SKB 4 menteri. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda dalam menerapkan kualitas pendidikan yang baik di tengah pandemi Covid-19 ini.

Comments (2)

    • Halo Bapak Hasanudin. Terima kasih atas feedback yang disampaikan. Pantau terus social media dan website Guraru untuk update informasi dan activity lainnya dari Guraru ya. Sukses selalu. 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar