4

PEMBELAJARAN PROYEK BERBASIS STEM DAN KREATIVITAS SISWA DI MASA COVID 19 (0)

kanti warih ade indriani September 25, 2020

Dampak pandemi Virus Corona kini sudah merambah ke dunia pendidikan. Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan meluasnya penularan Virus Corona (Covid-19).

Peniadaan seluruh aktivitas pendidikan, membuat pemerintah dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif sebagai proses pendidikan bagi peserta didik maupun mahasiswa yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan pada lembaga pendidikan. Salah satunya adalah model pembelajaran daring.

Untuk matematika, saya berpikir bahwa jika siswa diberikan tugas tertulis tentu akan bernasib sama dengan mata pelajaran lainnya, hanya sebagian kecil saja yang akan mengerjakan. Karena terkendala oleh sulitnya pengontrolan siswa dan pemberian konsekwensi melalui pembelajaran jarak jauh seperti ini.

Oleh sebab itu, saya mempunyai ide untuk memberikan tugas matematika berupa proyek berbasis STEM dengan memanfaatkan sampah anorganik yang banyak di lingkungan sekitar.

Pertimbangan saya memilih ide ini adalah Selain mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan sebagai sarana media pembelajaran, juga dapat mendukung program pemerintah yang saat ini lagi gencar-gencarnya digalakkan, yaitu program “NTB Zero Waste 2022”.

Tujuan lainnya adalah untuk memotivasi siswa agar dapat mengekspresikan kreativitasnya serta menghilangkan persepsi siswa bahwa matematika selalu identik dengan mengerjakan soal-soal yang syarat dengan berhitung dan membosankan.

Kelebihan Pembelajaran Proyek-STEM

                Pembelajaran proyek-STEM, adalah pembelajaran berbasis proyek dengan mengintegrasikan bidang-bidang STEM yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika. Pembelajaran menggunakan pendekatan STEM ini sangat potensial untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna karena siswa dilatih memecahkan masalah matematika melalui proyek yang diterintegrasikan dengan satu atau bidang ilmu yang lain.

Penerapan STEM yang diintegrasikan kedalam model pembelajaran proyek dapat memberikan pengalaman kepada siswa bahwa matematika bermanfaat nyata bagi kehidupan.

Mitos bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit, membosankan dan rata-rata siswa berpandangan bahwa matematika tidak berguna dalam kehidupan nyata sehari-hari. Masih nampak pada siswa saya. Sehingga pada saat kegiatan KBM di kelas mayoritas siswa kurang aktif dan belum termotivasi.

           Dalam STEM project-based learning siswa diajak untuk melakukan pembelajaran yang bermakna dalam memahami sebuah konsep. Siswa diajak bereksplorasi melalui sebuah kegiatan proyek, sehingga siswa terlibat aktif dalam prosesnya

                Pembelajaran Proyek-STEM terdiri dari 5 tahapan. Yaitu refleksi, riset, penemuan, aplikasi, dan komunikasi. Tahap refleksi adalah membawa siswa kedalam konteks masalah dan memberikan feedback kepada siswa agar dapat segera mulai menyelidiki dan juga bermaksud untuk menghubungkan apa yang diketahui dan apa yang dipelajari.

                Tahap riset adalah bentuk penelitian siswa. Selama tahap riset, guru lebih sering membimbing diskusi untuk menentukan apakah siswa telah mengembangkan pemahaman konseptual dan relevan berdasarkan proyek. Tahap penemuan umumnya melibatkan proses menjembatani riset dan informasi yang diketahui dalam penyusunan proyek.

Sedangkan tahap aplikasi bertujuan untuk menguji solusi dalam memecahkan masalah. Tahap komunikasi merupakan tahap akhir

Gambaran Kegiatan siswa

Sebelum memberikan penugasan ke siswa, saya menyiapkan RPP yang memuat sintaks pembelajaran proyek berbasis STEM. Saya juga menyiapkan instrumen penilaian dan laporan kegiatan. Setelah itu saya menyiapkan beberapa contoh video proses mengolah sampah menjadi bahan yang bermanfaat dan memuat unsur sains atau teknologi maupun teknik enjinering.

                Lewat media sosial whatsapp grup saya memberikan penugasan tersebut ke siswa. Bagi siswa yang tidak tergabung kedalam WA grup, fihak sekolah memfasilitasi pendistribusian dan pengumpulan tugasnya melalui beberapa orang yang ditunjuk sebagai koordinator wilayah dalam bentuk print out.

                Tiap minggu siswa mendapatkan satu tugas. Dalam tugas tersebut guru memberi pilihan kepada siswa untuk menentukan sendiri produk yang akan dibuat. Boleh disesuaikan dengan contoh yang diberikan oleh guru, maupun membuat dengan ide sendiri. Siswa diminta menuliskan laporan tugasnya berupa nama produk, alat dan bahan, proses pembuatan, kelebihan dan kekurangan produk, sistem kerja alat, serta saran perbaikan. Antusiasme siswa dalam proses pengerjaan tugas dinilai sebagai sikap antusias dan progres. Tiap langkah dalam pengerjaan tugas tersebut didokumentasikan dan foto dokumentasi tersebut di-upload ke grup WA kelas. Guru mengapresiasi hasilnya.

Kreativitas Siswa

Kadang orang berpendapat bahwa kreativitas itu hanya dalam bidang seni maupun sains saja. Apakah kreativitas ada dalam matematika? jawabannya tentu saja “Ya”. Didalam matematika harus memiliki namanya kemampuan berpikir fleksibel yang penting dalam memecahkan masalah. Dan kemampuan ini merupakan salah satu daripada komponen kreativitas. Oleh sebab itulah dalam matematika pun ada kreativitas.

Salah satu upaya pembelajaran yang dapat mendorong kreativitas siswa ini adalah dengan pembelajaran yang bermakna tetapi menyenangkan (joyful and meaningful). Caranya adalah mentimulus siswa agar aktif dan terlibat secara langsung dalam pembelajaran.

Inilah pentingnya siswa diberikan keleluasaan untuk mendapatkan pengalaman dan pemahamannya melalui aktivitas belajar yang diperoleh melalui pengamatan dan penemuan atau eksperimen-eksperimen yang mereka buat.

Mereka dapat pula diberi keleluasan menggunakan berbagai peralatan dan media teknologi dan informasi, termasuk menggunakan fasilitas internet untuk memperkaya pengalaman belajar mereka, atau sarana menuangkan ide atau gagasan. Tentunya hal seperti itu akan menambah daya kreativitas siswa di kelas maupun di luar kelas.

Output pembelajaran proyek-STEM ini adalah siswa dapat menghasilkan suatu produk sederhana yang memuat sains, teknologi, maupun teknik enjinering. Berikut ini merupakan beberapa contoh hasil kerja siswa.

Dari hasil produk-produk yang dibuat siswa tersebut membuktikan bahwa siswa sudah mampu mengeksplorasi kemampuan kreativitas mereka.  

Aspek-aspek kreativitas yakni fluency (kelancaran), fleksibility (keluwesan), elaborasi (pengembangan gagasan) dan, originality (keaslian). Terlihat dari hasil kerja siswa.

Saat ditanyakan dari mana ide membuat produk tersebut, ada yang memang dari ide sendiri, berdasarkan pengalaman, ide dari keluarga atau teman, tetapi rata-rata mendapatkan ide dari internet. Artinya siswa sudah dapat memanfaatkan teknologi dan kemampuan mendesain produk terapan sederhana.

Implementasi konsep STEM nya mereka tuangkan dalam hasil laporan produk yang dibuat. 

Respon siswa setelah pembelajaran

Penerapan pembelajaran proyek berbasis STEM ini memberikan pengalaman baru bagi siswa. Pengalaman kontekstual yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika pengumpulan tugas, siswa ditanya tentang tugas matematika, beberapa tanggapan siswa adalah “senang kalo disuruh membuat seperti ini daripada mengerjakan soal”. “Walaupun belajar dirumah jadi tidak membosankan, karena ada kerjaan membuat produk ini”.

Bahkan beberapa siswa meminta tugas baru ataupun menawarkan diri untuk membuat lagi produk yang lainnya, padahal belum waktunya untuk tugas berikutnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Pembelajaran matematika setelah diterapkan pembelajaran proyek-STEM ini dapat mendorong motivasi siswa. Siswa menyukai matematika, artinya pembelajaran kali ini menarik.

Dan dari hasil tugas siswa yang terkumpul hampir semua siswa mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan. Keragaman karya juga membuktikan pembelajaran proyek-STEM bagus untuk diterapkan dalam upaya mendorong kreativitas siswa.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience

Comments (4)

  1. Selamat malam Ibu Kanti 😉
    Terima kasih banyak atas partisipasi Ibu di Guraru Writing Competition 2020.

    Ide ibu mengadaptasikan STEM pada pembelajaran Matematika sangat menginspirasi untuk para rekan guru lainnya, dimana terdapat berbagai cara untuk mengabungkan teknik pembelajaran demi meningkatkan semangat belajar para murid. Terima kasih atas #sharing yang luar biasa bermanfaat Ibu Kanti.

    Ayo rekan guraru-ers, selain terinspirasi dari Ibu Kanti, Bapak & Ibu yang memiliki ide-ide hebat lainnya, juga bisa saling bertukar informasi di #GuraruWritingCompetition kali ini 😉

  2. @pengelola guraru..Alhamdulillah, kalo ide saya bisa diterima. Saya juga senang berbagi pengalaman dengan teman-teman guru dimanapun berada. Saya bersyukur dapat bergabung di guraru ini, dimana saya juga dapat belajar dari pengalaman-pengalaman guru-guru hebat se-nusantara.
    @Mandala Sukiman..kebetulan saya senang melakukan riset sederhana untuk karya tulis ilmiah. Alhamdulillah sudah ada beberapa yang sudah publikasi. Ini salah satunya yang saya terapkan di siswa pak. Kalo ide, saya dapatkan dari berbagai pelatihan dan diklat yang saya ikuti. Seperti Elpsa, seameo qitep, P4tk, dll. Tentu saja saya modifikasi untuk disesuaikan dengan keadaan di daerah kami.
    Terimakasih atas perhatiannya…

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar