19

Pembelajaran PAIKEM GEMBROT, Metode Belajar Memanfaatkan Perangkat IT Meningkatkan Minat Belajar Pada Materi Desain Grafis dan Internet (+7)

oloan May 15, 2015

Salam Guraru, kali ini saya aka mempresentasikan pengalaman saya dalam mengajar pembelajaran TIK di sekolah. Saat ini, di jaman yang semakin edan, guru dituntut juga harus dapat mengajar dengan cara yang lebih edan untuk mengalahkan bencana jaman edan. Jaman edan ditandai dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi dan telah merambah ke dunia pendidikan, yang mana perhatian siswa atau peserta didik bukan lagi 100% kepada guru ataupun pelajaran. Namun, miris kita lihat para siswa kita asyik ber-hp-ria, ber-medsos-ria dan terkesan tidak memperhatikan guru, pelajaran, cuek, dan sebagainya.
Nah, sementara itu harapan masyarakat akan dunia pendidikan, dimana harapan akan adanya peningkatan mutu pendidikan yang diwujudkan terciptanya Sumber Daya Manusia yang berdaya saing, berkarakter, mencintai lingkungan, kreatif, inovatif dan yang paling penting adalah bisa menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi selalu diletakkan dipundak para guru, khususnya guru-guru TIK.
Sejauh mana peran guru berlatar belakang TIK dalam memberi kontribusi terhadap prestasi peserta didiknya? Guru adalah ujung tombak dalam proses pendidikan, tanpa guru (pendidik) maka proses pembelajaran itu ibarat “Sayur tanpa Garam”, proses pembelajaran itu terasa hambar, tanpa tujuan yang menetap. Walaupun peserta didik bisa belajar sendiri, namun kehadiran sosok Guru sangatlah penting untuk mengarahkan peserta didik dalam proses belajarnya. Intinya, keberadaan Guru dalam kelas saat pembelajaran sangat vital fungsinya. Maka, seorang guru dituntut harus mampu mewujudkan proses belajar mengajar yang maksimal agar bisa efektif mencapai tujuan materi yang disampaikan, selain itu guru juga harus bisa memancing peserta didik kreatif, inovatif dan aktif dalam proses pembelajaran.

Konsep PAIKEM GEMBROT
Konsep PAIKEM, yaitu Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan bahkan ditambah dengan GEMBROT (Gembira dan Berbobot) adalah pembelajaran yang bersifat face to face, artinya peserta didik selain memperhatikan guru, juga harus berhadapan langsung dengan computer, baik itu notebook, netbook, laptop, PC (personal computer), ipad, gadgate, maupun alat-alat teknologi informasi dan komunikasi yang dimilikinya maupun yang disediakan oleh sekolah (di laboratorium computer) dan guru mengajarkan praktek langsung bagaimana menggunakan alat-alat komunikasi tersebut bermanfaat bagi peserta didik dan bagaimana peserta didik menggunakan atau mengakses fasilitas internet yang baik dan benar dan sesuai dengan etika yang ada di Indonesia.
Sebab, internet dengan segala fasilitasnya adalah bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi, internet dengan segala fasilitasnya adalah ibarat guru yang maha pintar, maha tahu akan segala informasi, tetapi disisi lain internet juga bisa menjerumuskan peserta didik kita ke arah yang paling negative, misalnya: konten-konten porno yang seharusnya belum bisa diakses oleh anak seumuran mereka sehingga ada timbul niat jahat, fasilitas social media yang kadang digunakan untuk menyerang atau menyakiti (bulying) teman atau orang lain, judi online dan game online yang lebih banyak negative daripada positifnya bagi pertumbuhan anak seusia mereka.

Untuk materi Desain Grafis, adalah salah satu materi pembelajaran untuk mengembangkan jiwa seni (art), kreatifitas, inovasi peserta didik SMA Negeri 13 Medan kelas XII dengan menggunakan media Teknologi Informasi dan Komunikasi, dalam hal ini menggunakan perangkat Komputer PC, Laptop, Notebook, Netbook yang telah disediakan aplikasi Adobe Photoshop dan Corel Draw. Ilmu Desain Grafis merupakan salah satu cabang Ilmu Komputer yang mempelajari bagaimana memanipulasi gambar model suatu objek dengan menggunakan computer. Kategori Desain Grafis yang begitu banyak, meliputi: Printing (Percetakan), Web Desain (Desain untuk halaman Web), Pembuatan film, animasi termasuk CD, DVD dan CD Multimedia untuk promosi, Identifikasi (logo), EGD (Environmental Graphic Design) yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industry, dan arsitek taman, sementara alokasi waktu yang disediakan untuk belajar materi ini hanya 2 jam pelajaran per minggu, sehingga sudah menjadi keharusan untuk memilih metode, model, strategi proses belajar mengajar yang tepat, cepat dimengerti dan tidak membosankan tetapi menarik minat dan bakat peserta didik.
Dengan menggunakan model pembelajaran “Project Based Learning”, adalah model pengajaran dan pembelajaran yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik dalam suatu proyek yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam kelompok dengan menggunakan aplikasi berbasis Desain Grafis.

Gambar Skema Kepala Bernomor Terstruktur Modifikasi dari Numbered Heads Together pada materi Internet

Gambar Skema Kepala Bernomor Terstruktur Modifikasi dari Numbered Heads Together pada materi Internet


Project Based Learning (PBL) dan Konsep PAIKEM GEMBROT
Munculnya gagasan tentang metode pembelajaran berbasis proyek diawali dengan adanya metode problem-based learning. Problem-based learning sendiri berawal dari fenomena di lapangan yaitu banyak dari lulusan pendidikan medis (kedokteran) yang memiliki pengetahuan faktual dan akademik tinggi namun tidak mampu menerapkan pengetahuannya dalam penanganan pasien sungguhan. problem-based learning dikembangkan pada akhir 1960-an untuk tujuan utama yakni digunakan untuk pelatihan dokter di Universitas McMaster di Ontario, Kanada (Florin, 2010). Setelah mengkaji tentang pendidikan yang dilakukan terhadap calon tenaga medis maka dikembangkan suatu program pembelajaran yang menempatkan calon tenaga medis ke dalam situasi simulatif yang dikenal dengan problem-based learning.
Hampir semua guru memahami bagaimana budaya industri / industrialisasi telah mengubah tatanan masyarakat dan mereka mengakui bahwa sekolah-sekolah sekarang harus beradaptasi dengan era baru. Sudah jelas bahwa peserta didik membutuhkan keduanya, pengetahuan dan keterampilan, untuk bersaing di era baru ini. Kebutuhan ini tidak hanya didorong oleh permintaan tenaga kerja dengan kinerja tinggi yang dapat merencanakan, berkolaborasi, dan berkomunikasi dengan baik, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab. Oleh karena itu maka penulis pun menggunakan metode Project Based Learning, dimana Project-based learning adalah suatu metode pembelajaran sistematis yang melibatkan peserta didik dalam belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui proses penyelidikan terhadap masalah-masalah nyata dan pembuatan berbagai karya atau tugas yang dirancang secara hati-hati.
Materi Desain Grafis sangat cocok menggunakan model pembelajaran Project-based learning, karena dengan model pembelajaran ini, kreativitas peserta didik dapat dibangun dengan usaha kelompok bersama untuk menghasilkan karya inovasi yang berguna dan dapat dipasarkan. Peserta didik yang telah dibagi perkelompok diberi tanggung jawab untuk menghasilkan karya-karya sesuai dengan kemampuan mereka dibidang:
1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout), digunakan untuk pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dimana aplikasi ini diajarkan agar peserta didik mampu mengatur penempatan teks, gambar yang diambil dari aplikasi lain, misalnya aplikasi yang digunakan untuk mengolah Tata Letak : Adobe FrameMaker, Adobe In Design, Adobe Page Maker, Corel Ventura, Microsoft Publisher, Quark Publisher.
2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis, digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis, sehingga sering disebut sebagai illustrator program, karena seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi garis (lengkung maupun lurus). Aplikasi yang diperkenalkan kepada peserta didik adalah : Adobe Illustrator, Beneba Canvas, Corel Draw, Macromedia Freehand, Metacreations Expression, Micrografx Designer.
3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar, dimanfaatkan untuk mengolah gambar atau memanipulasi foto (photo retouching), dimana semua objek yang diolah oleh aplikasi ini dianggap merupakan kombinasi dari beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan warna. Aplikasi yang diperkenalkan bagi peserta didik: Adobe Photoshop, Corel Photo Paint, Macromedia Xres, Metacreations Painter, Metacreations Live Picture, Wright Image, dll.
4. Aplikasi Pengolah Film/Video, aplikasi yang digunakan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dll). Aplikasi yang diperkenalkan kepada peserta didik : Adobe After Effect, Power Director, Show Biz DVD, Ulead Video Studio, Element Premier, dll.
5. Aplikasi Pengolah Multimedia, aplikasi yang digunakan untuk membuat presentasi tentang media pembelajaran, promosi, profil perusahaan, profil sekolah yang dikemas dalam bentuk CD maupun DVD, yang didalamnya dapat berupa film/video, animasi, teks, gambar dan suara yang dirancang sebagus mungkin sehingga pesan yang disampaikan lebih interaktif, kreatif, inovatif dan menarik. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini : Macromedia Authorware, Macromedia Director, Macromedia Flash.
Sangat diharapkan perpaduan antara kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang baik dan mempunyai etika. Sehingga nantinya dihasilkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berdaya saing dan berintegritas tinggi terhadap bangsa dan Negara Indonesia.

PENUTUP
Sistem Pendidikan yang baik dan benar akan mewujudkan generasi yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan bertanggung jawab kepada masyarakat luas, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia, sehat, memiliki ilmu pengetahuan, memiliki self-skills, life-skills, mampu memanfaatkan ICT, cakap, kreatif, mandiri dan mampu menjadi warga negara yang demokratis, oleh karena itu di sekolah-sekolah, pendidik atau guru harus mampu melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya (mata pelajaran yang di ajarkan) kepada peserta didik.
Jadi, masihkah kita terus berkutat pada pertanyaan “Penting nga sih Pelajaran TIK dalam Kurikulum?”, jawabannya, jika kita ingin Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkarakter, menguasai TIK dan ingin Mandiri, mari kita belajar dan mengajarkan TIK dengan baik dan benar.
Medan, 15 Mei 2015

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

01

Comments (19)

  1. pak Rusdi Mustapa….benar pak dengan pembelajaran Paikem Gembrot..kita sudah tau bahwa kita memang guru yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat..terimakasih pak..semoga menginspirasi…

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar