1

Pembelajaran Multi Aplikasi Teknologi Internet (0)

Agus Wahidi, M.Pd October 18, 2020

Belajar di era pandemi tantangan yang menarik dan sekaligus berat bagi Bapak dan Ibu Guru di sekolah. Dan Tentunya juga orang tua ya. Bagaimana tidak Guru dan Orang Tua selain mencari format yang terbaik untuk belajar siswa, juga harus langsung menguasai teknologi internet ketika menggunakan pembelajaran daring. Menariknya adalah pasti para guru dan orang tua akan menemui hal hal baru yang selama ini mereka lewatkan, entah karena tidak tertarik dan dianggap sepele tentang aplikasi yang ada di komputer(PC, HP, tablet etc.) dan di Internet. Guru yang dulunya tidak familiar dengan membuat konten di youtube menjadi familiar , bahkan mendadak ada yang menjadi youtuber. Yang dulu tidak pernah terpikirkan untuk membuat aplikasi sendiri mulai membuat aplikasi android sendiri. Inilah hebatnya manusia yang berprofesi guru, harus update dan harus serba bisa tetapi tetap rendah hati dan tidak sombong.

Pembelajaran yang dilakukan oleh guru minimal harus melalui tahapan diagnostik non kognitif berupa pengenalan konsisi psiko sosial siswa dan orang tua. Guru harus mengetahui bagaimana kendala dan ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki siswa dan orang tuanya. Dengan mengetahui kondisi ini maka guru baru menentukan media dan metode pembelajaran apa yang paling sesuai. Selanjutnya baru masuk pada tahapan pembelajaran.

Pada pelaksanaan pembelajaran guru berusaha semaksimal mungkin menarik minat dan perhatian para siswa. Guru membuat hal yang menarik siswa dengan media dan metode yang dilakukan dalam pembelajaran. Media dengan pembelajaran daring bisa menggunakan beberapa aplikasi berupa Video, Kuis Interaktif, Live streaming, dan game Interaktif dan lain sebagainya yang masih banyak bisa dipilih dan dipakai oleh guru. Pemanfaatan media ini tidak boleh lepas dari koridor paedagogi. Media yang ditampilkan harus mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Dimana tujuan pembelajaran hari ini sesuai dengan kebijakan Kemendikbud RI menggunakan kemerdekaan belajar, jadi kreatifitas guru untuk mencapai optimalisasi pembelajaran sesuai dengan karakter lingkungannya masing-masing.

Media melalui proses perencanaan yang matang, agar media optimal keberhasilan membantu menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Selama ini banyak diklat-diklat atau workshop oleh beberapa organisasi ataupun oleh instansi banyak yang melupakan koridor-koridor perencanaan. Yang dituntut atau yang diajaran hanya bagaimana menggunakan aplikasi atau cenderung teknis operasional aplikasi, belum menyentuh pada perencanaan yang sarat dengan unsur paedagogi, sehingga yang tampil adalah materi atau kontennya seperti konten para vloger dan youtuber yang tujuannya sudah sangat berbeda. Efek extra ordinary dari media yang ditampilkan terkadang tidak memperhatikan karekater audience yang diinginkan, malah cenderung mencari sensasi efek dan teknik yang canggih dalam mengoperasikan media.

Pemanfaatan beberapa teknologi dan pembelajaran dapat dilakukan guru. Sebagai contoh untuk diskusi dapat menggunakan google meet, zoom, streamyard, MSTeam meeting, webex etc. Penggunaan diskusi atau tatap layar (TL) ini sebagai seorang pendidik masih sangat diperlukan pembentukan katrakter oleh seorang guru kepada siswanya. Dalam berintaeraksi TL ini guru dapat menanamkan sikap toleransi, sikap disiplin, sikap ingin tahu. Guru dengan menggunakan aplikasi ini minimal harus mengetahui feature-feature yang ada. Dan ini berimbas pada aplikasi yang berbayar tentunya, mau edisi lengkap atau standar? Ujung ujungnya uang juga ya. Kerena aplikasi yang berbayar tentukan lebih lengkap ada aplikasi kerja kelompok untuk zoom menggunakan breaking room, ada aplikasi share screen, balcboard etc.

Untuk penilaian dapat menggunakan aplikasi form office, quizziz, google form, moodle etc.Pemanfaatan multi aplikasi ini bermanfaat bagi para siswa terutama utama untuk literasi teknologinya. Karena sekarang ini literasi ini yang sangat berperan dalam peningkatan kualitas diri seseorang. Sampai Alvin Tofler menyampaikan bahwa orang yang buta huruf di abad 21 adalah bukan orang yang tidak bisa baca, tetapi orang yang tidak berliterasi terhadap lingkungan yang dihadapinya. so jangan, jadul jadul amat ya. Dunia sudah berubah.

#WrittingCompetition#NewNormalTeachingExperience

1 2

Comments (1)

  1. Selamat Malam 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar