6

Perbedaan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) dengan Kerja Kelompok (0)

Yusmini February 16, 2021

Hai sahabat Guraru-ers. Kali ini kita akan mengenal lebih jauh unsur dasar yang membedakan cooperative learning dengan kerja kelompok.

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning berasal dari kata cooperative dan learning. Cooperative dapat diartikan mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim.

Berikut ini beberapa pengertian cooperative learning menurut beberapa ahli.

Menurut Slavin (1995) dalam Isjoni (2010: 15), cooperative learning adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif, sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar.

Anita Lie (2000) dalam Isjoni (2010: 16) menyebut cooperative learning dengan istilah pembelajaran gotong royong, yaitu sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dengan siswa lain dalam tugas-tugas yang terstruktur.

Sedangkan menurut Johnson & Johnson (1994) dalam Isjoni (2010: 17), cooperative learning adalah mengelompokkan siswa di dalam kelas ke dalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dengan kemampuan maksimal yang mereka miliki dan mempelajari satu sama lain dalam kelompok tersebut.

Perbedaan Cooperative Learning dengan Kerja Kelompok

Pada hakikatnya istilah pembelajaran kooperatif atau cooperative learning banyak yang menganggap sama dengan kerja kelompok. Walaupun cooperative learning terjadi dalam bentuk kelompok, tetapi tidak setiap kerja kelompok dapat dikatan cooperative learning.

Terdapat 5 unsur dasar yang membedakan cooperative learning dengan kerja kelompok menurut Bennel (1995) dalam Isjoni (2010: 41), yaitu:

  1. Positive Interdepedence
    • Positive interdepedence yaitu hubungan timbal balik yang didasari adanya kepentingan yang sama atau perasaan di antara anggota kelompok dimana keberhasilan seseorang merupakan keberhasilan yang lain pula atau sebaliknya. Untuk menciptakan suasana tersebut, yang perlu dilakukan guru adalah merancang struktur dan tugas-tugas kelompok yang memungkinkan setiap siswa untuk belajar, mengevaluasi dirinya dan teman kelompoknya dalam penguasaan dan kemampuan memahami bahan pelajaran tersebut.
  2. Interaction Face to face
    • Yang dimaksud dengan interaction face to face yaitu interaksi yang langsung terjadi antar siswa tanpa adanya perantara. Dalam interaksi ini tidak ada penonjolan kekuatan individu, yang ada hanya pola interaksi dan perubahan yang bersifat verbal di antara siswa. Selanjutnya pola interaksi dan perubahan tersebut dapat ditingkatkan oleh adanya saling hubungan timbal balik yang bersifat positif sehingga dapat memengaruhi hasil pendidikan dan pengajaran.
  3. Adanya tanggung jawab pribadi mengenai materi pelajaran dalam anggota kelompok.
    • Dengan adanya tanggung jawab pribadi tersebut akan menyebabkan siswa termotivasi untuk membantu temannya. Hal ini disebabkan karena tujuan dalam cooperative learning adalah menjadikan setiap anggota kelompoknya menjadi lebih kuat pribadinya.
  4. Membutuhkan keluwesan
    • Pembelajaran kooperatif membutuhkan keluwesan, maksudnya adalah menciptakan hubungan antar pribadi, mengembangkan kemampuan kelompok, dan memelihara hubungan kerja yang efektif.
  5. Meningkatkan keterampilan bekerja sama dalam memecahkan masalah (proses kelompok)
    • Adapun tujuan terpenting yang diharapkan dapat dicapai dalam cooperative learning adalah siswa belajar keterampilan bekerja sama dan berhubungan. Hal tersebut merupakan keterampilan yang penting dan sangat diperlukan di masyarakat.

Beberapa contoh model pembelajaran kooperatif diantaranya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, model pembelajaran kooperatif tipe Make a match, dan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).

Demikianlah pembahasan tentang unsur dasar yang membedakan cooperative learning dengan kerja kelompok. Pada pembahasan selanjutnya akan dibahas mengenai keterampilan-keterampilan kooperatif yang dapat dipelajari peserta didik dalam penerapan model pembelajaran kooperatif.

*Semoga bermanfaat*

Sumber:

Isjoni. 2010. Cooperative Learning, Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Comments (6)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar