0

Pembelajaran Konsep kimia dengan logika induktif (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 7, 2021

Pembelajaran kimia sebagai salah satu cabang ilmu IPA atau sains sangat disarankan mengasah ketrampilan siswa untuk berpikir induktif pada materi=materi tertentu yang berkaitan dengan fenomena alam. Melatih kemampuan untuk menyimpulkan atau secara umum ketrampilan berpikir.

Pada pembelajaran dengan menggunakan logika induktif ini siswa secara langsung berpraktek seperti ilmuwan dalam menemukan suatu konsep. Pada saat pembelajaran siswa step by step mempelajari tentang konsep dengan jerih payah mencari sendiri.

Berikut ini contoh sederhana pembelajaran kimia dengan menggunakan logika induktif. Dari konsep -konsep yang spesifik yaitu tentang listrik, elektron, tegangan, potensial tegangan, reaksi redoks, dan perpindahan elektron dapat menemukan konsep tentang larutan elektron. Pada pembelajaran ini siswa tidak hanya menghafal definisi tentag larutan elektrolit tetapi juga menghubungkan beberapa konsep yang ada membentuk suatu proposisi-proposisi yang mengkonstruksi dalam pikiran atau kognitif siswa untuk menjelaskan apakah larutan elektrolit tersebut.

Pertanyaan lanjutan tidak hanya pada apakah larutan elektrolit tersebut, tetapi berkembang pada pertanyaan lanjutan yang dapat dijawab dengan racikan konsep yang terbentuk dan teramu sendiri dalam kognisi siswa. Sehingga menghasilkan produk berupa peta konsep.

Berikut ini gambaran singkat lesson plan pembelajaran konsep larutan elektrolit menggunakan logika induktif pada pembelajaran kimia di kelas X SMA.

Materi Pokok    :               Elektrokimia

Konsep                 :               Listrik – Elektron – tegangan – potentensial – reaksi redoks – perpindahan elektron

Konsep khusus

Larutan elektrolit

Kegiatan Pembelajaran

Langkah 1

Mengadakan percobaan tentang sifat elektrolit larutan

  1. Guru memberikan arahan kepada siswa tentang perangkaian alat dan bahan percobaan dengan bagan sebagai berikut :
  • Siswa diberikan 3 sampel larutan yang sudah diketahui yaitu Larutan H2SO4 ( air akki ), Larutan asam asetat ( larutan cuka), dan air ledeng dalam suatu wadah yang terpisah (Erlenmeyer).
  • Siswa melakukan percobaan dengan menguji 3 sampel larutan tersebut secara terpisah dengan alat yang sudah dirangkai seperti tersebut di atas.
  • Siswa mencatat pengamatan yang dilakukan dengan tabulasi sebagao berikut :
  • Siswa mencari refensi/literature tentang ke 3 larutan sampel tersebut.
  • Dari hasil ke pengamatan dan data literature siswa mengadakan diskusi dan menyimpulkan tentang  pengertian :
  • Larutan elektrolit
  • Larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah
  • Larutan non elektrolit
  • Siswa melakukan presentasi kelompok hasil diskusi dan percobaan yang dilakukan.
  • Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan.
  • Guru memberikan arahan dan rasional tentang kesimpulan yang diambil oleh siswa dengan pertanyaan.
  • Bersama dengan siswa , guru membuat peta konsep dari beberapa konsep yang sudah dicari pengertiannya dalam langkah sebelumnya.

Suatu materi pembelajaran akan diingat siswa jika materi tersebut bermakna atau bersinggungan langsung dengan dunianya, dengan model pembelajaran ini yang bercirikan kesesuaian antara kemampuan dan pengetahuan siswa dengan dunia nyata maka pembelajaran dengan logika induktif akan memberikan efek optimal terhadap ingatan siswa terhadap materi bahan ajar. Pembelajaran sangat berkaitan dengan kemampuan ingatan atau kemampuan memori, sehingga dengan dua media pembelajaran yaitu peta konsep yang merupakan media pembelajaran dengan menekankan pada pembelajaran bermakna dan pembangunan struktur konsep dengan dua dimensi serta dengan media pengalaman riil lingkungan yang menekankan pada pembelajaran yang dengan dunia nyata yang dengan dimensi yang berbeda .

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar