2

PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING DI ERA KEBIASAAN BARU SD NEGERI 29 IDAI DAERAH 3T PERBATASAN MALAYSIA (0)

NIKEN EKA PRIYANI, S.Pd, M.Pd , Gr. October 18, 2020

SD Negeri 29 Idai merupakan salah satu sekolah yang berada di daerah 3T yang berbatasan dengan Negara Malaysia yang berlokasi di Desa Idai, Kecamatan Ketunggau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasi sekolah yang jauh dari Kabupaten yaitu sekitar kurang lebih 10 jam serta lokasinya yang dikelilingi bukit, hutan dan ladang sawit tidak menjadikan SD Negeri 29 Idai menjadi sekolah dalam kategori zona hijau. Sebagian besar warga penduduk asli di desa Idai menggantungkan nasibnya pada industri sawit dan lada. Berdasarkan hasil pertemuan rapat komite sekolah yang dilaksanakan pada awal tahun akademik dengan stakeholder sekolah, terdapat keinginan kuat dari orang tua siswa untuk meminta anaknya masuk ke sekolah selama masa pandemi dan tidak memberlakukan belajar dari rumah ataupun belajar jarak jauh. Keinginan tersebut bertolak belakang dengan Surat Edaran Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Surat Edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang. Kondisi Geografis sekolah, kendala sinyal, tidak adanya perangkat gawai yang dimiliki siswa, kesibukan orang tua di kebun menjadi sebuah pertimbangan tersendiri bagi pihak sekolah dalam merumuskan resolusi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) secara luring di SD Negeri 29 Idai.

Gambar 1. SDN 29 Idai yang terletak di Desa Idai Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia

            Sekolah menyadari bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak akan efektif jika dilaksanakan atau dipaksakan. Solusi pelaksanaan kegiatan dengan pembelajaran luring menjadi sebuah pilihan yang diangap bijak dengan tetap mengacu pada Protokol Covid-19 dan panduan kegiatan pembelajaran di Era New Normal yang dikeluarkan oleh Kemdikbud. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara bergilir dimana siswa setiap kelas datang ke sekolah selama 1 (satu) hari secara bergilir, sehingga tidak akan terjadi kerumunan siswa dalam jumlah banyak di sekolah. Sebelum pembelajaran dimulai guru telah meminta siswa untuk memakai masker yang telah dibagikan secara gratis kepada siswa, namun terkadang siswa lupa membawa maskernya sehingga siswa diminta untuk mengambil maskernya terlebih dahulu karena rumahnya tidak begitu jauh. Sekolah juga telah membuat tempat cuci tangan menggunakan dana bantuan operasional sekolah, membeli handsinitizer, sabun cuci tangan untuk dapat digunakan oleh guru dan siswa. Siswa yang sedang batuk maupun sakit juga dilarang datang ke sekolah. Selama 1 hari datang ke sekolah bertemu dengan bapak dan ibu guru dirasakan cukup menjadi penghibur dan penyemangat mereka untuk terus belajar selama masa pandemi. Selama proses pembelajaran yang begitu singkat namun terasa bermakna karena anak-anak tetap semangat mengikuti pembelajaran. Sebagai seorang guru juga harus memiliki kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran sehingga anak di sekolah dengan waktu yang sangat singkat namun terkesan dan materi yang disampaikan oleh guru akan melekat dan teringat oleh siswa. Salah satu pembelajaran yang diberikan oleh guru pada masa pandemi covid-19 adalah dengan model pembelajaran joyfull learning atau pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan (joyfull learning) adalah suatu proses pembelajaran yang membuat suasana belajar menjadi menyenangkan sehingga anak-anak merasa senang untuk belajar tidak merasa sebagai beban serta Guru memposisikan diri sebagai fasilitator dan mitra belajar bagi siswa. Sebagai contohnya saja dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran joyfull learning misalnya dalam materi penjumlahan, maka guru menggunakan dadu 2 buah dadu yang dibuat dari kertas lipat dan setiap sisi-sisinya diberi angka-angka. Kemudian anak diminta melemparkan kedua buah dadu tersebut dan melihat angka yang terlihat setelah dilempar dan anak menjumlahkan angka tersebut. Hal ini bisa dibuat permainan dengan lomba adu cepat berhitung dengan temannya siapa cepat itulah pemenangnya. Sehingga dengan adanya permainan ini anak merasa senang dan suasana pembelajaran menjadi menyenangkan seperti yang ditunjukkan pada gambar 2 dan 3 berikut ini.

            Pada pembelajaran joyfull learning juga bisa diterapkan dengan belajar di luar ruangan dengan belajar sambil bermain. Dengan melaksanakan pembelajaran luar ruangan atau outdorr learning diharapkan suasana pembelajaran menjadi menyenangkan sehingga siswa mudah untuk mempelajari materi pelajaran. Misalnya saja dalam pembelajaran matematika anak diminta mencari daun berjumlah dua puluh buah kemudian Guru nanti merefleksi hasil yang didapatkan siswa apakah benar jumlah daun yang didapatkan dan ternyata anak-anak merasa senang belajar di luar ruanagan. Setelah proses pembelajaran sebelum pulang ke rumah siswa juga mengambil tugas yang sudah disiapkan guru kelas untuk dikerjakan di rumah. Keinginan untuk mengajar siswa, mencerdaskan siswa, membimbing siswa ketika masa pandemi COVID-19 di daerah terdepan terluar dan tertinggal menjadi sebuah penyemangat bapak dan ibu guru di SD Negeri 29 Idai. Guru dituntut untuk membiasakan siswa menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan setelah pembelajaran, menjaga jarak antar siswa, menggunakan handsinitizer ketika di sekolah. Meminta siswa membiasakan diri untuk menggunakan masker saat pembelajaran adalah kesulitan utama dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru di Era New Normal ini, berulang kali siswa harus diingatkan untuk tetap menggunakan masker, namun mereka menjawab “tidak bisa bernafas bu!”, sebagian lagi menjawab “tidak suka bu pakai masker, boleh dilepas bu!”. Namun setelah berulang kali diingatkan, dinasehati dan diberi penjelasan ketika di dalam kelas, siswa-siswi menjadi terbiasa. Bahkan sebagian siswa telah meminta orang tuanya untuk membuat tempat cuci tangan dari ember seperti yang ada di sekolah. Adaptasi di Era New Normal berubah menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru, dimana diharapkan guru, siswa serta orang tua mampu beradaptasi dalam menghadapi perubahan yang terjadi akibat pandemi COVID-19. Pemerintah mengharapkan guru tetap mengajar siswanya baik secara daring maupun luring, guru tetap beraktivitas melaksanakan kegiatan administrasi sekolah, siswa tetap harus belajar dan mendapatkan ilmu dan pengetahun, orang tua juga tetap bisa produktif bekerja untuk menghidupi keluarganya. Salah satu upaya dalam mendukung adaptasi kebiasan baru ini adalah adanya Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi, dimana bantuan ini dimanfaatkan pihak sekolah untuk kelancaran administrasi akademik dan mendukung pembelajaran selama pandemi COVID-19.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience

Comments (2)

  1. Selamat Malam 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar