1

Pembelajaran Jarak Jauh Melalui Siaran Radio Disambut Antusias (0)

Aisyah Fitriyani October 17, 2020

Pembelajaran jarak jauh bagi siswa dan mahasiswa sebagai bentuk kebijakan pemerintah dalam mengurangi penyebaran covid-19. Sistem pendidikan di Indonesia pun harus melakukan perubahan dan inovasi selama pembelajaran jarak jauh berlangsung.

Hal ini tentunya tak lepas dari berbagai macam kendala. Banyaknya aktifitas di rumah pada anak-anak dapat menyebabkan mental terganggu. Pembelajaran jarak jauh juga semakin sulit diterapkan karena teknologi tak memadai.

Ditambah lagi, tenaga pendidik serta orang tua yang tak paham cara menggunakan teknologi. Melalui siaran radio, diharapkan dapat membantu siswa menjadi lebih paham. Para guru juga melakukan home visit untuk memantau siswa. Metode ini disambut antusias oleh para orang tua dan juga peserta didik.

Sulitnya Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Seorang Tenaga Ahli GIS/Pemetaan dan juga sebagai tenaga pengajar bimbingan belajar bersedia menceritakan keadaan di sekitar rumahnya.  Sebagai masyarakat yang tinggal di zona merah, pembelajaran jarak jauh harus dilakukan.

Mendengar keluh kesah orang tua yang tinggal di sekitar rumahnya, ia pun tergerak untuk membantu dengan suka rela. Anak-anak kelas 5 dan kelas 6 SD yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas dan ujian, dipersilahkan datang ke rumahnya.

Selama medampingi anak-anak belajar, ada saja kejadian lucu dan juga mengundang haru. Banyaknya tugas yang harus dikerjakan di semua mata pelajaran dengan beragam tingkat kesulitan dalam soal justru menyebabkan stres pada anak meningkat.

Sebagai pendamping belajar, ia juga pernah diomeli oleh salah satu anak karena banyaknya tugas yang dikerjakan dan sulitnya soal yang dihadapi, seperti halnya soal matematika. Lain hal dengan salah satu anak yang juga didampinginya, ia menangis ketika sedang mengerjakan soal-soal yang diberikan guru.

Setelah tugas dikumpulkan, guru kemudian hanya memberikan tanda tangan dibuku tugas siswa. Orang tua yang merasakan sulitnya mendampingi anak belajar tidak terima dan sempat meminta kejelasan dari guru. Namun, guru pun juga seperti kebingungan bagaimana menerapkan PJJ ini scara efektif dan kondusif.

Selama pembelajaran jarak jauh berlangsung, guru meminta orang tua siswa untuk datang ke sekolah dan menerima pengarahan dari guru mengenai tugas siswa. WhatsUp Group menjadi andalan komunikasi dengan orang tua jika ada yang tertinggal informasi.

Pembelajaran jarak jauh secara daring semakin sulit diterapkan karena berbedanya kemampuan siswa dalam membaca dan berhitung. Pendidikan orang tua yang rata-rata tidak sampai SMA dan guru yang hanya memberikan tugas terus menerus pada siswa melalui orang tua justru hanya menambah rumit.

Terganggunya Kesehatan Mental Pada Anak

Dilansir dari cnnindonesia.com, sudah dikatakan oleh Iwan Syahril selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa dalam mengajar siswa, guru tidak bisa menggunakan cara yang sama. Namun di beberapa tempat, keadaan justru menunjukkan hal yang berbeda.

Nabila Dian Nirmala, Psikolog dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menjelaskan melalui medcom.id banyaknya tugas yang diberikan selama daring memberikan dampak buruk pada siswa. Siswa menjadi rentan kelelahan baik fisik maupun psikis.

Akibatnya, konsentrasi belajar pada anak akan terganggu ketika fisik mengalami kelelahan. Dari sisi psikis juga membuat anak-anak stres atau uring-uringan. Konsentrasi yang menurun dan emosi yang tidak stabil menyebabkan tidak maksimalnya dalam menyerap materi pelajaran.

Mengajar Melalui Siaran Radio

Dikabarkan oleh bbc.com, salah satu Sekolah Dasar Negeri 01 Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melakukan siaran radio untuk mengajar siswanya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah siswa yang tidak memiliki ponsel pintar dan tak memadainya fasilitas untuk mengakses internet.

Tawaran belajar melalui siaran radio berasal dari Radio Komunitas PPK FM Sragi yang memberikan fasilitas peralatan secara teknis. Sedangkan pihak sekolah menyiapkan guru dan juga materi belajar untuk siswa.

KejarRakom atau Kelas Mengajar di Radio Komunitas merupakan metode pembelajaran yang menggunakan siaran radio komunitas. Jangkauan siarannya terbatas hanya dalam radius tiga kilometer. Melalui siaran radio, para guru dapat memberikan materi pelajaran.

Durasi siaran KejarRakom berlangsung selama dua jam setiap hari. Dimulai dari pukul 10.00 WIB dan disiarkan ulang pada pukul 16.00 WIB. Mata pelajaran yang disampaikan melalui radio dikhususkan untuk siswa kelas 5 dan kelas 6 SD.

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan prioritas karena akan menghadapi jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Pertama. Sedangkan untuk kelas 1 sampai dengan kelas 4 SD, pembelajaran dilakukan dengan metode home schooling.

Salah satu guru menjelaskan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh ini, pihak sekolah melakukan kerja sama tim. SDN 01 Tegalontar memiliki 19 guru, 289 siswa dengan 12 rombongan belajar,. Beberapa anak-anak berkumpul di suatu rumah menggunakan masker dengan jarak berjauhan.

Selain alat tulis, sebuah radio analog kecil tersedia untuk mendengarkan materi yang diajarkan guru. Beberapa guru mengajar melalui siaran radio untuk kelas 5 dan kelas 6. Sedangkan guru kelas 1 sampai dengan kelas 4 SD membantu di lapangan untuk memantau siswa.

Metode Kelas Mengajar di Radio Komunitas cukup efektif untuk diterapkan. Metode ini juga menarik perhatian bagi anggota Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) di wilayah lainnya untuk diuji coba. Wilayah tersebut diantaranya Lampung, Jawa Barat, Sulawesi dan Wamena.

Menciptakan Kondisi Belajar Efektif dan Kondusif

Mengajar melalui siaran radio komunitas dapat dijadikan alternatif bagi pihak sekolah. Keterbatasan yang ada, diharapkan dapat memacu kreatifitas dan inovasi para guru agar tercipta kondisi belajar yang efektif dan kondusif. Selain itu, pentingnya kerjasama tim antar sesama guru dapat mempermudah untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Comments (1)

  1. Selamat Siang 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar