21

Pembelajaran E-Learning dan Sederet Fakta Menarik di Baliknya (0)

Pengelola Guraru January 22, 2021

Di masa pandemi Covid-19 ini, sejumlah sekolah di Indonesia masih menerapkan kebijakan sekolah online alias daring. Alhasil, tren pembelajaran e-learning pun semakin meningkat. Namun sebenarnya, pembelajaran elektronik secara online ini sudah ada di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Sesuai namanya, electronic learning atau e-learning ini memanfaatkan teknologi informasi sebagai bagian dari kemajuan digital dalam penyampaian materi belajar. Artinya, guru sebagai pendidik, tidak akan menjalani aktivitas pembelajaran tatap muka dengan murid. Model pembelajaran yang sedang tren mulai dari tingkat pra-sekolah hingga SMA ini ternyata memiliki berbagai fakta menarik di baliknya.

Karakteristik Pembelajaran E-learning

Pembelajaran e-learning berlangsung dengan menggunakan jaringan Internet, yang memungkinkan guru maupun murid untuk membagikan, menyimpan, memperbaiki, maupun memunculkan kembali materi belajar maupun informasi lainnya.

Secara lebih luas, e-learning pun memiliki karakteristik berikut ini:

  1. Menggunakan fasilitas teknologi elektronik
  2. Memakai sistem komputer maupun sistem elektronik lainnya
  3. Menerapkan materi belajar yang sifatnya mandiri atau bisa dipelajari sendiri oleh para murid. Oleh karena itu, pembelajaran e-learning memberikan fleksibilitas bagi murid untuk belajar di berbagai lokasi maupun waktu.
  4. Tetap mengacu pada kurikulum, dengan memberlakukan jadwal belajar maupun sistem administrasi pendidikan yang dapat diakses pada setiap ponsel pengguna.

Baca juga: 6 Platform Belajar Online, Pendukung Belajar dari Rumah

Manfaat Pembelajaran E-Learning bagi Guru maupun Murid

Kehadiran e-learning sebagai bagian dari aktivitas belajar mengajar saat ini, tak hanya memudahkan murid, melainkan juga guru sebagai pendidik. Berikut ini berbagai manfaat pembelajaran e-learning, seperti dilansir dari laman Sekolah Indonesia Riyadh, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

  1. Fleksibel. Pembelajaran e-learning bersifat fleksibel, yang bisa diakses dari berbagai tempat setiap saat.
  2. Memungkinkan pembelajaran mandiri. Metode pembelajaran ini memungkinkan murid untuk melakukan aktivitas belajar secara mandiri, sehingga juga mampu memantau perkembangan belajarnya sendiri untuk menumbuhkan motivasi.
  3. Hemat biaya. Dengan sistem serba digital, aktivitas belajar online ini tentu saja menghemat biaya guru dan murid, dari segi biaya transportasi maupun akomodasi.
  4. Meningkatkan daya serap murid terhadap materi yang disampaikan guru
  5. Meningkatkan partisipasi aktif murid
  6. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri murid
  7. Meningkatkan kualitas materi pembelajaran
  8. Mengasah kemampuan guru dan murid dalam menggunakan teknologi digital untuk mengajar maupun belajar

Baca juga: Pengalaman PJJ Daring : Ada yang Rela Bangun Jam 2 Pagi Demi Sekolah Online

3 Jenis E-Learning yang Berkembang di Dunia Pendidikan

Seiring berkembangnya tren pembelajaran e-learning, saat ini telah muncul bermacam-macam aplikasi untuk pendukung e-learning. Berikut ini 3 jenis aplikasi tersebut.

1. Computer Based Training (CBT)

Di era awal kemunculan pembelajaran e-learning, para pendidik dan peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar-mengajar melalui software atau tools. Misalnya Toolbook dari perusahaan perangkat lunak ClickLearn (sebelumnya bernama Asymstrix) dan Authorware yang diproduksi Macromedia, merupakan tools Computer Based Training (CBT). 

Melalui tools tersebut, para peserta didik dapat mengerjakan banyak soal latihan, dengan masing-masing tingkat kesulitan. Namun sayangnya, komunikasi pada CBT hanya searah.

2. Learning Management System (LMS)

Sistem manajemen belajar online ini menyediakan fasilitas bagi pendidik untuk menulis materi, mengunggahnya, membuat kumpulan soal, memberikan tugas, bahkan melakukan ujian dan menilai hasil belajar peserta didik. Pendidik dan peserta didik pun dapat dengan mudah berkomunikasi melalui forum yang tersedia, maupun lewat blog serta fitur chatting. Seperti salah satunya Jelajah Ilmu.

Jelajah Ilmu merupakan platform pendidikan terintegrasi, untuk kepala sekolah, guru, murid, serta orang tua, termasuk homeschooler. Platform ini memungkinkan penggunanya berbagi dan meningkatkan pengalaman akademis.

3. E-learning Berbasis Web

Pada akhirnya, saat ini LMS pun berkembang menjadi aplikasi untuk pembelajaran e-learning berbasis web. Para pendidik dan peserta didik kini dapat menemukan LMS yang terintegrasi dengan berbagai website, termasuk situs portal berita online internasional. Fitur e-learning yang satu ini juga mampu menampilkan materi multimedia dan memungkinkan video streaming. Formatnya pun interaktif dan tersedia dengan ukuran kecil tapi tetap stabil.

Tidak ada kata terlambat untuk mempelajari format pembelajaran e-learning dan mengaplikasikannya dalam aktivitas mengajar Anda saat ini. Melalui komunitas Guraru, Anda bisa sharing dan berdiskusi dengan rekan-rekan guru lain untuk menyiapkan materi belajar menggunakan e-learning. Mari bergabung dengan Komunitas Guraru sekarang!

Belum daftar di Guraru ? Tunggu apa lagi? Yuk, daftarkan diri sekarang!
Daftar Guraru

Comments (21)

  1. Ya memang pembljrn daring sdh sejak lama ada, namun bru booming skrg2 ini gegara covid.
    Di sekolah sy sendiri dlm PJJ memanfaatkan platform gratisan dr produk google sprt google clasroom, dan utk penilaiannya pun menggunakan google form. Smntr utk tatap maya google meet yg mnjd andalan karena zoom msh terbatas utk kategori free nya.

    Barangkali ada masukkan dr admin atw rekan guru, adakah aplikasi yg lbh bagus namun free 😁🙏🏻

    • benar sekali bapak afan, dengan kondisi saat ini guru dituntut untuk mengikuti zaman untuk melek teknologi 😉 mari semangat untuk belajar dan sharing satu sama lain untuk memudahkan proses belajar mengajar kita pak

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar