1

Pembelajaran daring dan tantangan didalamnya (0)

Sandi Wijaya October 17, 2020

Corona virus disease atau biasa disebut covid 19 sudah menjadi wabah yang sangat mengkhawatirkan, semua aspek baik perekonomian, sosial budaya sampai pendidikan dibuat beku oleh nya, tak memandang negara berkembang atau bahkan negara maju sekalipun. Demi meminimalisir semua kemungkinan buruk yang terjadi semua pihak harus bekerja sama, pemerintah dan masyarakat serta Lembaga – Lembaga pelayanan didalmnya harus turut andil dalam pencegahan merebaknya wabah ini, kegiatan – kegiatan di masyarakat baik kegiatan jual beli, kegiatan bekerja sampai persekolahan pun sempat berhenti berdenyut karena pemberlakuan PSBB sampai akhirnya new normal diberlakukan kegiatan – kegiatan tersebut  harus di sertai dengan protocol Kesehatan yang ketat.

Perkembangan pendidikan merupakan unsur sangat penting dalam sebuah negara, sebuah negara bisa maju dengan pesatnya kemajuan Pendidikan. Lalu bagaimana dengan adanya pandemic ini, apa yang harus dilakukan agar Pendidikan tetap berkembang dengan segala keterbatasan yang timbul akibat merebaknya covid 19 ? apa langkah konkrit untuk segera mengantisipasi agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung ditengah pandemic ini? .. ya, pertanyaan- pertanyaan tersebut adalah PR besar bagi semua pihak , dari mulai pemerintahnya, kementeriannya, lembaga pendidikannya, sampai dengan guru serta masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Seiring dengan diberlakukannya new normal oleh pemerintah, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan menerbitkan surat edaran ( SE ) No 15 Tahun 2020 tentang panduan pembelajaran jarak jauh dimana surat edaran tersebut memuat prinsip-prinsip, konsep, serta metode pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar selama masa new normal, dimulai dari pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ ) inilah saya sebagai guru menemukan Pembelajaran  serta pengalaman yang menarik.

Pada prinsipnya pelaksanaan PJJ atau BDR merupakan Langkah untuk tetap memperhatikan keselamatan serta Kesehatan lahir batin bagi guru, siswa dan orangtua siswa dengan tanpa mengurangi substansi proses pembelajaran sehingga siswa mendapatkan pembelajaran yang bermakna tanpa terbebani dengan tuntuan seluruh capaian kurikulum.

Metode pembelajaran jarak jauh dilaksanakan dengan 2 cara yaitu yang pertama dengan cara daring ( Dalam Jaringan ) atau online metode ini dilaksanakan dengan menggunakan perangkat atau gawai ( Gadget) maupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring,  dan metode ke dua dengan cara luring ( Luar Jaringan ) atau offline, Caranya dengan menggunakan televisi, radio, modul belajar mandiri serta lembar kerja, bahan ajar cetak, alat peraga, dan media belajar dari benda di lingkungan sekitar.

Metode pembelajaran melalui daring ( Dalam Jaringan ) seorang guru dituntut untuk piawai dalam mengoprasikan berbagai perangkat yang terhubung dengan internet, saya pribadi merupakan seorang guru pada jenjang SMP mata pelajaran PPKn yang tertarik dengan pembelajaran menggunakan metode ini, dimana semangat proses belajar saya sebagai guru dalam bidang IT terus dipompa, pembelajaran daring pertama yang saya terapkan adalah membuat video pembelajaran yang saya buat kurang lebih 3 sampai dengan 4 hari sebelum jadwal pembelajaran dimulai, proses pembuatan video pembelajaran sangat menarik bagi saya meskipun menguras waktu serta pikiran, namun demi memberikan pelayanan pembelajaran yang baik terhadap siswa maka saya tetap semangat membuat video pembelajaran sampai tuntas. video pembelajaran pertama yang saya buat :  https://www.youtube.com/watch?v=buYNFDIOFHE

 Sampai jadwal pembelajaran tiba dan saya share video pembelajaran saya melalui link youtube tersebut di WA Group dan saya sertakan beberapa link untuk presensi dan evaluasi bagi para siswa, seketika itupun kendala baru muncul, banyak siswa yang mengeluhkan metode ini, ada beberapa siswa yang tidak dapat mengakses link presensi, ada siswa yang hp / gadget nya full storage untuk dapat menginstal aplikasi yang mendukung, dari ratusan siswa yang ramai ber komentar di WA Group tak sedikit siswa yang mengirimkan pesan keluhan di jalur pribadi WA saya, sampai ada orang tua siswa yang menelpon untuk meminta penjelasan tentang kendala yang dihadapinya, dan kendala umum yang dihadapi adalah kendala jaringan serta kuota siswa.

Dari kendala tekhnis pelaksanaan pembelajaran daring di atas saya jadikan evaluasi diri pembelajaran, saya terus mencari aplikasi dan metode pembelajaran daring yang nyaman dan mudah diakses oleh siswa sehingga pembelajaran yang disampaikan dapat secara maksimal diterima oleh siswa. Aplikasi – aplikasi yang saya sudah coba gunakan diantaranya: youtube, google forms, Microsoft forms, Microsoft sway, Quizizz, google meet, sampai penggunaan aplikasi ruang kelas dari salah satu platform pembelajaran berbasis kurikulum sekolah melalui video tutorial interaktif oleh guru dan animasi di aplikasi ponsel yang terkenal di negeri ini.

Penentuan aplikasi dan solusi dari berbagai kendala yang dihadapi salah satunya adalah kuota yang harus disediakan oleh baik guru dan siswa dalam pembelajaran daring ini, bagai gayung bersambut kementerian Pendidikan dan kebudayaan pun menjawab solusi untuk kendala ini dengan diberlakukannya penyaluran bantuan kuota bagi guru, dosen serta siswa dan mahasiswa melalui verifikasi dan validasi nomor ponsel.

Lalu bagaimana pemberlakuan pembelajaran bagi siswa yang tidak memiliki gawai (gadget) ? solusi dari kendala ini telah diantisipasi oleh program satuan Pendidikan dimana diberlakukan tatap muka dengan durasi tatap muka yang sangat dipersingkat dan tentunya sudah sesuai dengan protocol Kesehatan yang sangat ketat. Dimana seorang guru dalam satu hari dari pukul 07.00 s.d 11.00 hanya diberikan 20 menit saja untuk menyampaikan materi dan tugas , setidaknya dari satu hari itu siswa menerima kurang lebih 7 s.d 8 mata pelajaran disertai materi dan tugas masing – masing sehingga kemampuan siswa dalam menerima informasi tugas harus memiliki tingkas kefocusan yang tinggi. Ketika pembelajaran daring siswa yang tidak memiliki gadget bisa melaksanakan pembelajaran daring secara kelompok Bersama temanya yang memiliki gadget.

Dari berbagai kendala yang dihadapi dengan diberlakukannya PJJ maka saya sebagai guru harus tetap meningkatkan kemampuan dengan cara mengikuti berbagai webinar serta mengikuti berbagai diklat online yang membahas tentang tekhnik pembelajaran secara daring dengan tetap memperhatikan substansi kurikulum yang diberlakukan.

Demikian artikel ini saya buat, semoga dapat bermanfaat dan menjadikan sharing session yang memberikan keberkahan kepada semua rekan guru dan semoga saya bisa menjadi seorang GUru eRA baRU yang tetap semangat dalam belajar dan menjalani pengalaman – pengalaman baru sehingga muncul kreatifitas serta inovasi – inovasi dari pembelajaran dan pengalaman yang saya dapat.

Tetap semangat,  tetap sehat , yakin pandemic cepat berakhir… insyaallah

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Sore 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar