0

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Bagian III (0)

oloan February 27, 2021

Metode pembelajaran dikenal juga dengan strategi pembelajaran. Menurut Oemar Hamalik (1993: 79), strategi pembelajaran adalah pola umum untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang melibatkan siswa dan guru secara aktif. Kemp (dalam Wina Sanjaya, 2010: 294) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Berdasarkan kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan pola yang menggambarkan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar, yang berfungsi sebagai pedoman guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran diperlukan perangkat pembelajaran yang disusun dan dikembangkan oleh guru.

Pandangan mengenai konsep pengajaran terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi pendidikan (Oemar Hamalik, 2008: 124). Dengan perubahan-perubahan tersebut, model-model atau strategi pembelajaran turut mengalami perkembangan.

Perkembangan tersebut menyebabkan model pembelajaran
tidak terpaku lagi pada pembelajaran tradisional. Menurut Wina Sanjaya 12 (2010: 299-313) terdapat beberapa jenis pilihan strategi pembelajaran, diantaranya strategi pembelajaran ekpositori, strategi pembelajaran inkuiri, dan strategi pembelajaran kooperatif.

Sintaks pembelajaran berbasis proyek dimulai dengan pertanyaan yang essensial. Selanjutnya penyusunan rencana proyek dan menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Guru melakukan monitoring terhadap pelaksanaan proyek yang dilakukan oleh siswa.

Tahap berikutnya memberikan penilaian terhadap kemajuan peserta didik dan memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa. Di akhir pembelajaran guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan.

Implementasi sintaks dalam pembelajaran yang dilakukan dalam penelitian ini mengacu pada sintaks yang dikemukakan oleh Doppelt (2005: 15) karena didesain untuk proses berpikir kreatif. Tahapannya dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap awal, tahap kegiatan merancang proyek dan tahap akhir. Tahapan tersebut secara rinci adalah:

a. Tahap awal (tahap disain tujuan dan aspek inkuiri) membuat rumusan masalah untuk mendisain tujuan sesuai dengan tema proyek yang akan dilakukan (tahap disain tujuan).

b. Tahap kedua yaitu kegiatan merancang proyek (alternatif pemecahan masalah dan memilih solusi yang tepat). Pada tahapan ini siswa mengisi lembar panduan untuk rancangan proyek yang berisi rumusan masalah, membuat solusi aternatif, menyusun alat dan bahan serta menyusun cara kerja, refleksi dengan guru, diskusi untuk menentukan solusi yang terbaik.

c. Tahap ketiga yaitu tahap akhir (tahap pelaksanaan dan evaluasi).

Pada tahap ini siswa melakukan kegiatan proyek sesuai dengan rancangan yang dibuat, presentasi hasil dan penilaian untuk laporan, penilaian produk serta penilaian kinerja siswa selama kegiatan proyek tersebut.

Orientasi model pembelajaran berbasis proyek yaitu memberikan bekal kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan yang bersumber dari pengalamannya sehari-hari. Kegiatan kompleks yang menuntut bermacam- macam penanganan yang tidak mungkin dikerjakan secara perorangan dalam waktu yang sudah ditentukan. Kegiatan yang dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir, bernalar, bekerjasama, dan memperluas wawasan. Kegiatan yang cukup menantang dalam pengembangan fisik dan psikis. Kegiatan yang dapat memberikan kepuasan karena pembelajaran dirancang oleh siswa sendiri.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar