0

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Bagian I (0)

oloan February 27, 2021

Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah dengan menggunakan berbagai solusi dalam memecahkannnya. Siswa mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dalam beraktivitas secara nyata.

Ini sesuai dengan pengertian pembelajaran berbasis proyek menurut beberapa ahli. Menurut Winastwan Gora dan Sunarto (2008: 119) bahwa Project-Based Learning adalah suatu metode pembelajaran sistematis yang melibatkan siswa dalam mempelajari pengetahuan dasar dan kecakapan hidup melalui sebuah perluasan, proses penyelidikan, pertanyaan otentik, serta perancangan produk dab kegiatan yang seksama.

PBL merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai konten pelajarannya. Oleh karena itu, PBL direkomendasikan oleh banyak ahli pendidikan. PBL adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontektual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks (Saidun Hutasuhut, 2010: 197).

Menurut Baron et al. (dalam Welsh, 2006: 29), pembelajaran berbasis proyek adalah pembelajaran secara konstruktif untuk pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata dan relevan bagi kehidupannya.

Model pembelajaran berbasis proyek dapat menyajikan masalah autentik dan bermakna sehingga siswa dapat melakukan penyelidikan dan menemukan sendiri. Peranan guru dalam model ini adalah mengajukan masalah, memfasilitasi penyelidikan dan interaksi mahasiswa. Model pembelajaran ini berlandaskan psikologi kognitif dan pandangan konstruktif mengenai belajar. Model ini juga sesuai dengan prinsip-prinsip CTL, yakni inkuiri, konstruktivisme, dan menekankan pada berpikir tingkat lebih tinggi.

Menurut Blumenfeld et al. (dalam Spector et al., 2007: 103) pembelajaran berbasis proyek adalah pendekatan komprehensif untuk pengajaran dan pembelajaran yang dirancang agar pelajar melakukan riset terhadap permasalahan nyata. Belajar seharusnya bergantung pada pengalaman, minat siswa, dan topik yang terintegrasi/saling terkait satu sama lain. Oleh karena itu, belajar harus bersifat aktif, melibatkan siswa secara langsung, dan berpusat pada siswa. Kesadaran sosial menjadi tujuan dari semua pendidikan.

Sementara menurut Boud dan Felleti (dalam Fry, et al., 2008: 268), pembelajaran berbasis proyek adalah cara yang konstruktif dalam pembelajaran menggunakan permasalahan sebagai stimulus dan berfokus kepada aktivitas pelajar. Kerja proyek dapat dilihat sebagai bentuk open- ended contextual activity-based learning, dan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan penekanan kuat pada pemecahan masalah sebagai suatu usaha kolaboratif, yang dilakukan dalam proses pembelajaran dalam periode tertentu.

Blumenfeld et al (dalam Sawyer, 2009: 320) mendeskripsikan model belajar berbasis proyek (project-based learning) berpusat pada proses relatif berjangka waktu, berfokus pada masalah, unit pembelajaran bermakna dengan mengintegrasikan konsep-konsep dari sejumlah komponen pengetahuan, atau disiplin, atau lapangan studi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek memiliki beberapa karakteristik. Pertama, mendorong siswa untuk mengungkapkan ide dan pertanyaan. Kedua, diatur dalam sebuah proses penyelidikan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. Ketiga, lebih mendorong untuk menggali sendiri informasi daripada diberitahu oleh guru.

Keempat, memerlukan kemampuan berpikir kreatif, berpikir kritis dan keterampilan menyelidiki serta menarik kesimpulan. Kelima, dihubungkan dengan masalah dunia nyata atau masalah kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran berbasis proyek bersifat menantang dan memotivasi, karena menuntut siswa untuk berpikir kritis dan analitis dan meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Selain itu pembelajaran berbasis proyek memerlukan kolaborasi, peer komunikasi, pemecahan masalah, dan belajar secara mandiri (Capraro, et al., 2013: 60). Pembelajaran berbasis proyek menitikberatkan pada keterlibatan siswa secara aktif dalam aktivitas nyata.

Siswa belajar konsep-konsep dasar dan lebih lanjut menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu siswa memecahkan masalah yang dihadapinya. Tidak semua kegiatan belajar aktif dan melibatkan proyek dapat disebut pembelajaran berbasis proyek.

Dalam pembelajaran berbasis proyek terdapat praktek ilmiah, seperti mengajukan pertanyaan, merumuskan masalah, merencanaan dan melaksanakan investigasi. Selain itu, ada pula kegiatan menganalisis dan menafsirkan data, menggunakan teknologi informasi, dan keterampilan berpikir.

Kegiatan mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi biasanya dilakukan di akhir pembelajaran. Proyek melibatkan siswa dalam investigasi konstruktif. Investigasi mungkin berupa proses desain tujuan, pengambilan keputusan, penemuan masalah, pemecahan masalah, penemuan, atau proses pembangunan model.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar