5

Pembelajaran Berbasis Proyek Memanfaatkan Microsoft Teams, Pembelajaran Masa Pandemi (0)

oloan November 25, 2020

Paradigma pembelajaran terus berkembang sampai pada pembelajaran yang menampilkan peserta didik bukanlah kertas putih yang kosong melainkan merupakan kertas bercorak yang bervariasi. Artinya setiap peserta didik mempunyai kecakapan tersendiri yang dapat dimunculkan sebagai kreativitas. Kreativitas peserta didik dapat diupayakan dengan model pembelajaran dan bentuk pembelajaran yang tepat. Model Pembelajaran Project Based Learning memanfaatkan Microsoft Teams Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan langkah prencanaan, tindakan, dan refleksi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa akibat bencana non-alam pandemi global Covid-19 ini telah mengubah segalanya, termasuk dunia pendidikan kita. Dimana semenjak Pemerintah menetapkan bahwa Covid-19 sebagai bencana nasional sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) 12/2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyeberan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai Bencana Nasional, dunia pendidikan kita mengalami perubahan, dimana kita sekarang lebih menekankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan menekankan pengertian orangtua untuk lebih kolaboratif dan bersinergi dengan guru untuk membimbing dan mendampingi anak selama terjadinya PJJ.

Selama pembelajaran jarak jauh ini, maka pemanfaatan model pembelajaran berbasis proyek atau biasa disebut Project Based Learning. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Proyek yang dikerjakan oleh siswa dapat berupa perseorangan atau kelompok dan dilaksanakan peserta didik dalam waktu tertentu secara berkolaboratif menghasilkan sebuah produk yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan.

Namun, karena pandemi, maka proyek tersebut bisa dikerjakan sendiri di rumah atau bersama orangtua. Pelaksanaan proyek dilakspeserta didikan secara kolaboratif dan inovatif, unik yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan denga kehidupan siswa. Pembelajaran berbasis proyek merupakan bagian dari metoda instruksional yang berpusat pada pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Guru hanya mengamati, memantau kegiatan belajar mengajar baik didalam kelas maupun diluar kelas.

Sebagai media pembelajaran jarak jauh, kami memanfaatkan Microsoft Teams, kenapa Microsoft Teams?

Karena menu yang disediakan cukup mudah dipelajari dan dapat menyediakan ruang kelas daring yang menyatukan koneksi tatap muka virtual, keamanan data, mampu membuat kuis dan tugas, meeting atau tatap muka, percakapan dan daftar hadir siswa serta menayangkan bahan ajar yang telah kita buat di Microsoft Power Point, atau siswa berkolaborasi membuat bahan ajar, hingga percakapan yang kesemuanya itu disatukan dalam wadah yang dapat diakses melalui telepon genggam atau telepon pintar (smartphone), tablet, laptop, PC, ataupun browser.

Pemilihan aplikasi Microsoft Teams ini sangat tepat untuk melakukan Kelas Maya, dimana Guru mampu membuat kelas sendiri dan mengundang siswa untuk masuk ke kelas dengan menggunakan kode dan Guru Mata Pelajaran lain juga bisa masuk ke Kelas Maya yang kita buat. Pun dalam pengelolaan kelas cukup mudah karena terintegrasi dengan aplikasi lain. Dalam pembuatan penilaian juga mudah, dimana tugas yang kita berikan dapat langsung kita nilai dan diterima dengan peserta didik saat itu juga.

Nah, kolaborasi antara Pembelajaran Berbasis Proyek memanfaatkan Microsoft Teams diharapkan mampu memberikan solusi, dimana dalam tahapan pembelajaran, guru pertama-tama bisa mengundang siswa atau masuk ke kelas maya yang telah kita buat. Lalu guru juga bisa menginformasikan jadwal meeting atau pertemuan lewat WhatsApp Group atau di kelas maya dengan membuat jadwal rapat. Lalu saat rapat, siswa yang sudah masuk kelas, dapat bertatap muka dengan gurunya, guru juga bisa share materi ajarnya dengan baik.

Guru juga dapat melakukan ide-ide seperti diungkapkan oleh Ronald L Partin (2009) untuk meningkatkan minat peserta didik dengan membuat pembelajaran Asesmen Diagnostik awal, dimana guru bisa menanyakan kabar peserta didik selama pandemi ini, sehingga peserta didik tetap merasa diperhatikan oleh guru.

Sesudah itu, karena waktu pertemuan terbatas, maka guru membuat pembelajaran berbasis proyek, dimana guru membuat tugas yang bisa dikerjakan dengan batas waktu yang ditentukan, sehingga peserta didik punya waktu yang banyak untuk membuat hasil tugas yang lebih baik dengan kemampuan imajinasi berpikir dan sumber belajar yang lain untuk menyelesaikan tugas proyek yang diberikan guru.

Lantas apa manfaat pembelajaran berbasis proyek? Manfaat : (a) Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran, (b) Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah, (c) Membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah yang kompleks dengan hasil produk nyata berupa barang atau jasa, (d) Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/bahan/alat untuk menyelesaikan tugas.

Semoga bermanfaat…

Comments (5)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar