4

PEMBELAJARAN BERBASIS PRODUK (+4)

Hoiri Efendi, S.Pd. July 3, 2013

guraru1
Sebelumnya saya menceritakan ketika saya masih kuliah di Universitas Negeri Malang (UM), Jurusan Pendidikan Teknik Mesin (PTM) kebetulan saat itu mendapat kuliah “Metrologi pengukuran” yang ditempuh selama satu semester 2 sks. Selama perkuliahan diberikan alat ukur jangka sorong dan mekrometer, di mana dosennya dianggap “killer”. Al hasil mungkin karena basis saya dari sma saya tidak dapat menguasai dengan cepat dibandingkan dengan teman2 dari stm.

Sesudah lulus pada tahun 2004, saya melanjutkan dengan diklat mesin logam di BLK Caruban Madiun pada tahun 2005. Pelajaran yang diberikan salah satunya metrologi pengukuran. Anehnya saya menguasai beberapa alat ukur presisi dengan cepat hanya dengan 2 hari. saya berpikir ada apa ini, ada ketimpangan yang sangat jauh. Mestinya ada hal yang perlu dibenahi dalam pembelajaran teknik.

Sejak tahun 2006 saya menjadi guru di SMK PGRI 1 Ngawi dengan mata pelajaran “dasar-dasar kejuruan” selama 2 tahun berturut-turut.ejak tahun 2006 saya menjadi guru di SMK PGRI 1 Ngawi dengan mata pelajaran “dasar-dasar kejuruan” selama 2 tahun berturut-turut. Pada tahun 2008 saya diberi kesempatan memegang jabatan ketua Jurusan (sekarang kakomli) dan guru produktif. Mulai saat itulah kemudian secara langsung saya menerapkan “pembelajaran berbasis Produk”.

Berbagai produk yang tertampil di atas, dilaksanakan dalam pembelajaran yang melibatkan peran siswa dan instruktur. Untuk ke depannya akan diterapkan pembelajaran berbasis produk dengan melibatkan siswa secara total, sehingga skill yang dimiliki siswa benar2 siap pakai. Hal ini menanggapi permintaan DUDI akan lulusan SMK Bisa yang tidak hanya slogan semata.

Keuntungan bagi siswa:
1. Siswa mendapatkan latihan praktik akan kebutuhan dudi lebih banyak, sehingga skil yang dimiliki akan terasah lebih baik.
2. Standar kelulusan pada kompetensi dasar tertentu didasarkan pada produk yang dapat diterima oleh DUDI
3. Mengaplikasikan berbagai kompetensi secara langsung dalam pembuatan produk
4. Siswa siap terjun langsung baik di DUDI maupun membuka peluang usaha ketika lulus dari satuan pendidikan

Keuntungan bagi guru:
1. Dapat mengaplikasi pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan
2. Skil guru bertambah dan lebih terasah
3. Menerapkan jiwa kewirausahan dan menambah penghasilan secara mandiri

Keuntungan bagi sekolah:
1. Mencetak peserta didik yang berkompeten
2. Menghemat pengeluaran akan kebutuhan praktik
3. Mendapatkan pemasukan secara finansial sehingga sekolah lebih mandiri (analisis usaha akan dibahas pada tulisan berikutnya)
4. Media promosi bagi sekolah

Adapun produk yang kami produksi dalam pembelajaran ini, sudah menjangkau hampir seluruh Indonesia antara lain: jambi, bengkulu, banten, jakarta, tangerang, jogjakarta, purwokerto, bontang, mobagu sulut, bali, NTT, bali dan papua, serta daerah ngawi dan sekitanya. Cek di: arudamkana123.wordpress.com

Tagged with: , , ,

Comments (4)

  1. Terimakasih pak Hoiri Efendi atas sharingnya. Walau sederhana namun alhamdulillah bapak telah mau berbagi pengalaman, terlebih di website Guraru ini. Pembelajaran berbasis produk, menarik sekali pak. Dengan adanya pembelajaran berbasis produk, khususnya di SMK maka akan meningkatkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship). Produk-produk tersebut akan bisa digunakan sebagai Icon sekolah (produk unggulan sekolah) dan dipasarkan oleh business center.

    Salam hormat pak…,

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar