0

Pelajaran dari Drama Korea Sky Castle; Ambisi Orang tua Vs Bahagia Anak (0)

Supadilah S.Si February 17, 2021

Drama Korea Sky Castle menceritakan kaum elit Korea dengan masalah yang sama. Keluarga kaya itu berambisi memasukkan anak-anaknya ke sekolah bergengsi. Saya bukan penyuka drama korea garis keras. Jadi hanya bertahan beberapa episode saja. Tapi premisnya relate dengan zaman now. Bertema pendidikan, jadi drama ini sangat pas buat saya. Saya kasih dua jempollah.

Cerita Sky Castle menceritakan kehidupan empat 4 keluarga di kawasan Sky Castle. Ada keluarga Prof. Cha,  Dr. Kang, Dr. Woo, dan Dr. Park/Dr. Hwang

Sebagai keluarga elit, para orang tua di keluarga ini menginginkan anak-anaknya mencapai jenjang pendidikan dan gelar sama dengan yang mereka miliki.

Ambisi orang tua boleh tinggi, tapi sesuaikan pula dengan kemampuan dan anak. Ingat pula kemerdekaan hidup anak-anak. Apa guna dia sekolah di tempat elit tapi tidak menjiwai. Ibaratnya dia ke sekolah hanya untuk menyenangkan orang tua.

Di drama ini ada 2 saudara Yeh Suh dan Yeh Bin. Meskipun bersaudara tetap punya kemampuan berbeda. Sayangnya, sang ayah, dr. Kang meminta keduanya sekolah di tempat yang sama. Jadi inget siswa di sini banyak yang ‘dipaksa’ orang tuanya masuk IPA supaya bisa kuliah di kedokteran. Deuh…

Harusnya orang tua ingat kalau ambisi orang tua itu bisa memakan korban yaitu sang anak. Prof. Cha, selalu menginginkan anaknya menjadi yang terbaik. Tapi anaknya banyak yang memberontak. Wajar karena tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Demi menyenangkan sang ayah, Se Ri, si sulung berbohong. Tanpa disadari orang tua justru menjerumuskan anak dengan memaksakan kehendak. Di depan orang tuanya bisa saja si anak bersikap baik-baik saja. Tapi di belakangnya tentu tidak ada yang jamin.

Jadi sebetulnya anak itu sekolah untuk dirinya atau untuk orangtuanya? Pada akhirnya semuanya kan untuk anak. Bukan untuk nama baik orang tua. Namun orang tua sering berdalih demi masa depan anaknya. Benarkah?

Yang patut diacungi jempol adalah istri Prof Cha yaitu Noh Seung Hye. Dia terlihat lebih paham dengan pendidikan anak. Lebih santai dengan sekolah anak-anaknya. Yang dia jaga adalah kebahagiaan anaknya. Tak harus sekolah elit. Yang penting anak menjalani sekolah dengan bahagia.

Sudahkan bapak ibu menonton drama ini? Hehe… memang sih drama ini akan panjang dan menyita waktu Anda. Tapi tidak ada salahnya jika kita bisa mengatur waktu untuk menonton. SIfatnya hiburan, maka memang harus nya setelah atau saat menonton drama ini kita terhibur. Jangan malah membawa dampak negatif setelah menontonnya.

Menurut saya drama ini banyak manfaatnya teutrama dalam hal pendidikan anak. ya, kadang hikmah itu bisa kita dapat dari berbagai hal. Salah satunya lewat film. Hikmah dari yang tak terduga inilah yang membekas mendalam.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar