9

PELAJARAN BERHARGA YANG TIDAK TERLUPAKAN (+7)

Julianto May 6, 2015

Pada tahun 2011 tepat pada tahun ajaran baru perjalananku di dunia pendidikan anak dimulai, berawal di sebuah lembaga pendidikan di kecamatan Bulu kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah sebagai pengajar mata pelajaran Al-Quran.

Tangkapan layar 2015-05-05 13.24.19

Mulai saat itu aku merasakan kebahagian yang sangat besar.  Apa itu?  Yaitu ketika melihat anak-anak  memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Saai itu aku mulai merasakan bahwa banyak sekali anak-anak Indonesia ini yang membutuhkan kita para pendidik untuk hadir di dekat mereka, mendidik mereka, membimbing mereka menuju jalan yang gemilang untuk membawa negeri ini lebih maju.

Diantara kebahagian yang bercampur air mata adalah ketika aku melihat para siswa melantukan ayat-ayat suci Al-Qur’an baik dengan membaca maupun menghafal. Mereka selalu bersemangat, ketika bel berbunyi yang menandakan bahwa pelajaran dimulai mereka pun datang berbondong-bondong bahkan ada yang berlari  segera menuju ke kelompoknya. Dalam kegiatan belajar mengajar setiap satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok.
Lihat Videonya disini.
Pernah suatu ketika salah satu siswa putra di kelompokku tiba-tiba badannya kelihatan lemas, wajahnya pucat tapi ia tetap pegang Al-Qur’an dan menghafalnya. Melihat hal itu aku bertanya tanya dalam hatiku ” Ada apa dengan dia?
Karena penasaran ni, aku dekati dia kemudian aku bertanya: ” Mas, kamu sedang sakit?
” ia pak.” jawabnya dengan suara rendah
” kalau kamu sedang sakit, lebih baik istirahat dulu di UKS yaa,” Kataku
” tidak mau pak.” Jawab muridku 
” lo,,, kenapa? tanyaku keheranan
” begini pak, karena aku ingin tetap mengikuti pelajaran Al-Qur’an meskipun aku sedang sakit “. Jawabnya dengan tegas
Allohu akbar… mendengar itu hatiku sangat tersentuh, mataku mulai berkaca-kaca.
Pernah suatu ketika ada salah satu murid yang belum bisa-bisa menguasai salah satu materi  yang aku sampaikan. Mendapati hal itu, dia segera minta waktu tambahan di luar jam pelajaran kepadaku. Takjub dan kagum hati ini melihat semangatnya untuk bisa dan mengejar ketertinggalannya. Anak ini sangat gigih dan penuh semangat. Akhirnya dengan kegigihannya ia berhasil menguasai materi dan bisa mengejar teman-temannya.
Menjadi seorang guru ternyata banyak pengalaman yang sulit dilupakan.
Banyak pelajaran berharga yang sulit untuk dilupakan.
Berikut ini beberapa pelajaran penting yang aku dapatkan bersama para siswa, diantaranya:
1. Ilmu (Pengetahuan) sebelum menyampaikan

Bagaimana mungkin seorang bisa memberikan sesuatu namun ia sendiri tidak mempunyai suatu apapun. Sama halnya seorang guru, bagaimana mungkin anak didik bisa paham materi yang disampaikan sedangkan ia sendiri tidak paham atau tidak memiliki pengetahuan tentang materi yang ia sampaikan.

2. Kesabaran membuahkan hasil yang manis

Kesabaran pasti akan membuahkan hasil yang manis. Ketika seorang guru dihadapkan dengan keadaan anak didik yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, maka kesabaran dalam mendidik mereka adalah kuncinya. Hargailah proses anak didik kita.

3. Metode mengajar yang bervariasi menjadikan anak didik lebih bersemangat

Guru yang menggunakan metode mengajar bervariasi secara tidak langsung guru menjadi model yang kreatif. Setiap anak didik memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, kejenuhan dan rasa bosan akan menghinggapi anak didik jika metode yang kita gunakan monoton.

4. Motivasi seorang guru membangkitkan semangat anak didik dalam belajar

5. Keteladanan seorang guru kunci sukses terbentuknya anak bangsa yang berkarakter

Guru —–> digugu lan ditiru

6. Perkataan seorang guru kepada anak didiknya akan selalu teringat

Masih teringat jelas dibenak ini,

Ketika itu masa-masa liburan semester 1 2014/2015, di pagi hari tiba-tiba berdering handphoneku.

“kriiiiiiiiing,,,,

” Halo, Selamat pagi ”

” Selamat pagi pak guru” Jawab sang penelepon sebelum aku tau siapa dia.

Ternyata dia ibu dari salah satu siswa yang ku ampu.

Setelah lama berbincang-bincang, maksud dan tujuan ibu tersebut adalah meminta tugas menghafal untuk anaknya selama liburan semester. Beliau mengutarakan bahwa saat ini anaknya lagi sangat semangat menghafal.

Mendengar itu hati ini berbunga-bunga, betapa tidak. Disaat yang lain sibuk menghabiskan liburan dengan pergi kemana-mana, ia memilih berdiam diri di rumah untuk belajar menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Sungguh ini membuatku bahagia.

Demikianlah diantara pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku bersama anak didik.

“Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”.

Comments (9)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar