4

Pelajar yang Memberikan Pelajaran (+5)

Muhammad Iskandar May 17, 2015

Sebenarnya hampir semua hal adalah hal yang paling spesial dan berkesan bagi saya selama menjadi shadow teachernya Razka. Karna menjadi shadow teacher adalah suatu hal yang baru dalam hidup saya. Sebelumnya saya belum tahu apa itu shadow teacher, apa tugasnya shadow teacher, dan apa fungsinya ada shadow teacher. Tapi setelah saya menjadi shadow teacher di sekolah ini, saya baru benar-benar paham apa yang disebut dengan shadow teacher.
Selama hampir dua bulan terakhir ini saya sudah menjadi seorang shadow teacher. Dan anak yang saya “bayangi” adalah seorang anak yang kemampuan motorik halusnya lemah. Dia adalah Razka. Pertama kali saya bertemu dengan Razka, dia benar-benar belum mampu untuk menulis sendiri. Sekedar menggenggam pensil pun dia masih kesulitan. Dia masih harus dibantu untuk menggenggamkan pensil dan mengarahkan tangannya ketika menulis ataupun menggambar. Walaupun begitu, keinginannya untuk dapat mandiri sangat besar. Dia suka menolak ketika saya mencoba untuk membantu dia dalam menulis ataupun menggambar. Dan keinginan dia untuk dapat mandiri dalam menulis ataupun menggambar adalah salah satu dari “Dua Hal yg Paling Berkesan bersama Razka”.
Hari-hari saya sebagai shadow teacher di sekolah ini sungguh penuh dengan pengajaran yg luar biasa yg diberikan oleh Allah SWT melalui Razka. Dia mencoba mengajarkan saya betapa pentingnya usaha dan kerja keras dalam hidup dan tidak harus tergantung pada bantuan orang lain. Dan Alhamdulilah dengan besarnya keinginan Razka untuk dapat bisa mandiri dan usaha dia dalam menuju kemandirian, kini daya genggamnya sudah lebih baik. Dan dia sudah dapat menulis beberapa angka dan huruf juga menggambar sendiri. Walaupun hasil coretannya tidak sesempurna hasil coretan teman-temannya yg lain, justru di sanalah letak kesempurnaan dari pengajaran akan kerja keras dan hasrat untuk dapat mandiri.
Selain besarnya keinginan untuk bisa mandiri dan begitu hebatnya usaha dia untuk itu, Razka juga memiliki sifat yang luar biasa. Yaitu kejujuran dan mau mengakui kesalahan.

Mungkin anda pernah mendengar orang berkata “maling mana ada yang mau mengaku, kalau mengaku pasti penjara penuh”. Tapi faktanya yang ada justru membuktikan kalau maling tidak mengaku sekalipun, banyak penjara di negri ini (mungkin semua penjara) sudah over capacity. Kejujuran untuk mengakui kesalahan adalah hal yang langka saat ini. Banyak kita saksikan orang-orang yang sudah terbukti bersalah sekalipun masih saja selalu mengelak dan tidak mengakui kesalahannya.
Tapi hal itu tidak saya jumpai dalam diri Razka. Di balik kekurangannya yang ada pada dirinya ada sesuatu yang luar bisa yang belum tentu dimiliki oleh orang-orang yang (katanya) normal seperti kita. Dan hal itu adalah kejujuran dan sifatnya mau mengakui kesalahan. Tanpa perlu melakukan “investigasi” khusus untuk membuktikan kesalahan yang telah dibuatnya.  Cukup ditanya dengan cara yang halus, Razka pun akan jujur untuk mengatakan dan mengakui kesalahannya.
Razka adalah anak yang sensitive. Sedikit disenggol saja secara tidak sengaja, dia langsung membalas dengan cara memukul. Begitu juga saat dia merasa kurang berkenan kalau ada teman yang menasehatinya, dia akan memukul sebagai bentuk rasa ketidak sukaannya. Tapi setelah itu dia langsung meminta maaf dan mau mengakui kesalahannya. Razka memang masih belum bisa mengontrol emosi dan egonya juga mengungkapkkan rasa ketidak sukaannya ketika dinasehati temannya dengan cara yang benar. Dan saat ini dia pun dalam progress pembelajaran untuk itu.Tapi sikap dan sifat kesatria dia yang mau meminta maaf dan mengakui kesalahannya adalah hal yang luar biasa.
Dan hal itulah yang seharusnya menjadi salah satu pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Karena banyak orang yang pintar bahkan jenius saat ini, tapi karena kepintaran yang dimilikinya dia pandai mengelak dan memutar balikkan fakta. Bahkan pada saat terbukti bersalah pun dia pandai memainkan kata-kata dari makna pemahaman akan hukum-hukum dan pasal-pasal yang ada agar diriya tidak bersalah dan membenarkan kesalahannya.
Terima kasih Allah, karena Kau telah mengajarkan hamba nilai dari kejujuran melalui seorang anak yang bagi sebagian orang dia memiliki kekurangan. Tapi bagi saya dia adalah seorang anak yang luar biasa, karena telah mengajarkan akan arti dari kesempurnaan Tuhan dalam penciptaan makhluk-makhluknya. Kalau saja para pejabat dan wakil rakyat yang disana tahu akan hal ini, inilah tamparan psikologis yang luar biasa bagi mereka. Pendidikan, kekayaan, kedudukan dan kekuasaan mereka tidak ada harganya dibandingkan dengan kejujuran seorang Razuka yang kemampuan motorik halusnya kurang baik.
Keinginan yang besar untuk mandiri disertai kerja jeras dan kejujuran serta mau mengakui kesalahan adalah dua sifat yang dimiliki Razka. Dan itulah dua hal yang luar biasa yang saya dapatkan dari dia. Dua hal ini adalah pelajaran yang luar biasa hebatnya yang Allah berikan kepada saya secara tersirat.
“Sungguh banyak pelajaran-pelajaran yang Allah berikan melalui makhluk-makhluknya di bumi ini bagi orang-orang yang berakal.”

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar