10

Panduan Mengajar Online : Menjadi Guru Daring Profesional (0)

Ega Bekti October 6, 2020

Yuk pelajari Panduan Mengajar Online ini untuk membantu anda Menjadi Guru Daring Profesional.

Seperti apa yang telah kita rasakan bersama, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kelancaran kegiatan di berbagai bidang, salah satunya yaitu sektor dunia pendidikan kini menjadi terhambat.

Khusus daerah zona merah, semua sekolah yang berada di kawasan ini harus melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal tersebut bertujuan untuk menekan kemungkinan terjadinya penyebaran virus Corona dan menjadi salah satu upaya untuk menjaga kesehatan para peserta didik, Guru dan seluruh pelaku pendidikan.

Pada kondisi seperti saat ini, dampak yang dirasakan oleh staf pengajar cukuplah berat sebab tugas mengajar yang tidak seperti biasanya. Dari tahun ke tahun semenjak dari dulu pelaksanaan pembelajaran di Indonesia sebagian besar menggunakan mode offline (tatap muka di kelas). Tetapi kini pelaksanaan pembelajarannya harus dilakukan secara online (daring)! Tentu saja hal tersebut menjadi kesulitan tersendiri.

Lantas bagaimana cara menghadapi kondisi seperti saat ini, supaya kegiatan belajar mengajar dapat tetap dilaksanakan?

Kalau harus secara daring, apakah semua Guru dapat melakukannya dengan mudah?

OK, STOP! CUKUP!

Jika saat ini anda sedang kebingungan dan kurang merasa percaya diri untuk menjawab semua pertanyaan di atas, maka hilangkan perasaan dan pikiran seperti itu. Sebab di halaman ini Bapak/Ibu Guru akan mengetahui bagaimana cara melakukannya.

Kini saatnya anda menjadi Guru Daring Profesional!

Semua prosedur berupa panduan teknis akan dijelaskan secara gamblang di sini. Jadi pahami tahap demi tahap kemudian praktekan. Mari kita langsung saja ke pokok pembahasannya!


Langkah Pertama – Pahami Kondisi Siswa

Pahami Kondisi Siswa

Terkadang saya merasa miris kalau melihat panduan-panduan yang telah beredar di berbagai media informasi terkait pelaksanaan pembelajaran online ini.

Kenapa? Memang secara garis besar semua panduan tersebut benar dan dapat dilakukan dengan mudah terutama dalam hal penggunaan perangkat serta beberapa alat pendukung seperti gadget, laptop dan perangkat lunak.

Tapi sayangnya kurang memperhatikan kondisi siswa, padahal yang harus pertama diperhatikan adalah keadaan dari siswa itu sendiri.

Faktanya tidak semua siswa memiliki alat pendukung untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran Daring seperti Gadget. Jangankan Smartphone, biaya untuk membeli Kuota saja orang tuanya kesulitan (meskipun saat ini sudah ada bantuan Kuota internet).

Saya yakin Bapak/Ibu Guru juga pasti memahi lebih dulu terkait masalah ini. Oleh karena itu ada hal yang harus dilakukan sebelum langsung memutuskan untuk membuat materi pembelajaran secara daring.

Tindakan yang perlu dilakukan tersebut adalah mengelompokkan siswa yang mampu dan kurang mampu (tidak memiliki fasilitas). Setelah dikelompokkan, nanti anda dapat membuat konsep penyampaian materi yang berbeda.

Meskipun kelihatannya akan melipat gandakan pekerjaan anda sebagai Guru, tapi ini satu-satunya cara supaya kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun di masa mendatang. Bapak/Ibu Guru harus berkorban waktu dan tenaga untuk yang satu ini.

Tetapi jangan khawatir, sebab materi yang dibuat untuk siswa kurang mampu dapat berupa berkas fisik dan itu dapat diambil dari bahan materi yang akan anda gunakan untuk materi pembelajaran online.

Materi dalam bentuk berkas fisik seperti materi pembelajaran dan soal bisa anda print kemudian diberikan kepada orang tua siswa. Berikan arahan kepada orang tua tentang apa yang harus dijelaskan kepada anaknya terkait materi dan soal yang anda berikan. Semua materi tersebut dipelajari dan soalnya pun dikerjakan di rumah, setelah selesai dikembalikan kepada anda oleh orang tua siswa.

Jadi pada intinya, untuk mengatasi masalah siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar secara daring, anda tetap dapat menyampaikan materi pelajaran secara offline dalam bentuk berkas fisik.


Langkah Kedua – Persiapan dan Penggunaan Alat untuk Mengajar Online

Persiapan dan Penggunaan Alat untuk Mengajar Online

Nah, pada bagian ini anda sudah mulai masuk ke bagian teknis pelaksanaan pembelajaran daring.

Apa saja yang harus dipersiapkan?

  • Laptop / Komputer (wajib)
  • Smartphone / Tablet (untuk Whatsapp)
  • Headphone. dibutuhkan untuk mendengar suara secara jelas.
  • Microphone. dibutuhkan untuk menghasilkan suara lebih jernih.
  • Webcam Internal/Eksternal.
  • Koneksi Internet (wajib)
  • RPP Daring

Software pendukung apa saja yang harus anda miliki?

  • Google Forms
    Merupakan salah produk Google yang dapat digunakan secara gratis untuk membuat formulir kuesioner. Anda dapat mengaksesnya menggunakan Akun Google seperti Gmail.
  • Whatsapp
    Software Komunikasi gratis dan terpopuler saat ini dengan fitur lengkap seperti menelpon, kirim pesan, gambar, video, suara, dan beberapa jenis ekstensi file lainnya. Nanti ini akan kita gunakan sebagai tempat komunikasi dengan siswa.
  • FastStone Capture
    Software ini digunakan untuk melakukan ScreenShot Gambar sebagai perekam layar komputer.
  • PowerPoint
    Anda pasti sudah mengetahui perangkat lunak yang satu ini. Powerpoint merupakan software paling familiar sebagai sebuah tool untuk membuat presentasi.
  • Google Classroom (optional)
    Masih merupakan produk gratis Google, yang disediakan untuk mendukung dunia pendidikan. Dengan Google Classroom kita dapat membuat kelas online.
  • Zoom (optional)
    Merupakan software video konferensi, memungkinkan kita untuk dapat bertatap muka dalam sebuah Grup video chat. Penggunaan software ini sebaiknya didukung webcam. Tersedia dengan layanan berbayar dan versi gratis (dapat digunakan untuk 100 orang partisipan selama 40 menit).

Bagaimana cara menggunakan dalam pelaksanaan pembelajaran daring?

Setelah anda mengetahui informasi terkait dengan beberapa perangkat lunak yang akan digunakan maka dari sini Bapak/Ibu Guru dapat langsung masuk ke bagian pelaksanaan kegiatan pembelajaran online. Bagaimana tahapan-tahapannya? Yuk, lanjut ke paragraf selanjutnya!

Namun sebelum itu kita harus menyesuaikan dulu software mana yang akan digunakan dalam pembelajaran online, hal ini tergantung dari tingkat jenjang pendidikan. Sebab SD/SMP/SMA sederajat pasti memiliki kemungkinan yang berbeda dalam pelaksanaan pembelajaran online.

Pada artikel ini sebagai contoh saya coba buatkan panduan untuk jenjang pendidikan SD.

A . Menyiapkan RPP Daring (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Pada tahap ini, seperti biasa anda harus mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) daring terlebih dahulu. Jika anda membutuhkan contohnya, saya telah bagikan pada tulisan sebelumnya, atau anda bisa mengunduhnya di sini:

RPP daring kelas 1 Format satu lembar semester ganjil dan genap

RPP daring kelas 2 Format satu lembar semester ganjil dan genap

RPP daring kelas 3 Format satu lembar semester ganjil dan genap

RPP daring kelas 4 Format satu lembar semester ganjil dan genap

RPP daring kelas 5 Format satu lembar semester ganjil dan genap

RPP daring kelas 6 Format satu lembar semester ganjil dan genap

Setelah RPP Daring sudah anda siapkan, maka mulailah untuk menyusun konsep implementasi kegiatannya (berdasarkan kegiatan pembelajaran pada RPP).

B . Membuat Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual

Pada bagian ini guru dituntut untuk dapat lebih kreatif daripada biasanya. Pembuatan media pembelajaran tidaklah mudah, tetapi tidak juga sesulit yang dibayangkan.

Sederhananya, anda dapat membuat sebuah presentasi dari powerpoint dan merekam setiap penjelasan menggunakan Screen Recorder. Untuk software Screen Recorder sebagai contoh saya menggunakan FastStone Capture, software ini gratis (trial 30 hari) bisa anda unduh di sini.

Media pembelajaran Audio Visual yang saya maksudkan di sini yaitu berupa video. Video berisikan presentasi penjelasan materi pelajaran. Jika anda dapat membuat presentasi yang menarik maka siswa akan jadi lebih menyukainya. Namun apabila hal itu terlalu sulit dilakukan oleh Bapak/Ibu, maka buatlah video penjelasan materi yang sederhana saja.

Caranya seperti ini:

1) Buatlah slide di powerpoint, pada setiap slide masukkan materi yang akan dijelaskan kepada siswa.

2) Jalankan software FastStone Capture, pilih menu “Screen Recorder” lalu pilih “Windows / Object“. Klik Start.

3) Mulailah melakukan sebuah presentasi berupa penjelasan materi yang telah anda masukkan di powerpoint tadi. Semua aktivitas layar dan Suara anda akan direkam oleh software FastStone Capture. Pada kegiatan ini tentu saja harus menggunakan microphone supaya suara anda dapat terekam.

4) Setelah selesai, tekan tombol Stop pada FastStone Capture, kemudian Save.

5) Upload file video tersebut ke Google Drive.

6) Bagikan link video yang sudah diupload tadi ke Whatsapp atau Software lainnya yang anda gunakan untuk berkomunikasi dengan siswa. Supaya siswa dapat menonton video penjelasan materi yang anda sampaikan.

Video Tutorial Cara Merekam Video Menggunakan Faststone Capture

Jika anda berniat membuat Media Pembelajaran berbentuk Audio, anda dapat merekam sebuah penjelasan materi menggunakan Recoder bawaan Windows. Setelah selesai merekam, filenya bisa anda upload juga ke Google drive maupun Soundcloud. Setelah itu share tautannya ke siswa untuk dipelajari.

Contoh Audio Pembelajaran – Soundcloud

C . Membuat Soal dan Absensi Online menggunakan Google Forms

Membuat Soal Online – Untuk membuat soal online menggunakan Google Forms, tentu saja anda harus memiliki akun Google Terlebih dahulu. Jika anda sudah memilikinya maka silahkah ikuti tahapan berikut:

1) Login ke Google Drive

2) Buatlah sebuah formulir baru dengan cara menggunakan tombol “Baru” atau pilih “Google Drive Saya”. Pilih menu lainnya, di akhiri dengan menekan pilihan Google Formulir. Supaya mudah dipahami, untuk langkah selanjutnya anda bisa mengikuti Video Tutorial berikut.

Video Tutorial Membuat Soal Online Menggunakan Google Forms


Membuat Absensi Online – Pada dasarnya membuat absensi online langkahnya hampir sama dengan membuat soal seperti yang telah dijelaskan pada video tutorial. Namun, ada sedikit perbedaan ketika anda memulai membuatnya, yaitu anda harus membuat sebuah folder baru supaya file absensi siswa dapat mudah dikelola. Lebih jelasnya silahkan ikut panduannya pada video tutorial berikut ini!

Video Tutorial Membuat Absensi Online


Kesimpulan

  • Sebelum mulai melaksanakan kegiatan PJJ, Guru harus mengelompokkan Siswa yang memiliki fasilitas dan yang tidak.
  • Buat materi pembelajaran untuk disampaikan kepada siswa sesuai kelompoknya.
  • Buatlah media pembelajaran seperti Video atau audio dengan teknik yang paling mudah anda lakukan.
  • Sediakan peralatan Hardware yang sekiranya akan sering digunakan.
  • Jika anda memiliki Siswa yang tidak akan merasa kesulitan dalam penggunaan Google Classroom, maka gunakanlah. Sebab, dengan ini Bapak/Ibu dapat membuat kelas online. Tetapi jika tool tersebut malah akan mempersulit kegiatan pembelajaran online, jangan gunakan!
  • Gunakanlah software / perangkat lunak sesuai kondisi paling memungkinkan (seperlunya saja). Misalnya jika tidak memungkinkan untuk melakukan Video Konferensi, maka anda tidak perlu mengunduhnya.

#WritingCompetition #NewNormalTeachingExperience

About Author

Ega Bekti

Perkenalkan Nama Saya Ega Bekti, Sukwan (staf pengajar) di salah satu Sekolah Dasar Kab. Garut yang merangkap menjadi Tenaga Tata Usaha dan Perpustakaan. Saat ini saya dipercaya menjadi bagian dari Tim Web Desain dan pengelola blogsite Katulis.com, GoEdukasi.com serta beberapa blog pendidikan lainnya.

View all posts by Ega Bekti →

Comments (10)

  1. Selamat sore Bapak Ega Bekti 🙂
    terima kasih atas partisipasi Bapak pada Guraru Writing Competition 2020.

    Terima kasih atas #sharing dan juga banyak sekali informasi dan ilmu yang dapat dicontoh oleh rekan guraru-ers lainnya dari artikel Bapak diatas, sungguh bermanfaat dan lengkap dengan berbagai panduan juga sumber yang tersedia.

    Senang sekali, dapat menyambut Bapak Ega untuk kembali berkontribusi dan aktif di Guraru! Kami tunggu untuk sharing lainnya dari Bapak! Sehat selalu dan selamat beraktifitas pak 😉

  2. Selamat sore juga Pak/Bu admin. Senang melihat ada komentar untuk artikel yang saya tulis.

    Meskipun masih jauh dari sempurna, mudah-mudahan artikel tersebut dapat mudah dipahami semua rekan Guru.

    Setelah melihat Guraru sekarang menjadi lebih aktif, saya senang sekali. Sy pasti membagikan artikel-artikel seperti dulu lagi di sini.

  3. Saya sangat terbantu dengan adanya panduan ini, terutama ketika memberikan pemahaman “memperhatikan kondisi siswa”. Memang benar adanya tidak semua peserta didik memiliki fasilitas lengkap untuk mengikuti kegiatan PJJ ini, hal ini terjadi juga di sekolah tempat sy mengajar.

    Penggunaan perangkat pendukung seperlunya memang pilihan yang tepat.

    Kalau boleh tau apakah Bpk. Ega bisa memberikan penyuluhan via online? kalau ada saya mau ikut.

    Terima Kasih.

  4. Kembali Kasih. Bu Sharon:

    Maaf telat membalas komentarnya.

    Saat ini saya masih belum ada rencana untuk itu bu, sekarang sy juga masih ada bbrp kegiatan di webiste Katulis .com. Tapi kalau Ibu mau, silahkan kontak saja ke sana, nanti akan saya coba buatkan panduan khusus berupa video tutorialnya.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar