2

PANDEMI YANG SEMAKIN MEMERDEKAKAN GURU (0)

Dyna Rukmi Harjanti Soeharto November 15, 2020

Telah delapan bulan pandemi ini menyapa Indonesia. Telah delapan bulan kami para guru tidak bisa lagi bersama anak-anak didik yang kami cintai di dalam kelas. Pada awalnya memang semua ini terasa berat. Mengajar tanpa bertemu muka. Ada yang hanya mengirim tugas lewat WA, atau mengirim soal-soal ke rumah siswa.

Jika liburnya hanya sepekan dua pekan, cara seperti itu masih bisa dimaklumi. Tapi jika sampai delapan bulan ini para guru masih melakukan yang seperti itu tentu sangat disayangkan. Sekarang ini yang diperlukan oleh anak-anak adalah inovasi pembelajaran yang akan membantu siswa memahami materi pelajaran.

Kondisi ini memang tidak pernah kita prediksi sebelumnya. Semua serba mendadak dan tanpa persiapan sebelumnya. Tetapi tak ada gunanya menyesali keadaan yang terjadi. Tak ada gunanya berpasrah diri dan menyerah pada kondisi yang ada. Sekarang ini pilihan ada di tangan para guru sendiri. Jargon lama tentang guru yang sering saya dengar dulu, “Dalang gak kurang lakon”, sekarang sangat tepat diterapkan. Jadi guru adalah dalang yang memiliki kemerdekaan memainkan lakon yang dibawakannya sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.

Apalagi di masa pandemi ini banyak sekali pelatihan gratis yang diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas guru. Ada pelatihan membuat konten, membuat video, google classroom, pelatihan menulis, dan lain-lain yang bisa diakses dengan mudah. Komunitas-komunitas guru mulai menggeliat, menyalakan semangat para guru untuk bergerak.

Saya pribadi di masa pandemi ini mengikuti kegiatan pelatihan secara daring yang diselenggarakan oleh sebuah institusi swasta bekerjasama dengan produsen kosmetik ternama. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan, dan ini merupakan tahun kedua. Di sana kami belajar tentang strategi pembelajaran jarak jauh, merancang dan membuat media pembelajaran, dan yang paling menarik adalah tentang guru merdeka belajar.

Banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan di sini. Saya paling tertarik dengan materi Guru Merdeka Belajar. Mindset kita sebagai guru benar-benar harus berubah, jika ingin benar-benar mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini. Menjadi guru di jaman sekarang ini harus merdeka. Ya, merdeka adalah kunci bagi seorang guru untuk maju. Merdeka belajar, merdeka berkarya, merdeka berinovasi. Merdeka belajar sesuai dengan passion yang dimiliki. Belajar membuat konten, menulis, membuat alat peraga, dan sebagainya. Merdeka berkarya, dari hasil belajar tadi guru bisa menghasilkan karya. Bisa berupa buku, alat peraga, maupun konten YouTube. Merdeka berinovasi bisa diwujudkan dalam inovasi-inovasi pembelajaran yang dikembangkan demi kemajuan siswa.

Yang saya suka dari pelatihan ini adalah pernyataan bahwa karir tertinggi seorang guru bukan lagi pada sekedar menjadi kepala sekolah, pengawas, pejabat diknas, atau bahkan kepala dinas. Karir tertinggi guru adalah menjadi inovator, pencipta media pembelajaran, bahkan penulis.

Pandemi ini memang telah mengubah segala aspek kehidupan, banyak yang merasa dirugikan. Bahkan bidang pendidikan telah mengalami dampak yang sangat besar. Tetapi bagi seorang guru yang merdeka, pandemi ini telah mendorong kita untuk banyak belajar dan berkarya, serta menjadi lebih maju. Kompetensi kita semakin meningkat seiring dengan banyaknya ilmu yang kita cari dan pelajari. Bagi seorang guru yang merdeka, pandemi ini telah menjadi ruang untuk terus belajar, bergerak, dan berkarya. Sesuai dengan namanya, digugu dan ditiru, seorang guru harus mampu beradaptasi dalam kondisi apapun, agar anak didiknya juga menjadi orang yang tidak mudah menyerah dalam kondisi sesulit apapun.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar