2

Pakematik SD (+2)

Chi2aja May 12, 2015

Prinsip pengembangan dan pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satu Pendidikan (KTSP) di antaranya adalah membentuk siswa berpikir secara logis, kritis, kreatif inovatif, memecahkan masalah serta berkomunikasi melalui berbagai media. Seirama dengan harapan tersebut, perlu adanya upaya agar siswa memiliki kecakapan hidup, yang dapat diupayakan melalui jalur pendidikan berdasarkan pencapaian standar kompetensi yang dicapai siswa.
Di SD Negeri Ciracas 04 Pagi Jakarta Timur, motivasi siswa dalam melakukan pembelajaran masih kurang antusias. Hal tersebut ditunjukkan oleh perilaku siswa di dalam kelas ketika mengikuti pembelajaran karena masih banyak yang tidak konsentrasi, ‘ngobrol’, bercanda, bahkan jalan-jalan di antara kelompok, kadang banyak juga siswa yang tidak tahu apa yang harus dikerjakan, objek yang harus diamati. Masalah-masalah yang timbul dalam diri anak disebabkan perceraian dan kemiskinan menjadi trend zaman sekarang. Masalah dan konflik dalam keluarga anak akan berakibat terhadap masalah belajar baik bagi dirinya sendiri dan masalah di kelas, kenakalan remaja karena lingkungan yang keluarga dan masyarakat yang kurang mendukung yang jika dibiarkan menjadi putus sekolah. Dalam hal ini peran pendidik menjadi sangat berharga untuk membangkitkan motivasi belajarnya anak agar anak lebih bergairah dan antusias dalam belajar dan menggapai masa depannya. Tugas guru adalah mempersiapkan siswa siswi kita agar mampu menghadapi tantangan yang ada di masa datang. Dalam abad ini terjadi perubahan yang sangat besar dan sangat berbeda dengan masa lalu. Pendidikan seyogiannya mampu memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan yang tidak hanya memikirkan jabatan dan profesi namun lebih pada penyelesaian masalah sehari-hari ( Buchori:21). Era ini adalah era digital dan siswa SD adalah penduduk aslinya ( digital natives ) para guru adalah penduduk pendatang ( digital immigrant ).
Menurut Sofan Amri dan Iif Khoiru Ahmadi (2010:133) menyatakan bahwa pakem merupakan singkatan dari pembelajaran, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Sedangkan Mohammad Jauhar (2011:5) menyatakan bahwa pakem dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berfikir tahap tinggi, berfikir kritis, dan berfikir kreatif.
Selanjutnya Winastwan Gora dan Sunarto (2010:5) menyatakan bahwa pakem adalah sebuah pendekatan pembelajaran bukan strategi atau metode pembelajaran, dan Mohammad Syaifuddin (2008:4) menyatakan pakem adalah pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik, mengembangkan kreativitas sehingga proses pembelajaran efektif dalam suasana menyenangkan.
Dari pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa guru harus mampu mengembangkan pembelajarannya dengan kemampuan anak sebagai digital native untuk mewujudkan belajar aktif, kreatif, menyenangkan, menggunakan teknologi informasi dan komputer yang nantinya akan membuat anak berfikir kritis dan kreatif.
Membaca adalah salah satu strategi dalam belajar dan belajar itu sendiri diwajibkan bagi laki-laki dan perempuan. Musuh utama kita adalah kebodohan dan untuk melawan kebodohan tentu saja melalui pendidikan.
Bahwa seorang guru mutlak untuk memiliki karakter. Guru yang berkarakter harus memiliki “kemandirian, profesional dan percaya diri’. Atau dalam program sertifikasi sekarang dikatakan bahwa setiap guru mutlak untuk memiliki 4 kompetensi; kompetensi paedagogik, kompetensi professional, kompetensi pribadi dan kompetensi sosial.
Pemberian sarana dan prasarana berupa alat peraga pembelajaran dari Dinas Pendidikan dan Kementrian Pendidikan Nasional sejatinya bukan menjadi pajangan di dalam perpustakaan atau laboratorium kelas namun harus dimanfaatkan dengan baik dan benar.
Yang terpenting kita harus mampu menjadi diri sendiri- be ourself- kita harus menjadi yang terbaik- Ya menjadi yang terbaik dalam hidup kita. ”Maka untuk itu selalulah untuk menambah pengetahuan dan pengalaman”
Sekaranglah saatnya para guru berfikir bagaimana teknologi dapat menolong mereka, khususnya dalam pemanfaatannya dalam mewujudkan PAKEMATIK ( Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan Memanfaatkan Teknologi Informasi Komunikasi ) di dalam kelas. Teknologi Informasi harus diposisikan sebagai ‘alat’ mewujudkan tujuan pembelajaran. Di dalam kelas para siswa tidak belajar tentang teknologi walaupun secara tidak langsung siswa akan memberikan pengalaman menggunakan teknologi informasi dalam menyelesaikan permasalah sehari-hari. Jadi teknologi adalah hanya salah satu alat pencapaian tujuan bukan segala-galanya. Hadirnya pendekatan Pakematik dapat memberikan ide bagi sekolah dan staf pengajar untuk mengantarkan siswa ke arah yang lebih baik, “ sadar akan kebutuhan untuk membekali anak didik sesuai zamannya” agar mereka siap dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Di sekolah dasar negeri di DKI Jakarta mendapatkan beberapa soft ware dan alat peraga berbasis komputer guru dapat mencari dan mengembangkan beberapa aplikasi pembelajaran lainnya. Di beberapa sekolah ada yang sudah mendapatkan sarana dan menggunakan papan tulis multimedia dan meja audio ( penulis sudah menggunakan keduanya ) akan lebih baik dalam pendekatan pakematik ini. Beberapa kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan yaitu ;
1. CD pembelajaran tentang sholat, membaca doa, Budaya dan alam Indonesia, Alam dan Sejarah 33 Provinsi di Indonesia, dan beberapa cd yang dapat juga dibeli di toko. Guru menampilkan beberapa video tentang film dokumenter perjuangan, kota-kota bersejarah di daerah atau Negara manapun. Banyak sekali pengetahuan dan wawasan yang dapat diberikan kepada anak. Jika masih kurang dan perlu guru dapat mencari di internet melalui Youtube semuanya disajikan dengan menarik dan menggunakan audio. Waktu tampilan disesuaikan dengan alokasi waktu lalu dilanjutkan dengan session Tanya jawab atau diskusi. Kita boleh mempause dulu atau berhenti sejenak untuk menjelaskan atau memberi elaborasi kepada siswa. Di beberapa session biarkan anak bertanya lalu guru menjelaskan. Anak-anak lebih bersemangat jika video itu ada musiknya. Untuk penugasan siswa membuat ringkasan atau menceritakan kembali laporan, cerita atau film dokumenter yang telah ditontonnya. Kegiatan ini menghasilkan anak yang antusias dan bersemangat dalam belajar tidak monoton dan membosankan. Untuk anak yang rasa ingin tahunya besar biasanya akan terus meminta agar guru mencari lagi bahan cerita yang disenanginya. Melalui media inipun anak-anak lebih konkrit/ jelas membandingkan benda, gambar alam, tumbuhan,reaksi alam, atau tokoh. Guru memberikan penugasan anak untuk mencari materi pelajaran atau tugas-tugas yang bisa diakses di internet yang blog atau webnya sudah disiapkan guru misalnya blog cerita kancil, blog cinta matematika, blog sastra, blog IPA, goggle book, Wikipedia atau image goggle anak-anak juga dapat berkelompok mencari dan menyelasaikan tugas dari komputer di laboratorium sekolah dengan wifi sekolah. Anak dan guru pun dapat belajar dengan aplikasi teka teki silang yang materinya ada dalam kompetensi dasar.
2. Kegiatan menyanyi bersama biasanya lagu-lagu Nasional atau daerah dari berbagai daerah bahkan lagu dari berbagai Negara. Lebih suka lagi jika anak bernyanyi karaoke. Lebih mudah untuk menampilkan lagu baru. Dalam pembelajaran menyanyi ini cd hanya sebagai alat bantu artinya anak juga harus diberikan latihan tanpa musik agar dapat merasakan nada dan harmoninya. Di sinilah kemampuan guru untuk lebih menggali kemampuanya dalam mencari materi belajar yang sesuai dan menyenangkan, guru harus terus mencari temuan-temuan baru dalam perkembangan lagu nasional atau lagu anak lainya yang sesuai.
3. Pembelajaran menggunakan bilingual dapat digunakan dengan pendekatan pakematik ini, kita dapat belajar menggunakan bahasa Inggris ataupun Indonesia karena internet adalah milik dunia, artinya kita dapat menggunakan bahasa inggris dalam mencari ataupun dalam proses belajar mengajarnya, misalnya jika kita ingin belajar tentang pertumbuhan tumbuhan kita bisa mencari dengan youtube atau goggling dengan menuliskan how plant grow, atau trees n animals, evolution proses, eqlipe, earth, sun, solar system, maka kita akan mendapatkan materi dan pembelajaran yang mendunia. Kemampuan guru dalam menggunakan bahasa inggrispun harus baik dan harus memiliki wawasan tentang pembelajaran dengan bahasa asing. Dengan pembelajaran bilingual juga siswa akan secara langsung belajar berbahasa inggris, siswa mengucapkan, menulis dan membaca materi dalam bahasa inggris. Wasawan dan pengetahuan akan bertambah dalam diri siswa didik termasuk gurunya.
4. Kegiatan menari dan senam sebagai refresh di dalam kelas dapat dilakukan bersama-sama dan serentak. Tarian apapun dapat dilakukan dan dapat dicontoh oleh anak anak, sekaligus anak-anak dapat mendapatkan ide-ide baru tentang tarian, kostum, dan pola lantainya. Anak akan bersemangat dan senang belajar di sekolah, tidak bosan dan selalu bersikap membutuhkan ilmu dan kesenangan berkumpul bersama teman. Biasanya anak yang kurang mendapatkan hiburan, perhatian dan kasih sayang di rumah akan suka masuk sekolah dan tidak malas lagi.
5. CPR atau Classroom Performance Respone yaitu software atau perangkat yang digunakan untuk menilai hasil belajar siswa dengan menggunakan remote control dan hasilnya langsung dapat diketahui bersama sekaligus analisisnya. Soft ware ini membuat anak senang karena seperti bermain game. Guru harus menginput data siswa dan data kelas lalu guru juga membuat dan menginput soal sesuai dengan pembelajaran yang sudah dilakukan siswa.
6. Permainan atau game edukasi yang dapat dilakukan siswa secara sendiri atau kelompok. Biasanya siswa diberi waktu untuk menyelesaikannya setelah itu anak anak diberi reward sebagai penghargaannya. Game atau permainan itu antara lain puzzle, ular tangga, teka teki silang, yang sifatnya belajar. Siswa akan merasa bermain game padahal dia sedang belajar dalam kelompok dan bersaing sehat dengan kelompok lainnya.
7. Belajar menggunakan power poin untuk mata pelajaran apapun, siswa dapat mengamati tentang bagaimana sisi, sudut, jaring-jaring bangun datar atau ruang terbentuk, siswa dapat mengetahui bagaimana proses hitungan bilangan positif dan negative, siswa dapat mengetahui cara rumus didapatkan, siswa dapat mengetahui bagaimana mencari volume dan luas bangun dengan rumus. Siswa juga dapat menemukan pencerminan, simetri putar, simetri lipatnya.
8. Alat peraga lingkungan hidup berbasis mikro kontrol yang kita dapat dari dinas juga membutuhkan komputer dalam menggunakannya, dengan alat ini siswa akan memahami bagaimana pencemaran terjadi, proses rumah kaca, dapat membedakan zat atau gas yang berada di alam dengan mengukur tingkat pencemaran yang standar alam ataupun merusak kehidupan. Siswa mampu mengukur kelayakan dikonsumsi makanan yang boleh dimakan atau tidak boleh dimakan. Alat peraga ini menggunakan maket maket kehidupan alam di lingkungan kita dengan berbasis mikro control dan menggunakan media komputer .

 

Coba lihat foto kegiatan belajar berikut !;)

Mungkin ini tulisan awal, mengikuti lomba penulisan oleh  guraru, salam buat admin:)

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar