0

Pakai Tangan Kanan, Kenapa?! (0)

IKA HARDIYAN AKSARI April 10, 2021

Kalau kamu guru, ada muridmu memberikan buku tugasnya memakai tangan kiri, kira-kira apa yang akan kamu lakukan? Tentu menolaknya, bukan? Kemudian memintanya kembali untuk memberikan buku tugasnya dengan tangan kanan. Betul seperti itu? Sama dong ya denganku. Apalagi kelas rendah, hal sepele seperti ini harus kita ajarkan sejak dini.

Kalau anak tersebut kidal, bagaimana?

Nah, ini aku belajar dari temanku yang kedua anaknya kidal. Beliau justru mengajarkan, meskipun anaknya kidal, untuk urusan menulis yang sifatnya kegiatan dengan durasi lama, monggo memakai tangan kiri. Akan tetapi, kalau urusan mengulurkan tangan, seperti memberikan benda kepada orang lain dan bersalaman, dia mewajibkan anak-anaknya untuk memakai tangan kanan. Ini adab, begitu katanya.

Aku sepakat banget dengan cara didik temanku itu tadi. Karena bagaimanapun memberikan sesuatu dengan menggunakan tangan kanan itu seperti ngajeni, menghormati orang yang kita beri. Kalau misalkan ada sesuatu yang memaksa kita memakai tangan kiri, misalnya posisi tidak memungkinkan, tangan sedang sakit, atau yang lainnya, kita sering kali mengucapkan, “Maaf, nyuwun sewu, amit, dan sebagainya”, agar siapapun yang menerima uluran tangan kiri kita tidak merasa kecewa.

Sampai sini, apakah kamu setuju apa yang kusampaikan?

Aku punya cerita kurang mengenakkan. Kemarin sore, saat pulang mengaji, anakku merengek meminta es krim di toko sebelah tempatku mengaji.

“Nanti kalau pulang beli es krim ya, Mi?” Begitu terus rengeknya.

Mampir deh pas mau pulang.

Setelah mengambil sabun, sosis, dan es krim di tempatnya, kami berjalan menuju kasir. Di depan kasir, aku sudah merasa ini kenapa pegawainya pada nongkrong di depan kasir, sih? Pembeli yang mau bayar jadi susah dan terhalang saat ingin meletakkan barang belanjaannya.

“Sudah, Mbak, ini saja.”

Saat yang satu menghitung belanjaan, pegawai yang duduk menghalangi tadi memasukkan barang belanjaanku. Aku perhatikan, kok tumben, sabun dicampur dengan es krim dan sosis. Biasanya dipisah, nanti bau sabun dong. Tapi, ya sudahlah tidak kupermasalahkan. Toh, rumahku juga hanya selemparan kolor.

Eh, pas plastik belanjaan diberikan kepadaku, kok pakai tangan kiri? Refleks dong aku berucap,

“Mbak, mbok ya o jangan pakai tangan kiri, dilihat anak kecil nih lho.”

Pegawai toko itu diam saja tidak bergeming. Karena penasaran, kutengok wajahnya yang menghadap lurus saja ke depan tanpa basa-basi melihat ke arahku.

Pikirku, ini orang nggak dengar apa kata-kataku, kah? Kuulangi lagi,

“Mbak, jangan pakai tangan kiri. Kan punya tangan kanan. Dilihat anakku nih lho.”

Eh, dia malah melengos saat aku mengucapkan kalimat tersebut dengan. Cantik-cantik kok gitu? Aku mengelus-elus jabang bayiku yang ada di dalam perut kemudian berlalu.

Teman-teman dari pegawai itu ada yang memandangku dengan pertanyaan dalam benaknya, “Kenapa?”

Aku memilih diam saja. Sebenarnya di meja samping kasir tadi ada pemilik toserba yang terkenal murah di daerahku ini, akan tetapi aku sedang tidak ingin ribut. Kalau mau, bisa saja kuadukan ke bos-nya. Tapi, ya sudahlah.

Tidak sekali dua kali pegawai di toserba ini kurang ajar dan tidak sopan dengan pembeli. Bahkan sekarang aku juga jarang banget belanja di sana, ya, karena pelayanannya tadi. Aku memilih ke toko lain yang pelayanannya lebih ‘ngajeni‘ pembeli.

Kalau kita mau belajar dari mereka pegawai minimarket yang menjamur di mana-mana, mereka dengan ramah melayani kita,

“Selamat datang di….”

“Selamat berbelanja.”

“Sampai jumpa kembali, hati-hati di jalan.”

Meskipun tidak jadi belanja pun mereka tetap sopan kepada kita. Ah, dunia ini memang penuh dramanya. Sayang saja gitu, kalau pelanggan toserba itu lama-lama pada kabur karena ulah pegawainya yang slengekan. Aku sampai berpikir, apakah karena aku hanya belanja senilai 10 ribu-an, jadi dia memperlakukanku seenaknya? Ah, sudahlah.

Kalau misalnya kamu menemukan pegawai atau pelayanan yang demikian, apa yang akan kamu lakukan?

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar