11

Pak, Saya Dihujat! (+2)

Botaksakti December 20, 2013

Seorang gadis muda, datang bersama angin ke hadapan saya. Wajahnya murung, kesal, bercampur pilu. Mendung yang tadinya tipis membayang, seketika mengental.

Ada apa, Neng?”, saya tak tahan untuk mencari tahu sebab dukanya.

Gadis muda itu tidak menjawab. Murung semakin menggulung wajah manisnya.

Saya membiarkan gadis muda itu menata hatinya. Tanpa dijelaskannyapun saya tahu, hatinya sedang tercabik-cabik.

“Pak, saya dihujat oleh Bos saya!”

“Maksudnya? Coba ceritakan lebih jelas!”

“Saya kan sudah tujuh bulan ini bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan. Nah, selama itu pula saya dilepas begitu saja oleh Bos. Saya tidak tahu harus bagaimana? Bos cuma bilang, kita harus menang, saya tidak tahu bagaimana caranya”

“Hasilnya bagaimana?”

“Ya, saya nabrak kanan-kiri, mencoba belajar sendiri menjalankan tugas saya itu. Memang, sih, usaha saya sempat menaikkan penjualan sampai empat kali lipatnya!”

“Ha itu bagus. Kenapa risau?”

“Masalahnya, setelah itu Bos seperti tidak menghargai usaha saya. Lagi-lagi, ia meminta saya untuk berupaya agar perusahaan memenangkan persaingan. Saya kan bingung, sepertinya saya hanya dimanfaatkan saja! Apa yang harus saya lakukan, Pak?”

Saya terdiam sejenak. Sepertinya ada yang salah dengan anak ini.

“Lha kamu dihujatnya di mana?”

“Ya itu tadi, Pak. Disuruh terus tanpa pengarahan!”

“Hemm….kamu tahu artinya ‘dihujat’?”

“Memang apa artinya, Pak?”

“Begini, menurut KBBI, dihujat itu artinya dicaci, dicela, atau difitnah. Nah, apakah bosmu melakukan itu?”

“Tidak, sih!”

“Nah, sepertinya kamu salah mengartikan istilah ‘dihujat’ itu. Kesalahanmu itu menyebabkan kamu terbutakan oleh kebaikan bosmu!”

“Kok bisa begitu, Pak?”

“Barangkali saja, bosmu itu sedang mendidikmu. Dengan memberimu tugas tanpa pengarahan, mungkin dia ingin mengetahui sejauh mana kemampuanmu. Dengan demikian, dia akan menjadi tahu mana yang masih harus dia kembangkan dalam dirimu, mana kekuranganmu yang masih harus dia bantu untuk melengkapinya, dan lain-lain. Beruntung sekali bukan punya bos seperti itu? Bisa jadi, kalau nanti kamu tidak bekerja lagi sama dia, kamu malah bisa membuka usaha sendiri karena kamu telah dibekali kemampuan itu!”

Anak gadis itu terdiam. Gelap membawanya pergi.

 

@Tulisan ini lahir berkat saya cinta belajar mendengar 😀

Comments (11)

  1. Sip deh pak, terima kasih sharingnya. Saya dahulu dijuluki BPBK kedua, karena tiap hari dekat dengan anak, terima curhat dan memberi solusi. Semua pembinaan karakter yang kutulis di blog pribadi itu kisah nyata tersebut. Sekarang ternyata masih berlanjut melalui chat, sms, dll, Alhamdulillah saya banyak mendapat sharing sejak bergabung dengan Guraru, terutama dari bapak, khususnya tentang cinta belajar mendengar dengan kasih sayang yang tulus. Sekali lagi thx so much. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar