0

OSIS KENALKAN SISTEM SYARIAH DALAM PEMILIHAN KEPEMIMPINAN (0)

Asep Mulyana,S.Pd October 6, 2015

OSIS MTsN 33 JAKARTA GELAR PEMILIHAN KETUA OSIS SECARA SYARIAH

Organisasi siswa intra sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 33 Jakarta kembali menggelar pergantian kepengurusan OSIS yang rutin setiap pergantian tahun pelajaran.Tahun ini pengurus OSIS Madrasah yang terletak di Jalan Pertengahan No 3A Cijantung Pasar Rebo ini menggelar pemilihan ketua OSIS dengan cara syariah. Konsep syariah yang digelar untuk memilih ketua OSIS ini merupakan yang pertama di Indonesia terutama OSIS sebagai wadah organisasi resmi di sekolah. Sebagai sekolah berbasis agama islam, OSIS perlu mengenalkan konsep islam dalam pemilihan kepemimpinan dalam hal ini pemilihan ketua OSIS dalam lingkungan terkecil suatu organisasi kepada seluruh siswa.

PELANTIKAN PENGURUS OSIS MTsN 33 JAKARTA

PELANTIKAN PENGURUS OSIS MTsN 33 JAKARTA

Islam adalah agama yang sempurna, maka dalam pemilihan kepemimpinan juga diatur dalam islam. Pembina OSIS MTs Negeri 33 Jakarta, Asep Mulyana,S.Pd sebelum menggelar pemilihan berkonsultasi terlebih dahulu dengan wakil kesiswaan, Ahmad Bahrun dan Kepala Madrasah, Bapak Solihin,S.Pd.

Dasar dari pemilihan kepemimpinan dalam islam adalah musyawarah untuk memberikan jabatan kepada orang yang terbaik, memilih yang paling ideal dimana memiliki kemampuan memimpin dan amanah (kejujuran) dan mengetahui orang yang paling layak jadi pemimpin.

SERAH TERIMA JABATAN PENGURUS OSIS MTsN 33 JAKARTA

SERAH TERIMA JABATAN PENGURUS OSIS MTsN 33 JAKARTA

Berbeda dengan sistem pemilihan umum yang diselenggarakan di masyarakat dimana setiap orang punya hak bersuara. Satu orang, satu suara. Suara terbanyaklah yang menentukan kemenangan seorang calon kandidat. Dimulai darikampanye calon kandidat untuk menarik simpati dengan sekedar pintar beretorika dan menarik perhatian orang lain. Para pemilihpun memilih karena kedekatan, asal memilih,balas budi karena kebaikan, ada juga memilih dengan logika semua itu bercampur baur. Sementara dalam islam,suatu jabatan itu adalah amanah dan tugas bukan suatu kemuliaan tutur pembina OSIS MTsN 33 Jakarta, sehingga orang-orang yang berilmu dan bertaqwa mendapat kedudukan yang lebih tinggi

Inilah yang kita bangun di OSIS MTsN 33 Jakarta. Kita memilih ketua OSIS berdasarkan musyawarah (syura) dan menentukan siapa yang layak dan paling ideal untuk menjadi ketua OSIS . Kriteriapun melihat kepada kemampuan baik itu kemampuan dalam memimpin,sikap dan tanggung jawabnya sebagai seorang siswa di sekolah sebagai pencerminan dirinya tutur pembina OSIS yang guru fisika tersebut.

Dengan mengambil langkah-langkah sebagaimana yang pernah dilakukan sepeninggal khalifah umar bin khattab dari sumber sejarah, walaupun pemilihan kepemimpinan dalam islam pada jaman al-khulafâ’ al-râsyidûn berbeda-beda namun pada intinya islam mengkedepankan musyawarah, adil dan berdasarkan al qur’an dan as sunnah.
Beberapa tahapan yang pengurus OSIS lakukan dalam proses pemilihan ketua OSIS.

Tahap pertama dalam pemilihan ketua OSIS, dimulai dengan rapat pengurus OSIS tanggal 7 september 2015 yang dihadiri pengurus OSIS kelas 8 dan 9. Para pengurus menunjuk beberapa siswa yang mereka usung untuk diajukan sebagai calon kandidat.Terpilih lah 4 calon kandidat yang didaftarkan oleh pengurus OSIS kelas 9.

Tahap kedua, OSIS membentuk komisi pemilihan atau dikenal dengan istilah dalam islam ahlul halli wal aqdi yang terdiri beberapa pengurus yang dipilih dari kelas 9. Atau bisa juga menunjuk sebagai ketua sementara yang diambil dari usia yang paling muda dari pengurus OSIS seperti Abdurahman bin Auf yang memimpin sementara dalam pemilihan khalifah sepeninggal Umar bin Khattab.

Tahap ketiga, Tim Ahlul Halli wal aqdi mencari informasi dan menanyakan beberapa siswa tentang karakter masing-masing calon kandidat. Informasi dan data ini menjadi dasar pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam musyawarah yang akan digelar nantinya.

Tahap keempat, OSIS mengundang perwakilan kelas yang terdiri ketua kelas dan wakilnya untuk bermusyawarah menentukan siapa yang layak menjadi ketua OSIS MTsN 33 Jakarta.

Tahap Kelima, Hasil musyawarah tersebut, akhirnya menetapkan berdasarkan pendapat beberapa perwakilan kelas serta pengurus OSIS maka terpilihkan Muhammad Rifki sebagai ketua OSIS.

Tahap keenam, Pembacaan ikrar janji setia pengurus OSIS baru dan serah terima jabatan ketua OSIS lama dan OSIS baru yang diselenggarakan 21 september 2015.

Keenam tahap inilah yang dilakukan OSIS MTsN 33 Jakarta, dan berharap dari proses pemilihan tersebut, menjadi warna sendiri buat sejarah OSIS MTsN 33 Jakarta terhadap proses pemilihan ketua OSIS di madrasah.
http://beritamtsn33.blogspot.com

Tagged with: , , ,

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar