0

Orang Tua, Kenali Beda Tabungan dan Asuransi Pendidikan Anak (0)

Anotherorion June 14, 2022

Untuk mempersiapkan pendidikan anak, biasanya orang tua akan memberikan dukungan terbaik agar anak dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak jarang orang tua kemudian memilih tabungan pendidikan anak atau asuransi pendidikan anak. Kedua hal ini sekilas manfaatnya sama tetapi pada dasarnya berbeda. Tabungan tidak sama dengan asuransi. Kita simak dahulu perbedaannya.

Asuransi Pendidikan

Dalam dunia asuransi kita mengenal berbagai jenis asuransi, mulai dari asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, atau asuransi mobil all risk duit pintar.

Setiap asuransi tentu memiliki jenis premi berbeda, tergantung jenis asuransi dan siapa vendor jasa asuransi tersebut, cara klaim asuransi sinar mas mungkin saja berbeda dengan penyedia lain seperti prudential dan axa, mengingat penyedia layanan asuransinya berbeda.

Asuransi pendidikan sendiri adalah asuransi yang ditujukan untuk keluarga yang ingin merancang masa depan anak secara lebih baik dengan bantuan asuransi. Asuransi pendidikan memungkinkan pihak penyedia layanan untuk melanjutkan pembiayaan asuransi sesuai dengan kesepakatan awal jika terjadi kendala yang mengakibatkan orang tua tidak mampu menjalankan kewajiban membayar premi.

Asuransi pendidikan biasanya terdapat dalam jenis asuransi dwi guna, asuransi endowment dan asuransi unit link, dimana terdapat nilai investasi yang nantinya dikembangkan untuk keperluan pendidikan anak.

Tabungan Pendidikan

Tabungan pendidikan adalah produk tabungan berjangka yang direncanakan untuk mengcover biaya pendidikan anak. Karena sifatnya yang berjangka, biasanya tabungan pendidikan didebetkan dari rekening milik orang tua dengan nilai tertentu selama kurun waktu yang disepakati.

Uang tabungan pendidikan digunakan seutuhnya untuk kebutuhan pendidikan anak nantinya, berbeda dengan asuransi pendidikan yang sebagian uang asuransi digunakan untuk mengantisipasi hal-hal yang menyebabkan orang tua tidak dapat memenuhi kewajiban secara mutlak, misalnya orang tua meninggal dunia, atau mengalami cacat fisik yang membuatnya tidak lagi bisa bekerja.

Uang tabungan pendidikan nantinya akan diserahkan sepenuhnya pada akhir periode sejumlah yang telah disepakati antara orang tua dengan pihak bank. Namun, saat orang tua mengalami kondisi yang tidak memungkinkannya melanjutkan tabungan pendidikan, maka otomatis nilai tabungan pendidikan tersebut tidak akan memenuhi kebutuhan yang sudah direncanakan di awal.

Mengapa Penting Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak

Kedua jenis instrumen tersebut dapat orang tua siapkan sebagai bekal mengawal pendidikan anak di masa depan. Baik tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak.

Orang tua bisa memilih instrument apa yang paling cocok dengan kebutuhan dan kemampuan finansial yang saat ini dimiliki. Asuransi pendidikan bisa orang tua pilih jika menginginkan uang tersebut dapat diinvestasikan untuk memenuhi nilai kebutuhan pendidikan anak di masa yang akan datang.

Tabungan pendidikan anak pun bisa orang tua sisipkan dengan membuat tabungan khusus terpisah atas nama anak yang nantinya bisa di autodebet dari rekening orang tua setiap bulannya. Cara ini lebih simpel karena orang tua tidak perlu memantau dan pihak bank akan langsung memotong uang tabungan pendidikan anak setiap bulannya.

Selain kedua jenis instrumen tersebut, orang tua juga bisa berinvestasi pada emas atau tanah.

Alasan orang tua jaman dahulu banyak menyimpan emas dan tanah untuk kebutuhan putra putrinya, karena orang tua jaman dahulu meski tidak memahami hal-hal seperti inflasi tetapi cukup paham akan nilai emas. Dan tanah, semakin lama akan semakin mahal harganya, mengingat kebutuhan tanah akan semakin meningkat sementara ketersediaan lahan akan semakin terbatas.

Di sisi lain, emas memiliki kemampuan yang sangat baik menghadapi inflasi, kenaikan harga emas setiap tahun biasanya berada di atas inflasi tahunan. Artinya semakin lama orang tua menyimpan emas untuk kebutuhan pendidikan anak di masa depan, semakin tinggi pula manfaat yang akan didapatkan.

Bagaimanapun, faktor inflasi perlu diperhatikan, nilai uang saat ini dengan 10 tahun yang akan datang tentu berbeda. Sama halnya uang 100 ribu tahun lalu bisa membeli 11 liter pertamax dan sekarang hanya 8 liternya saja.

Tanpa berusaha mempersiapkan kebutuhan tersebut di masa yang akan datang dari sekarang, orang tua akan merasakan betapa mahalnya biaya pendidikan anak kita di jenjang perguruan tinggi nantinya.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar