2

OPPORTUNITIES DI TENGAH PANDEMI (HIKMAH PJJ) (0)

Karimatul Rofikoh October 17, 2020

Salah satu sektor krusial yang terdampak pandemi covid-19 adalah sektor pendidikan. Sangat riskan jika sistem pendidikan tetap dilaksanakan secara konvensional. Seperti kita ketahui, sekolah merupakan titik berkumpulnya para pendidik maupun peserta didik dalam jangka waktu yang cukup lama. Besar kemungkinan sekolah akan menjadi klaster baru penyebaran virus Corona sebab banyaknya massa yang berkumpul dalam satu tempat.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi solusi yang paling sesuai saat ini. Namun, hal baru selalu diikuti oleh tantangan tersendiri. Maka dari itu, para praktisi pendidikan, termasuk guru seyogyanya melakukan perencanaan yang baik demi terlaksananya PJJ yang optimal. Salah satu langkah dalam merencanakan PJJ adalah dengan melakukan analisis. Guru dapat menggunakan metode analisis SWOT untuk menjajaki PJJ ini.

Analisis SWOT merupakan salah satu metode analisis situasional yang menitik-beratkan pada identifikasi beberapa faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan, organisasi, maupun lembaga. SWOT sendiri merupakan akronim dari Strengths (kekuatan), Weaknesses( kelemahan), Opportunites (peluang), dan Threats (ancaman). Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman.

Unsur pertama yang perlu dianalisis adalah Strengths (kekuatan). Kekuatan bisa berasal dari faktor internal maupun eksternal. Motivasi mengajar yang kuat, pemahaman materi ajar yang baik, serta kemampuan menggunakan IT termasuk kekuatan internal seorang guru. Kekuatan eksternal bisa berupa motivasi dari sekitar dan fasilitas sekolah yang mendukung.

Weaknesses (kelemahan) yang menjadi penghalang kekuatan di atas adalah kurangnya motivasi dari dalam diri guru, pemahaman materi yang cetek, serta keterbatasan penguasaan IT. Selain itu, kurangnya  motivasi dari sekitar dan keterbatasan fasilitas sekolah juga merupakan kelemahan dalam PJJ.

Unsur ketiga dalam analisis SWOT yang juga merupakan pembahasan utama tulisan ini  adalah opportunities (peluang). Di balik keterbatasan ruang gerak akibat pandemi, sebenarnya banyak tercipta peluang baru. Unsur terakhir yaitu threats (ancaman). Lembaga pendidikan sejenis, rendahnya dukungan wali murid, dan keadaan ekonomi masyarakat yang kurang bagus merupakan contoh ancaman yang mungkin ditemui pada pelaksanaan PJJ ini.

Kali ini, saya akan fokus pada opportunities (peluang) yang tercipta di tengah wabah ini.  Selama tiga bulan pertama diberlakukan PJJ (sebelum new normal ) mayoritas guru di sekolah tempat saya mengajar hanya memberikan tugas daring saja tanpa memberikan penguatan materi. Hal tersebut terjadi karena ketidakpastian jangka waktu pelaksanaan PJJ. Pada pertengahan Maret, kami menerima surat edaran walikota Magelang bahwa PJJ akan dilaksanakan selama dua minggu. Namun, beberapa kali surat edaran yang menginformasikan perpanjangan masa PJJ dibuat kembali oleh pihak terkait. Selain itu, pada tiga bulan pertama masih diberlakukan WFH (work from home) yang membuat guru banyak beraktivitas di rumah saja.

          Otomatis ketika saya bekerja dari rumah, saya punya lebih banyak waktu bersama anak-anak. Pada kesempatan itu, saya dapat mengajarkan toilet training pada anak saya yang saat itu berumur 23 bulan. Ketika saya mengajar di sekolah, biasanya bayi saya titipkan pada seorang pengasuh. Tentu tidak tega untuk membiarkan sang pengasuh lebih kerepotan jika saya melepas popok sekali pakai untuk bayi saya. Nah, selama tiga bulan  di rumah saya maksimalkan untuk mengajarkan toilet training pada anak saya. Meskipun awalnya agak berat harus berkali- kali mengepel lantai maupun menyuci banyak pakaian yang terkena pipis, alhamdulillah saya berhasil menghentikan pemakaian popok sekali pakai untuk anak saya, sehingga secara tidak langsung saya telah membantu menjaga ligkungan dengan mengurangi sampah.

Selain mengajarkan toilet training pada si adik, saya juga punya lebih banyak waktu untuk membersamai si kakak untuk belajar. Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan, si kakak yang berusia 4 tahun telah berhasil menghafal alfabet, belajar mewarnai, belajar meghafal doa-doa dan lain sebagainya.

            Usai Idul fitri, ternyata kebijakan WFH (work from home).  diganti dengan WFS (work from school). Mulai tanggal 6 Juli 2020 lalu semua guru diminta masuk sekolah. Sistem yang digunakan adalah “guru mengajar dari sekolah, siswa belajar dari rumah”. Dengan diimplementasikannya WFS, maka koordinasi antar guru mengenai PJJ menjadi lebih matang.             Setelah memasuki era new normal, sekolah memberikan banyak oppotunities untuk meningkatkan skill guru. Pihak sekolah memfasilitasi guru dengan mengadakan pelatihan tentang penggunaan“Microsoft 365” untuk menunjang PJJ. Pada pelatihan tersebut, kami mendapatkan ilmu baru tentang aplikasi di dalam “Microsoft 365” yang meliputi Microsoft Teams, Sway, Forms, dan lain-lain. Pelatihan ini sangat menarik sebab para guru difasilitasi akun gratis, yang mana tidak akan didapatkan oleh non-guru. Jika orang awam ingin memiliki akun Microsoft 365, mereka harus membayar biaya yang lumayan besar.

Pelatihan Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Microsoft 365

Dari hasil koodinasi bersama antara para guru dan kepala sekolah, Maka PJJ di era new normal akan dibuat lebih komunikatif. Para guru diminta membuat video pembelajaran untuk menyampaikan materi ajar kepada siswa sebelum penugasan. Saya dan kawan-kawan menjadi tahu bagaimana cara membuat video yang menarik menggunakan berbagai jenis aplikasi seperti viva video, inshot, filmora, kinemaster, dan sebagainya. Kami juga menjadi “youtuber dadakan” akibat PJJ ini.

Contoh Video PJJ

Mengajar di sekolah tanpa kehadiran murid seringkali membuat saya jenuh. Untuk mengobati kejenuhan tersebut, saya mencoba mencari wadah untuk menyalurkan passion saya, yaitu passion terhadap Bahasa Inggris dan passion untuk menulis. Di era pandemi ini, saya berhasil menyabet medali perunggu dalam ajang olimpiade nasional (OLNAS) yang dilaksanakan secara online.

OLNAS Online

Di era pandemi ini saya juga dapat mewujudkan mimpi menjadi seorang penulis. Saya sering mengikuti sayembara kepenulisan yang infonya saya peroleh dari media sosial. Alhamdulillah, sampai saat ini lima naskah yang saya kirimkan lolos proses penyaringan. Ada sebuah buku antologi saya yang telah terbit. Empat buku antologi saya lainnya juga dalam proses penerbitan. Kini, saya semakin aktif menulis. Untuk sekarang saya masih menjadi penulis kontributor buku-buku antologi. Namun, saya optimis nantinya pasti akan terbit karya pribadi saya. Semoga nanti, murid-murid saya termotivasi untuk menulis juga. Dengan demikian, literasi Indonsia akan semakin maju.

Menerbitkan Buku Antologi

Itulah pengalaman saya sebagai guru pada masa sebelum dan selama new normal. Meskipun di tengah pandemi yang tak pasti, kita harus tetap bisa memafaatkan peluang yang ada utuk tetap semangat mengajar dan berkarya.

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (2)

  1. Selamat Sore 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar