3

Nonton Bareng Guraru (+1)

Rudy Hilkya December 5, 2013

Kemarin pagi saat siswa-siswa kami bersiap mengambil kartu peserta UAS, sebuah sms masuk dari nomor yang tidak tersimpan dalam hape saya. Pertanyaannya singkat :

“Apa nama blog Rudy?”

Saat saya membacanya, hati saya tertegun dan bertanya, siapa gerangan ini?
Semula saya menduga dari angka-angka itu adalah seseorang dari DKI atau sekitarnya.

Tak berapa lama, terkirim sms demikian
“Pak Dedi dalam perjalanan ke Palangka Raya, jika memungkinkan akan bertemu dengan anda”

sms balasan saya ” Siap” sebagai ungkapan bahwa umpan tersebut saya terima dengan baik dan sungguh-sungguh

Benak saya terus melayang, melanglang jagat. Yang saya kenal gaya seperti ini biasanya Pak Agus Sampurno, karena adiknya Pak Dedi. Tapi ketika saya periksa buku telepon koq sepertinya bukan nomor hape Pak Agus Guru Kreatif tidak salah lagi ini pasti koleganya Pak Dedi Dwitagama, siapa lain siapa bukan … Om Jay, mulut saya terpekik, terperanjat dan tidak menyangka di-sms demikian 😀

Saya menduga Pak Dedi datang ke kota kecil ini dalam rangka acara yang biasa dibawakannya mengenai narkoba atau motivasi-motivasi tapi tumben-tumbenan ada acara begitu di kota ini karena saya sendiri tidak mengetahui informasinya.

Tak beberapa lama sms Om Jay muncul lagi, mengirimkan nomor hape Pak Dedi dan segera saya telepon dan Beliau mengatakan sudah menunggu di bandara Jakarta dan terbang pukul 11.40 wib. Nah, benar nih sms barusan bukan hoax 😀

Akhirnya kami sepakat bertemu di Bandara Cilik Riwut Palangka Raya saat pesawat dari Jakarta mendarat.  Pada saat yang sama kami bersama guru-guru lain tengah mempersiapkan acara Vokal Grup untuk Natal Sekolah seusai UAS pun menambah serunya hari rabu.
Tepat pukul  13.40 pesawat Lion Air menyentuh landasan dengan bunyi decitnya yang khas membawa Pak Dedi Dwitagama beserta rekan-rekan, kami bertemu di ruang kedatangan dan tentu saja senyum khas seorang Dedi Dwitagama serta brewoknya muncul di antara kepenatan perjalanan (mungkin mengalami penundaan penerbangan), dari pertemuan singkat tersebut sebelum rombongan ke hotel yang kebetulan dekat sekali dengan rumah saya, Pak Dedi menawarkan skenario bahwa saya besok (kamis, 5-12-2013) diajak untuk bicara di atas panggung menceritakan pengalaman sebagai guru era baru-nya Acer 😀

o Lala, ini dia kesempatan yang tidak akan datang dua kali, apalagi diajak motivator dan trainer Nasional sekaliber Beliau merupakan suatu kehormatan dan peluang. Malamnya kami berdialog untuk mematangkan skenario Pak Dedi ini dan tidak sengaja saya pun terbawa ke jamuan makan malam di suatu tempat yang namanya Kampung Lauk. Bersama dengan kami malam itu, Direktur Sejarah dan Budaya Kemdikbud, Pak Andjar Drajat dan Aktor Film Fuad Idris yang rencananya akan mengadakan nonton bareng besok hari di Kabupaten Katingan (sekitar 80 km arah barat laut kota Palangka Raya).

DSC_2384 narsum narsum2 narsum3 narsum5 tamu tmu2 dengan wakadis pend katingan blur audiens

Pemutaran film ini tentu saja akan melibatkan guru, siswa, dan orang tua siswa yang diundang khusus oleh Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Katingan. Mendengar obrolan beliau-beliau beserta produser dan EO yang mengelola acara tersebut menambah wawasan tersendiri tentang penanaman nilai-nilai luhur dan karakter bangsa melalui Film.

Kamis pagi ini, saya beserta istri yang menemani perjalanan sepakat untuk berangkat setelah sms dari pak motivator tersangkut di henfon. Ternyata setelah pukul 09.00 baru sms konfirmasi tiba, membuat saya bergegas meninggalkan acara UAS tapi sebelumnya kostum yang saya gunakan sejenis dengan penampilan saat presentasi guraru tapi kali ini biru warnanya 😀

Di perjalanan sesaat km 8 dari dalam kota yang tengah padat merayap datang telepon dadakan dari Om Dedi, mengatakan bahwa acaranya dipercepat di awal dan saya diminta untuk datang secepatnya ke Kasongan (ibukota Kabupaten Katingan) dengan petunjuk lokasi gedung dan arah kompasnya, memaksa saya untuk memacu kereta Avanza melesat dari biasanya !

Jika minggu kemarin dalam perjalanan wisata meninjau Bukit Batu di Kasongan, kami tiba setelah 1,5 jam dari Palangka Raya. Kali ini dengan peningkatan laju bak tingkat WARP, kami tiba di gedung Salawah tempat pelaksanaan pemutaran film itu satu jam lewat sepuluh menit setelah melewati jalanan mulus bergelombang. HAti sempat dagdigdug mengingat waktu yang mepet, jalan yang rapat dan tidak terlalu lebar sementara mobil melesat kadang melambung, demi skenario utama.

Gedung Salawah ini terletak di komplek Kantor Bupati Katingan dan merupakan gedung termegah dan terbesar dari semua gedung pertemuan di Kalimantan Tengah yang pernah saya masuki, saya terkagum dan terkaget dengan besarnya ruang aula eksekutif tersebut ! Apalagi disulap menjadi bioskop hampir sama seperti “Studio Duapuluh lebih satu”. Tak berapa lama, Rio salah seorang kru EO pelaksana, memandu saya menemui Pak Dedi dalam ruang yang mendadak gelap karena tengah diputar Film Tanah Surga besutan Dedy Mizwar yang salah satu aktor utama adalah Pak Fuad Idris.

Akhirnya kami duduk di depan panggung sebelah kanan, tidak berapa lama menonton, mungkin sekitar 30 menit diadakanlah diskusi bersama para narasumber dan audiens yang begitu menyala saya menjadi terkaget lagi karena seluruh kapasitas gedung benar-benar penuh dengan guru-guru berbagai jenjang se-Kabupaten Katingan (yang saya hitung-hitung hampir 500 orang!)

Jumlah itu pun kadang sulit disamakan jika seluruh guru di tempat saya dikumpulkan 😛 jika ada pertemuan. Entah siapakah tokoh di balik ini yang mampu mengumpulkan massa sedemikian dan di akhir acara, baru saya mengetahui siapa aktornya hehehe

Tak berapa lama, setelah para narasumber dimintai pendapatnya oleh audiens tiba giliran Pak Dedi memanggil saya sebagai model dan naiklah ke panggung akhirnya. Kesempatan itu datang juga walau mulai dari daerah barat 😀

Saya diberi kesempatan 10 menit memberikan dobrakan pikiran menjadi guru yang tidak terikat dengan sekat waktu dan ruang, memanfaatkan era digital dan mengapa hal ini saya lakukan karena sejalan dengan ide film yang baru saja kami saksikan, tak terasa “ngecap” di atas panggung akhirnya usai. Sekelebat saya melihat di ujung panggung kiri, seseorang yang sangat saya kenal dan terhitung sebagai kakak tingkat saat kuliah magister, termanggut-manggut sembari tersenyum di balik kumisnya. Ya, tak salah lagi pikir saya, inilah aktor intelektual yang menggerakkan pengumpulan guru-guru di Katingan ini. Beliau bernama Hartoni, M.Pd dulunya adalah guru tempat saya menjadi GTT di Palangka Raya, selanjutnya berkarir sebagai widyaiswara dan saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan :wow: suatu prestasi karir yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Demikian acara Nonton Bareng Film Inspiratif usai pada 5 Desember 2013 dan sepulang kami dari Gedung Salawah ini tak lupa oleh-oleh Durian Kasongan yang terkenal dipersiapkan untuk anak-anak. Yang unik adalah penetapan harganya, jika hari libur atau tanggal merah harga Durian akan meningkat sementara jika hari kerja biasa harganya turun dan cenderung murah.

 

 

 

About Author

Rudy Hilkya

Guru Fisika di SMAN-2 Palangka Raya, aktif berkicau di http://twitter.com/fisikarudy, juga menulis di blog pribadi http://fisikarudy.wordpress.com, mendirikan klub Fisikarudy di facebook selain bisa ditemui bertwitter di @fisikarudy - line, whatsapp juga SMS ke 0811-5204-209 sekarang aktif menjadi reviewer di http://rudyhilkya.com/ juga pada blog abal-abal http://rudykit.blogspot.com, rudyhilkya.wordpress.com

View all posts by Rudy Hilkya →

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar