0

Narkoba Psikotropika Volume 2 : Pembagian Narkotika Menurut Lewis dan Dampak Penyalahgunaan Ganja (0)

oloan February 22, 2021

World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.

Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 ibukota provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Heru Winarko, ungkap data terbaru penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Berdasarkan hasil survey penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika pada 13 ibu kota provinsi, yang dilakukan BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba setahun pakai pada kelompok pelajar sebanyak 3,21% atau setara dengan 2.297.492 orang.

Sementara angka prevalensi setahun pakai di kalangan pekerja sebesar 2,1% atau setara dengan 1.514.037 orang. Heru juga menyampaikan jumlah barang bukti yang berhasil diungkap BNN periode 2017-2018 sebanyak 48,23 ton sabu, 41,27 ton ganja, 1.594.083 butir pil ekstasi dan 2.314,29 kilogram ekstasi bubuk.

Data tersebut disampaikan Heru Winarko saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/6).

Heru juga menyebutkan bahwa peringatan yang digelar setiap tanggal 26 Juni ini merupakan wujud keprihatinan seluruh dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang sudah sangat mengkhawatirkan.

Menurut Heru, dibutuhkan gerakan yang massif serta kepedulian dari segala unsur masyarakat agar tidak merusak generasi bangsa. Heru pun menyinggung harapan Indonesia untuk menjadi negara besar dalam beberapa tahun kedepan. Menurutnya, saat ini indonesia tengah memacu diri untuk meningkatkan prestasi pembangunan kompetensi bangsa, oleh karenanya diperlukan sumber daya manusia khususnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berintelektual.

“Generasi millenial harus bisa menggelorakan semangat membara untuk menyadarkan seluruh komponen bangsa dalam membangun solidaritas sebagai upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat!”, tegasnya.

Pembagian Narkotika Menurut Lewins

Lewins membagi narkotika berdasarkan pengaruh obat-obat atau narkotika terhadap susunan saraf.

Narkotika dibaginya dalam / golongan, yaitu :

1.Golongan obat bius yang menimbulkan khayalan atau hal lucinogens, contohnya :

Ganja beserta damarnya

Opium beserta hasil, turunan, dan sintetisnya

Lycergic acid diethilamid

Mescallin, psilocyin dan lain-lain.

2.Golongan obat yang menimbulkan perangsangan (memacu) susunan saraf pusat.

Contohnya :

Amphetamine dan kokain

3.Golongan obat tidur

Contohnya :

Mandrax (Mx) – Seconal

Rohypnol (R) – nembutal

Metaquilon (Mq) – librium

Luminal dan lain-lain

4.Golongan obat yang menghilangkan rasa sakit dan panas

Contohnya :

Panagrip

Erceflu

Bodrex dan lain-lain

5.Golongan yang memabukkan Semua minuman yang mengandung alkohol

Contohnya :

Anggur

Vigour

Bir

Bols

Tuak

Steven, dan lain-lain

6.Golongan tembakau. Semua jenis rokok

7.Golongan solvent’s6. Yaitu zat yang mudah menguap dan pemakainya dengan jalan menghirupnya dari hidung dan mulut.

Contohnya :

Bahan pelarut cat (paint thinner)

Bensin, cutex, dan lem (glue)

Dampak Penyalahgunaan Ganja

Ganja dapat menimbulkan efek yang berbeda-beda. Beberapa orang mengalami reaksi yang lebih kuat dari yang lain. Reaksi yang paling umum adalah perasaan “teller” atau “melayang”.

Ganja memiliki efek terhadap phisik maupun psikis bagi si pemakai, antara lain :

•Pada phisik : denyut jantung semakin cepat, temperatur badan menurun, mata merah, nafsu makan bertambah, mulut kering, santai, tenang, dan melayang-layang.

•Pada psikis atau mental : pikiran selalu rindu pada ganja, daya tahan menghadapi problem jadi lemah, malas, apatis, tidak peduli, dan kehilangan semangat untuk belajar maupun bekerja, persepsi waktu dan pertimbangan intelektual maupun moral terganggu.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar