0

Narkoba Psikotropika (Penyalah Gunaan Narkotika) (0)

oloan February 22, 2021

Sering kita mendengar artis atau orang-orang penting di negeri ini terjerat kasus narkoba. Banyak generasi muda bangsa kita yang tidak tau apa itu efek negatif dari penggunaan narkoba. Tidak dapat dipungkiri penggunaan narkoba dikalangan remaja semakin meningkat.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jenderal Polisi Heru Winarko menyebut, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja makin meningkat. Di mana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika.

“Hasil dari penelitian kita bahwa penyalahgunaan itu beberapa tahun lalu, milenial atau generasi muda hanya sebesar 20 persen dan sekarang meningkat 24 -28

persen itu adalah kebanyakan pengguna anak-anak dan remaja,” kata Heru di The Opus Grand Ballroom At The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Heru menerangkan, kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang. Sebab, mereka memiliki waktu yang cukup panjang dalam mengkonsumsi narkoba.

“Karena kalau milenial yang sudah menggunakan, maka rentan penggunaan jangka panjang. Sehingga market mereka terjaga dan mereka enggak pusing lagi. Misalnya umur 15 tahun mengunakan narkoba sampai umur 40 tahun, berapa jangka waktu mereka menggunakan narkoba,” ujarnya.

Heru juga mempunyai sebuatan lain dari penggunaan narkotika, yakni imun. Hal itu disebabkan karena penggunaan narkotika semakin meningkat.

“Mengunakan narkoba ada namanya imun. Jadi akan meningkat, yang tadi mungkin sebutir bisa fly, jadi nanti ditingkatkan 1,5 hingga 2 butir karena itu kebutuhan akan semakin meningkat. Ini yang kita khawatir mengenai narkoba,” papar Heru.

Untuk itu, ia mengajak segenap pihak untuk memerangi narkotika. Hal itu dilakukam agar tak ada lagi kaum remaja yang mengkonsumsi narkoba.

Pengertian

Istilah narkotika berasal dari bahasa Yunani, yaitu narkotikos berarti keadaan seseorang yang kaku seperti patung atau tidur. Keadaan kaku seperti patung atau tidur itu terjadi pada waktu seseorang menggunakan, bahan-bahan tertentu. Oleh karena sudah terbiasa menggunakan kata narkotika, maka lama kelamaan kata narkotika dipakai dalam pengertian bahan-bahan yang menimbulkan keadaan narkotika.

Perubahan pengertian sebenarnya kurang tepat sebab kata keadaan berubah menjadi kata benda (Narkotikos berubah menjadi narkotika) terlebih lebih pada masa akhir ini pengertian narkotika bukanlah hanya seperti yang diatas lagi tetapi juga dipergunakan untuk menimbulkan keadaan sebaliknya, yaitu terdiri dari bahan-bahan yang merangsang (memacu) susunan saraf pusat.

Pembagian Narkotika di Indonesia

Sewaktu masa penjajahan Belanda di Indonesia telah ada penyalahgunaan narkotika yaitu orang-orang Cina pada waktu itu membawa kebiasaan menghisap madat (candu) dari tanah leluhurnya. Pemerintah Belanda pada waktu itupun telah mengangkat seorang petugas untuk melayani mereka untuk membagi jatah candu. Mereka yang berhak untuk mendapatkan jatah candu diharuskan terlebih dahulu mendaftarkan diri dan mendapat izin dari petugas candu. Petugas candu ini disebut mantri candu.

Pada tahun 1972 Pemerintah Penjajah Belanda telah mengeluarkan undang-undang yanag disebut undang-undang Obat Bius. Undang-undang ini menentukan bahwa yang masuk narkotika pada waktu itu disebut obat bius, adalah :

Ganja beserta damarnya

Tanaman opium (papaver somniverum = candu beserta hasil turunan dan sintesisnya).

Tanaman koka beserta hasilnya.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar