3

Namanya juga Anak Anak (0)

Zubaili November 15, 2020

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi kepada para guraru sebuah puisi. Puisi ini berbicara tentang sikap atau perilaku anak anak dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi menilik kepada profesi yang kita jalani sebagai guru, tentunya setiap hari kita bergelut dengan yang namanya anak-anak.

Puisi yang saya tulis ini mungkin cukup banyak kekurangan di sana sini. Maklumlah saya bukan seorang guru bahasa Indonesia, yang pandai merangkai kata indah, juga bukan seorang puitis. Tetapi hanya seorang guru honorer PAI yang suka lihat orang lain nulis puisi. Mohon masukan dan saran dari para pakar atau guru guru yang mahir tentang puisi. Mudah-mudahan menjadi pelajaran yang berharga bagi saya.

Baiklah inilah puisi yang saya tulis dengan judul “Namanya juga Anak Anak”

“Namanya Juga Anak Anak”

Oleh: Zubaili

Suara gemuruh terdengar nyaring

Dari ruangan empat persegi

Tempat anak-anak sedang bermain

Nampak kegaduhan di sana sini.

Namanya juga anak anak,

Sesekali tangisan terdengar

Sesama mereka saling membentak

Saling menghujat

Bercerita orangtuanya lebih hebat.

Namanya juga anak-anak,

Mereka belum berilmu

Mereka suka meniru

Semua orang menjadi guru

Tak peduli benar atau keliru.

Namanya juga anak anak,

Cinta dan kasih sangat dinanti

Yang mengasuh harus tabah hati

Mereka sering menguji

Dibalik tingkah mereka sehari hari.

Sekian. Akhii/ZBA

Demikian puisi singkat ini, semoga bermanfaat. Dan menjadi pelajaran kepada kita para guru dan orang tua dalam bergaul dan mendidik mereka dalam kehidupan sehari-hari. Begitulah keadaan dan tingkah laku mereka anak-anak dalam kehidupan sehari-hari dalam kaca mata penulis. Namanya juga anak-anak.

Baca Juga: Puisi | Menulislah Wahai Guru

Baca juga puisi-puisi yang lain yang saya tulis dan telah saya bagikan di blog kompasiana saya Kompasiana Zubaili , tapi puisi pendek-pendek. Pinginnya sih mau share juga di guraru, tetapi karena ada perubahan aturan yang ditetapkan oleh admin guraru mulai bulan lalu, yang mengharuskan tulisan tidak boleh kurang dari 400 kata. Tetapi kalau menurut saya sih, klo untuk puisi bolehlah ada ruhsah (dibaca: keringanan bagi para guraru). Karena kebanyakan puisi memang tidak begitu panjang-panjang tulisannya, tetapi yang terpenting pesan yang ingin disampaikan oleh penulis tersampaikan dengan baik kepada pembaca.

Akhirnya, kritik dan saran dari para guraru juga sangat saya harapkan. Sehingga tulisan yang saya tulis kedepan semakin baik dan semakin enak dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca sekalian. Saya sangat yakin di sini cukup banyak para guru yang pakar tentang puisi, sehingga penilaian dari Bapak/Ibu terhadap puisi saya yang masih cukup banyak kekurangan dalam penulisannya sangat saya nantikan. Maklumlah masih pemula di bidang literasi wabil khusus tentang puisi.

Terima Kasih | Salam Ukhuwah

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar