1

My Teach My Adventure (0)

Agus Wahidi, M.Pd October 18, 2020

Dunia telah berubah dan makin menantang, bagi kita Guru masa kini. Betapa tidak , generasi yang kita hadapi adalah generasi abad 21 yang terlahir sejak kecil sudah mengenal teknologi internet, sedang kita sebagai guru masih bertransformasi dengan teknologi Internet. Kurikulum pada pendidikan formal masih abad 19. That is amazing sekali bagi kita yang suka akan tantangan My Taech My Adventure, seperti cocok untuk tulisan saya yang singkat ini.

Di ekosistem sekolah sendiri masih ada anggota komunitas yang alergi dengan teknologi karena dianggap alat dan teknologi internet adalah perusak mental siswa, mungkin capture mereka dari sisi negatif teknologi dan beberapa kasus kriminal siswa gara-gara teknologi. Phobia teknologi karena anak menjadi teralihkannya perhatiannya ke gadget atau Hp. Kita ternyata pencemburu juga ya, ndak mau diduakan perhatiannya.

Suatu pertanyaan menggelitik yang dilontarkan Prof Indrajit ” Seberapa persen materi yang anda ajarkan, apakah ada di media online?”. Spontan bisa saya jawab 100 % ada semua bahkan lebih lengkap dan bervariasi baik konten maupun konteksnya. Betapa tidak , youtube mampu mengkolaborasikan berbagai sumber dari konten buatan guru dan pakar seluruh dunia. Naif sekali ketika masih ada guru yang pelit ilmu kepada siswa, mereka siswa bisa dengan mudah mencari materi yang mereka ingin tahu. tetapi ada bahaya yang diam2 mengancam ketika mereka berselancar mencari materi yang mereka ingin ketahui. diantaranya adalah mis konsepsi karena materi yang bertebaran tentu tidak melalui seleksi para ahli, sehingga menjadi tugas mulia guru memberikan rambu2 kepada peserta didik untuk menyerap konten2 yang berkualitas.  Bagaimana guru bisa memberikan rambu2,??? Guru harus terlebih dahulu menyelam mengarungi samudra informasi digital salah satunya di youtube , untuk menyeleksi mana yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. So Guru belum bisa digantikan.

Guru jaman milenium ini paling tidak punya 4 bekal dalam berkelana meleksanakan kewajibannya mendidik sisiwa sekarang,  yaitu : 1). kemampuan literasi IT, 2). Kemampuan bahasa Internasional minimal bahasa Inggris, 3) Kemampuan enterpreneurship dan 4). kemampuan profesional soft skill.

Literasi IT mutlak diperlukan karena ekosistem kita sudah berubah ke ekosistem digital, bagaimana, apa, darimana, dimana, siapa yang terkait informasi digital guru harus tahu. Jadi guru Gaptek akan ditinggalkan oleh jaman. Bahasa Internasional minimal bahasa Inggris karena program yang ada, ekosistem digital kebanyakan menggunakan bahasa inggris sehingga untuk mengintepretasi informasi dan menelusuri info digital menjadi lancar ditambah lagi sekarang ada persaingan teknologi antara amerika dan China maka sebaiknya kita menguasai 2 bahasa asing yaitu bahasa Inggris dan bahsa China.

Kemampuan enterpreneurship juga diperlukan untuk seorang guru supaya tidak hanya sebagai konsumen saja tapi ikut andil sebagai produsen dan mengambil benefit dalam ekosistem digital. Kemampuan Profesional soft skill sebagai guru juga masih diperlukan dalam pergulatan di ekosistem digital. Guru harus bisa memberika sentuhan-sentuhan jiwa emosional kepada siswa secara langsung maupun melalui media, yang dikenal; Cyber Paedagogi.

 Era terbaru sekarang ini yang mengadopsi perkembangan teknologi dari negara Jepang. negara jepang sedang menghadapi krisis penduduk. Jepang mengalami penurunan jumlah penduduk sehingga ada kekhawatiran pengelola sosial semakin sedikit orangnya sehingga perkembangan AI diarahkan pada pola pengelolaan sosial. Teknologi digital diharapkan mampu menggantikan peranan manusia dalam ranah sosial. Kalau dulu robot hanya menggantikan peranan manusia yang bersifat kognitif mekanik saja maka penemuan sekarang sudah mulai pada robot yang memiliki sense of social. Terbayangkan oleh kita jadi manusia semakin akan dimanjakan oleh teknologi. Manusia tidak perlu bekerja karena semua sudah ditangani oleh robot. nasionalisme makin tergerus kerana ada efek global informasi dan global utility. Manusia semakin sadar sosialnya tanpa harus mempertentangkan  bangsa, ras, atau sukunya. Semakin tinggi kesadaran manusianya tidak adalagi konflik kemanusiaan. Tidak ada perang, tidak ada primordial, semuanya akan berpusat pada kepentingan dan kemakmuran bersama. Hanya ada 1 kiblat.

#WrittingCompetition#NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Malam 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar