10

Mutiara-mutiara dari tongra, kami juga Indonesia! (+5)

Muhammad Hisyam May 11, 2015

Menjadi bagian dari realitas pendidikan di Indonesia yang beragam di daerah-daerah memunculkan perasaan yang campur aduk bagi saya seorang guru muda. Menjadi seorang sarjana pendidikan menjadikan sebuah tanggung jawab moral dan intelektual, bagi saya mengajar merupakan proses belajar untuk menjadikan diri senantiasa menjadi pribadi lebih dewasa, bijaksana, kreatif dan sabar. Sebelum selesai kuliah, sewaktu sambil menyelesaikan skripsi saya sudah mulai mengajar melalui program dikti bernama Talent Scouting untuk pemenuhan kekurangan guru di beberapa SMK meski hanya selama 1 semester di salah satu SMK Negeri di Gunung Kidul, Yogyakarta. Melalui proses pengalaman tersebut saya semakin tahu dan paham sedikit demi sedikit bagaimana realitas pendidikan yang akan saya hadapi nanti pasca kuliah, meski masih di daratan jawa yang nota bene perkembangan diberbagai sektor terpusat di situ kemudian tersebar, hal itu sangat membelajarkan diri saya.

Setelah selesai melaksanakan tugas mengajar di SMK tersebut dan mendapatkan gelar sarjana pendidikan, saya kembali mengikuti program dikti yaitu SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Melalui program tersebut saya dan ribuan teman sarjana pendidikan muda dari berbagai LPTK di sebar ke berbagai daerah 3T di Indonesia. Setelah lolos seleksi dan pengumuman, ternyata saya ditugaskan untuk mendidik di Kabupaten Gayo Lues, Aceh bagian tenggara selama satu tahun. Singkat cerita saya ditugaskan mengajar di SMK Negeri 1, kemudian setelah 7 bulan melaksanakan tugas mendidik saya berkesempatan untuk menuju daerah yang kata orang asli gayo paling terpencil.

Tongra, merupakan nama sebuah desa “terpencil” yang ada di ujung barat daya kecamatan terangun, kabupaten Gayo Lues. Pada tanggal 21-23 April lalu saya dan teman-teman SM-3T mengadakan acara untuk anak-anak SD di seluruh kecamatan terangun termasuk desa tongra tersebut. Acara yang kami kemas dalam sosialisasi hidup sehat dengan rajin sikat gigi, cuci tangan dan minum susu tersebut kami laksanakan dengan memusatkan 2-3 sekolah pada satu SD. Kebetulan saya tinggal di luar kecamatan terangun dan menariknya, saat berangkat menuju kecamatan tersebut saya dan teman saya sempat terhadang tanah longsoran yang menutup jalan. Namun kami nekat tetap lewat karena kalau mengambil jalan lain kami harus kembali memutar sangat jauh.

IMG_2860

Sesampai di pusat kecamatan tempat tinggal kawan-kawan yang bertugas di terangun jam 1, saya dan tim tongra sore hari jam setengah 5 lanjut berangkat ke desa tongra. Sore itu hujan sangat lebat, namun kami harus menerjangnya karena harus mempersiapkan segala hal untuk acara sosialisasi esok pagi untuk anak-anak. Akhirnya setelah perjalanan yang tak mudah hampir 2 jam sampailah kami di desa tongra, kami beristirahat menginap di mess kawan guru SD tongra. Luar biasa….!!IMG_8417

Malam harinya sambil menggunakan senter (ruang tidak ada lampu) kami menyiapkan ruangan untuk esok, dan kami pel karena ruangan kemasukan air. Singkat cerita akhirnya pagi pun datang, suara monyet dari atas bukit pun terdengar menandakan saatnya beraksi telah tiba. Acara sosialisasi kami bekerja sama dengan puskesmas kecamatan dan koramil, anak-anak dari SD desa melelang yaitu tetangga desa tongra pun akhirnya tiba dengan mobil dari koramil yang dibawa pak tentara. Sebelum acara dimulai saya putarkan lagu anak-anak agar suasana lebih semarak, luar biasa ternyata anak-anak bernyanyi semua dengan riang bahkan mereka bisa menyanyikan lagu cublak-cublak suweng dari jawa tengah, saya begitu terkejut.

Mengajar anak-anak SD bagi saya lebih menantang dan menyenangkan dari pada mengajar anak-anak SMK yang selama ini saya hadapi. Saya bisa berekspresi lepas di depan mereka, seakan saya ikut kembali menjadi seperti mereka yang penuh suka cita dan tawa. Dalam acara sosialisasi tersebut anak-anak kami ajarkan bagaimana cara menggosok gigi dan cuci tangan yang benar menggunakan nyanyian agar mereka ingat benar, kemudian kami praktekkan di luar ruangan. Selepas acara perasaan saya sangat senang tak terkira karena dapat mengajar anak-anak SD  Tongra yang ceria dan penurut, saya sangat berharap suatu saat nanti akan diberikan kesempatan lagi untuk mengajar anak-anak SD di pelosok negeri di bagian indonesia yang lain. Mereka juga Indonesia, mereka adalah generasi pelanjut, pembangun dan pembaharu Indonesia di masa depan.

IMG_8469_2

Salam Pendidikan-Salam Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia

“Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10″

(Muhammad Hisyam, S.Pd – Guru SM-3T IV LPTK UNY)

Comments (10)

  1. pengalaman yang sungguh menggugah dan membangkitkan jiwa. memberi semangat pada diri saya untuk lebih memiliki dedikasi pada profesi sebagai pendidik. Semangat selalu pak pada untuk mencerdaskan anak- anak bangsa agar bisa menjadi pelita di kegelapan. Salam untuk pendidikan Indonesis yang lebih baik

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar