11

Muridku adalah Guruku (0)

AfanZulkarnain December 26, 2020

Penulis : Moch Afan Zulkarnain

Ezra. Banyak rekan guru yang mengatakan bahwa dia susah untuk diatur, sering bolos dan sering lalai dalam mengerjakan tugas. Untuk urusan pelajaran, ia lemah sekali kawan.

Aku tak banyak mengenalnya. Ia sama sekali tak pernah aku ajar. Namun cerita rekan-rekan membuatku penasaran. Seperti apa dia? Senakal apa dia?

Suatu ketika aku mendapati sebuah pesan di aplikasi WA. Nomer asing yang mengatasnamakan Ezra. Dia mengirimiku sebuah link youtube.

“malam,pak. Saya buat video tentang kegiatan lampion kemarin.”

Beberapa hari sebelum aku mendapatkan pesan itu, memang sekolah kami mengikuti festival lampion yang digelar setiap tanggal 14 Agustus. Dan aku tak menyangka Ezra sempat mengabadikan setiap momen pada kegiatan tersebut.

Aku cukup takjub dengan videonya. Ia berhasil memadukan musik latar dengan gambar. Bagus sekali. Rasa penasaranku dengan Ezra kian bertambah.

Dan yang kulakukan adalah : stalking channel youtubenya. Rupa-rupanya Anak kelas 2 SMP ini sudah hobi membuat video sejak lama. Video yang ia unggah banyak sekali.

Pernah kami berbincang di kala istirahat. Ia mengaku sudah tergabung dalam komunitas youtuber di Banyuwangi. Sepertinya ia cukup serius ingin menjadi youtuber. Dimanapun, kapanpun, ia selalu membawa kamera. Mengabadikan setiap momen yang ada.

Akhirnya aku memutuskan untuk melibatkan Ezra dalam membuat project-project video. Dia pun selalu mendapat tanggung jawab dalam mengabadikan setiap momen kegiatan sekolah, dari peringatan hari guru, pesta natal hingga acara buka puasa bersama.

Puncaknya, aku mengajak dia membuat project video tentang promosi sekolah. Seperti biasa, ia menyambut dengan rasa suka. Bersama ekskul teater yang aku bina, kami melakukan setiap langkah dalam pembuatan karya tersebut. Lagi-lagi, Ezra membuat kejutan dengan hasil yang dihasilkan. Videonya bagus sekali, kawan.

Seringnya aku berkomunikasi dengan Ezra, membuatku lambat laun jatuh cinta dengan “dunia per-video-an”. Kerap aku mencuri ilmu darinya dengan memperhatikan bagaimana ia mengambil gambar, bagaimana ia menentukan musik latar, bagaimana ia menggabungkan beberapa file video, dan lain sebagainya.

Akhir tahun ajaran 2018/2019, aku harus meninggalkan sekolah tersebut. Aku dinyatakan lolos seleksi CPNS dan harus ditempatkan di luar kota.

Jombang.

Pada hari perpisahan siswa kelas XI aku mengatakan kepada Ezra, “ayo membuat video tentang pengumuman hasil UN. Nanti ditampilkan di acara perpisahan kelas XI ” Lagi-lagi Ezra menyanggupi dengan senang hati. Tangannya begitu lihai menari-nari di atas smartphone untuk mengedit video tersebut agar menjadi menarik. Saat itulah , aku benar-benar memanfaatkan waktu untuk mencuri ilmu darinya. Video kami sukses. Itu adalah video kerja sama kami yang terakhir.

Aku pun pindah ke Jombang. Namun komunikasi kami masih berlanjut via aplikasi pengirim pesan. Meski berjauhan aku kerap menanyakan hal-hal teknis yang tidak aku ketahui mengenai edit video. Dan Ezra dengan senang hati memberi tahu. Bahkan beberapa kali ia memintaku menjadi pengisi suara dalam video-videonya. Tentu aku menyanggupi. Ia mengirimkan script dari Bali, tempat ia melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Aku mengisi suaranya di Jombang. Kolaborasi yang berjarak ratusan kilometer.

Ini adalah video yang dibuat Ezra dengan saya sebagai pengisi suaranya. Mohon ditonton dan memberikan like untuk video tersebut.

Artikel ini bermuara pada satu kesimpulan bahwa siapapun bisa “dianggap” sebagai guru oleh orang lain. Bahkan muridpun bisa menjadi guru bagi gurunya.

Teruntuk Ezra. Semoga sukses selalu. Lakukan yang terbaik sesuai passionmu. Jangan lupa ibadah selalu.

Comments (11)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar