0

Mudik Virtual , Solusi Silaturahmi Masa Pandemi (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 28, 2021

Pandemi Covid 19 mengalami trend naik di seluruh dunia. Beberapa negara sudah mulai menggencarkan pembatasan kerumunan, interaksi antar manusia. Tsunami Covid di India, membuat beberapa negara mengambil langkah antisipasi agar jangan sampai masuk ke negaranya. Di India disinyalir adanya kerumunan saat pelakasanaan mandi massal di Sungai gangga yang tanpa prokes dan asumsi covid 19 telah hilang dari India.

Kegiatan mandi di sungai gangga sebagai ungkapan syukur orang India terhadap Tuhannya, dan hal itu merupakan ibadah. Beribadah adalah hak asasi manusia, tetapi kondisi menuntut manusia lebih bijaksana. Memang agak berat ketika melarang atau mencegah aktivitas ibadah bagi sebagian orang yang kurang menghiraukan kesehatan dan keselamatan. Keyakinan dan kenyataan menjadi pertarungan dalam realita sekarang ini.

Vaksinasi sustu program pemerintah dalam mengatasi penyebaran Covid 19. Pelaksanaan yang harus kontinu dan serentak berbenturan dengan agenda tahunan yang bagi beberapa orang dianggap sakral untuk melakukan mudik, atau berkunjung ke kampung halaman. Sebuah hak asasi manusia untuk melaksanakan ibadah silaturahmi. Ketika terganggu hak ini maka banyak implikasinya. Tapi coba kita berkaca pada kasus di India. Bukankah mandi di sungai gangga merupakan ritual ibadah suatu kegiatan beragama di mana manusia dengan tuhannya di situ ada interaksi secaara batin dan spiritual.

Alam memberikan kabar dan pelajaran yang berharga, dalam beragama atau bertuhan. Tuhan memberi kita akal sehat, disamping batiniah kita yang religius. Tuhan memberikan pelajaran juga tentang bagaimana memposisikan akal dan iman ketika dalam suatu agenda keduanya bertabrakan. mana yang harus didahulukan secara agama atau secara akal dalam bersikap pada suatu realita.

Akankah kita tetap nekat mudik untuk melaksanakan kegiatan ibadah silaturahmi? Mudik adalah prosesi pulang ke kampung halaman dalam bentuk fisik berkunjung ke orang tua, saudara kandung. Prosesi bertemu ini jadi sangat penting bagi hubungan antar keluarga dan anggota keluarga. Tetapi kita ketahui bahwa virus Covid ini sangat mudah menyebar jika ada interaksi atau kerumunan. Apakah dengan mudik ada kerumunan? Ya, jelas karena semua anggota keluarga yang masing-masing punya keluarganya sendiri bertemu dalam satu tempat maka pasti terjadi kerumunan. Sebenarnya bukan kerumunan yang menjadi masalah yang vital, tapi adanya pembawa virus dari seseorang masih belum secara valid terdeteksi secara cepat sehingga memudahkan manusia atau orang untuk bersikap lebih bijaksana mengatisipasinya.

Bagaimana dengan mudik virtual? apakah mengurangi essensi silaturahmi? Bukankah yang diperlukan adalah interaksi antar manusianya bukan secara fisik hadir bersama-sama. Sekarang coba kita pelajari fenomena sekarang ini. Ketika berkumpul kebanyakan orang lebih cenderung sibuk dengan Handphone atau gadgetnya dibandingkan dengan orangnya. Orang lebih sibuk pada gadget dari pada sibuk dengan anggota keluarga atau masyarakat.

Adanya teknologi meeting virtual ini menjembatani sekaligus memberikan solusi bagi orang yang hendak menjalankan silaturahmi tetapi tetap aman dari penularan Covid 19. Dengan virtual mampu dihadirkan kondisi anggota keluarga. Meskipun ada beberapa kondisi real yang belum sepenuhnya dapat dihadirkan melalui virtual, seperti bau harus masakan khas hari raya, rasa lezatnya hidangan saat hari raya yang khas dan lain orang pasti lain rasanya karena lain perlakuan dan teknik memasaknya. Tetapi paling tidak essensi dari silaturahmi masih bisa terhadirkan dengan adanya virtual meeting.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar