0

Motif Batik Yang Hanya Boleh Digunakan Keluarga Keraton (0)

Anotherorion January 5, 2022

Sebagai salah satu sekolah yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sekolah kami, SMK Bina Harapan dan berbagai sekolah yang ada di DIY diwajibkan untuk mengenakan pakaian adat setiap hari Kamis Pahing.

Pakaian adat yang digunakan adalah beskap bergaya jogja dengan kain batik Jogja, atau batik Sleman. Beberapa batik khas dari daerah Jogja antara lain adalah batik motif Parang, Kawung, Wahyu Tumurun dan lain-lain. Meski demikian, dalam penggunaan busana adat ini ada ketentuan khusus yang sebenarnya tidak boleh digunakan oleh masyarakat awam.

Batik Larangan di Jogja

Ya, di Jogja ada beberapa motif batik yang hanya diperuntukkan untuk Sultan, maupun kerabat Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Dan berikut adalah di antaranya.

Motif Parang Rusak

Motif Parang Rusak, adalah motif yang pertama kali diciptakan oleh Panembahan Senopati selaku pendiri kerajaan Mataram Islam. Motif ini terinspirasi dari bentuk ombak yang menghantam karang.

Motif Parang Rusak yang dikenakan Sri Sultan dalam acara Pernikahan Putrinya

Makna dari batik Parang Rusak adalah keinginan kuat manusia untuk melawan kejahatan, seperti deburan ombak yang tidak berhenti menghantam karang. Parang Rusak merupakan jenis batik Parang Larangan, atau motif batik Parang yang tidak boleh digunakan oleh sembarang orang.

Motif Parang Barong

Motif Parang Barong, diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, salah satu raja Mataram Islam yang pernah berjuang mengusir Belanda dari Batavia.

Batik Motif Parang Barong, hanya diperuntukan untuk Raja

Hanya seorang Raja yang berhak mengenakan batik motif Parang Barong. Parang Barong memiliki bentuk S yang lebih bulat dibanding Parang Rusak. Makna dari Parang Barong sendiri menggambarkan prilaku seorang raja yang harus dapat mengendalikan diri, bertanggung jawab serta memiliki perilaku yang jujur

Motif Parang Kusumo

Batik Parangkusumo, untuk Putra dan Putri Raja

Motif Parang Kusumo, merupakan motif batik Parang yang boleh dikenakan oleh putra dan putri raja. Motif ini menambahkan aksen bunga dalam batiknya. Umumnya batik Parangkusumo digunakan pada saat upacara adat lamaran atau tukar cincin.

Motif Parang Garuda

Batik Parang Garuda adalah motif batik Parang yang menambahkan aksen sayap terbentang. Dalam mitologi Jawa, khususnya Mataram Islam, Garuda melambangkan Negara, Parang melambangkan pemimpin dan Kawung melambangkan rakyat. Motif Parang Garuda juga hanya digunakan oleh kerabat Kraton.

motif batik larangan parang garuda
Motif Parang Garuda

Meskipun demikian, saat ini penggunaan motif Parang sendiri sudah sangat banyak digunakan oleh masyarakat secara luas. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi dan handarbeni (rasa memiliki) terhadap keluhuran budaya.

Untuk penggunaan masyarakat luas, biasanya pembuat batik menambahkan aksen-aksen tertentu guna membedakan Parang larangan dengan Parang yang bisa digunakan masyarakat.

Penulis adalah seorang guru dan blogger di https://anotherorion.com

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar