0

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (0)

oloan February 27, 2021

Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada metode pembelajaran dimana siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil yang saling membantu dalam belajar selama beberapa hari atau minggu.

Menurut Muhamad Nur (1998:29) model pembelajaran kooperatif dapat dibedakan atas dua katagori besar yaitu :

1) Metode belajar kelompok ( group study method).

Dalam metode ini siswa bekerja sama saling membantu mempelajari informasi atau masalah yang telah disusun dengan baik.

2) Metode pembelajaran berbasis proyek ( project based learning ) atau pembelajaran aktif (active learning).

Dalam metode ini siswa bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan laporan eksperimen atau proyek lain. Metode ini memusatkan pada yang belum tersusun dengan baik.

Terdapat beberapa tipe pembelajaran kooperatif yang berbeda satu dengan lainnya yaitu Student Team Achievememnt Divisions (STAD), Team Assisteed Individualization (TAI), Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) Jigsaw dan Group Investigation (penelitian kelompok). Berikut akan disampaikan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, peserta didik dikelompokkan kedalam kelompok belajar (anggota tim) beranggotakan ± 4 orang, tiap orang dalam team diberi bagian materi yang berbeda dan diberi materi yang ditugaskan. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/subbab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab mereka.

Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali kekelompok asal dan bergantian menjelaskan kepada teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh – sungguh. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi, baru guru memberi evaluasi.

Walaupun prinsip dasar pembelajaran kooperatif tidak berubah, namun dalam implementasinya ada beberapa variasi dari model tersebut.

Dari beberapa variasi dari model tersebut, yang banyak dikembangkan adalah jigsaw. Didalam jigsaw, peserta didik dikelompokkan menjadi 4 sampai 6 anggota dimana masing –masing anggota kelompok tersebut mendapat tugas untuk mempelajari dan mengerjakan tugas terkait dengan materi /topik tertentu. Setelah masing – masimg anggota kelompok menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka anggota dari kelompok yang berbeda dengan materi dan tugas belajar yang sama bertemu dan membentuk kelompok baru yang diberi nama kelompok ahli untuk mendiskusikan materi dan tugas belajar mereka, sampai benar – benar menguasai. Selanjutnya mereka kembali kekelompok asalnya untuk secara bergantian mengajar teman satu kelompok tentang materi masing
– masing.

Aronso, seperti yang dikutip Isjoni (2007:57) telah mengembangkan model jigsaw dalam penerapannya di kelas. Dalam model jigsaw versi Aronso , kelas dibagi menjadi suatu kelompok kecil yang heterogen yang diberi nama tim jigsaw dan materi /topik dibagi –bagikan sebanyak kelompok menurut jumlah anggota timnya. Tiap – tiap tim diberikan satu set materi/ topik yang lengkap masing – masing individu ditugaskan untuk memilih topik mereka. Kemudian peseta didik dipisahkan menjadi kelompok ahli yang terdiri dari seluruh peserta didik yang mempunyai bagian informasi yang sama. Dikelompok ahli peserta didik saling membantu untuk mempersiapkan diri untuk tim jigsaw. Setelah mempelajari materi / topik tersebut kepada teman satu timnya.

Untuk mengetahui sejauh mana daya serap masing – masing peserta didik dalam mempelajari materi / topik tersebut maka pada tahap akhir pembelajaran, mereka disuruh untuk mengerjakan tes atau kuis.
Guru dapat juga melaksanakan kegiatan presentasi atau diskusi kelas untuk mempertanggung jawabkan keahliannya tentang topik / materi yang mereka pelajari. Tidak kalah pentingnya adalah guru selalu memberikan penghargaan terhadap kelompok atau individu yang menunjukkan prestasi belajar maksimal.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar